• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, Juli 2, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis

Bulog Pasok 5000 Ton, Beras di NTT Tetap Mahal

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Bisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bulog Pasok 5000 Ton, Beras di NTT Tetap Mahal

Pedagang Pasar Naikoten I Kota Kupang memikul 1 karung beras Bulog. (Putra Bali Mula - KatongNTT).

0
SHARES
66
VIEWS

Kupang – Bulog membeberkan realisasi beras untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) khusus di Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah mencapai 5.000 ton.

Beras SPHP ini ditujukan untuk masyarakat menengah ke bawah di tengah mahalnya harga beras saat ini. Penyaluran beras SPHP ini di samping adanya bantuan pangan beras bagi masyarakat yang tidak mampu.

BacaJuga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

29 Juni 2025
Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024

Kepala Divisi Perencanaan, Operasional dan Pelayanan Publik Bulog RI, Epi Sulandari, memaparkan data ini dalam rapat dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Rapat ini ditayangkan via YouTube Kemendagri, Senin 26 Februari 2024.

Baca juga : Optimalkan Singkong, NTT Bisa Kurangi Ketergantungan Beras dari Luar

Realisasi SPHP di NTT per Januari ini sudah 2.363 ton dan di Februari totalnya 2.640 ton sehingga keseluruhan realisasinya 5.000 ton.

Kemudian Bulog menyebut realisasi kegiatan SPHP beras di ritel modern seperti mall hingga Alfamart dan Indomaret di NTT selama 2024 ini hanya 73 ton yaitu 38 ton di Januari dan 35 ton di Februari ini.

Ia menyebut SPHP ini adalah penugasan Badan Pangan Nasional (BAPANAS) untuk menurunkan lonjakan harga beras.

“Penugasan ini sejak Desember 2023 lalu dengan target dari presiden yaitu 200 ribu ton stok beras per bulannya di Indonesia pada triwulan pertama 2024,” terangnya.

Baca juga : NTT Keluarkan Rp 2 Miliar Untuk Beras Warga Miskin 

Namun data Bulog ini sedikit berbeda dengan data BAPANAS. Lembaga yang didirikan pada 2021 ini mencatat realisasi SPHP bagi NTT di Januari sudah 2.360 ton dan 2.571 ton di Februari 2024. Total realisasinya 4.931 ton.

Data BAPANAS juga menyebut kenaikan harga beras di NTT per 26 Februari untuk beras premium mencapai Rp 16.790. Berbeda dengan harga dua hari sebelumnya yang mana beras premium yaitu Rp 16.580.

Kemudian harga beras medium di NTT per 26 Februari mencapai Rp 15.030 dengan disparitas harga 5.10 persen. Tak jauh berbeda dengan dua hari sebelumnya di harga Rp 15.020.

Baca juga: Tidak Ada Beras Ilegal ke Timor Leste, Stok Lebaran Dalam Perjalanan

Harga ini jauh dari ketetapan harga eceran tertinggi (HET) untuk NTT yang masuk Zona 2 bersama Sumatera selain Lampung dan Sumsel dan juga Kalimantan.

HET beras di Zona 2 ini seharusnya Rp 11.500/kg untuk beras medium sebesar dan Rp.14.400/kg beras premium. ***

Tags: #berasmahal#BerasNTT#Bulog#hargaberasnaik#NTT
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

by Rita Hasugian
29 Juni 2025
0

Di tengah laut biru dan pantai berpanorama indah, potensi ekonomi dari hasil laut di Nusa Tenggara Timur masih tersembunyi di...

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati