Kupang – Bulog membeberkan realisasi beras untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) khusus di Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah mencapai 5.000 ton.
Beras SPHP ini ditujukan untuk masyarakat menengah ke bawah di tengah mahalnya harga beras saat ini. Penyaluran beras SPHP ini di samping adanya bantuan pangan beras bagi masyarakat yang tidak mampu.
Kepala Divisi Perencanaan, Operasional dan Pelayanan Publik Bulog RI, Epi Sulandari, memaparkan data ini dalam rapat dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Rapat ini ditayangkan via YouTube Kemendagri, Senin 26 Februari 2024.
Baca juga : Optimalkan Singkong, NTT Bisa Kurangi Ketergantungan Beras dari Luar
Realisasi SPHP di NTT per Januari ini sudah 2.363 ton dan di Februari totalnya 2.640 ton sehingga keseluruhan realisasinya 5.000 ton.
Kemudian Bulog menyebut realisasi kegiatan SPHP beras di ritel modern seperti mall hingga Alfamart dan Indomaret di NTT selama 2024 ini hanya 73 ton yaitu 38 ton di Januari dan 35 ton di Februari ini.
Ia menyebut SPHP ini adalah penugasan Badan Pangan Nasional (BAPANAS) untuk menurunkan lonjakan harga beras.
“Penugasan ini sejak Desember 2023 lalu dengan target dari presiden yaitu 200 ribu ton stok beras per bulannya di Indonesia pada triwulan pertama 2024,” terangnya.
Baca juga : NTT Keluarkan Rp 2 Miliar Untuk Beras Warga Miskin
Namun data Bulog ini sedikit berbeda dengan data BAPANAS. Lembaga yang didirikan pada 2021 ini mencatat realisasi SPHP bagi NTT di Januari sudah 2.360 ton dan 2.571 ton di Februari 2024. Total realisasinya 4.931 ton.
Data BAPANAS juga menyebut kenaikan harga beras di NTT per 26 Februari untuk beras premium mencapai Rp 16.790. Berbeda dengan harga dua hari sebelumnya yang mana beras premium yaitu Rp 16.580.
Kemudian harga beras medium di NTT per 26 Februari mencapai Rp 15.030 dengan disparitas harga 5.10 persen. Tak jauh berbeda dengan dua hari sebelumnya di harga Rp 15.020.
Baca juga: Tidak Ada Beras Ilegal ke Timor Leste, Stok Lebaran Dalam Perjalanan
Harga ini jauh dari ketetapan harga eceran tertinggi (HET) untuk NTT yang masuk Zona 2 bersama Sumatera selain Lampung dan Sumsel dan juga Kalimantan.
HET beras di Zona 2 ini seharusnya Rp 11.500/kg untuk beras medium sebesar dan Rp.14.400/kg beras premium. ***




