• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis

Akhir Februari, NTT Baru Dapat 19 Persen Bantuan Beras 

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Bisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Akses dan Geografis NTT Pengaruhi Penyaluran Beras Bantuan Pangan 

Warga kurang mampu mengantre untuk menerima bantuan pangan di Kantor Pos Indonesia. (Putra Bali Mula - KatongNTT)

0
SHARES
52
VIEWS

Kupang – Bulog mengungkap pagu alokasi bantuan pangan beras bagi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 26.079 ton di periode Januari – Maret 2024. Namun hingga kini realisasinya baru 5.008 ton atau 19,20 persen saja. Realisasi ini pun hanya untuk jatah di bulan Januari sementara bulan Februari akan segera berakhir.

Menurut Kepala Divisi Perencanaan, Operasional dan Pelayanan Publik Bulog RI, Epi Sulandari, asal bantuan ini dari cadangan beras pemerintah (CBP).

BacaJuga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

29 Juni 2025
Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024

Baca juga : 8.000 Keluarga Miskin Ekstrem NTT Dapat Jatah Beras 

Epi memaparkan data ini dalam rapat dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Rapat ini ditayangkan via YouTube Kemendagri, Senin 26 Februari 2024. Data itu menunjukkan minimnya realisasi penyaluran di NTT selama Februari 2024.

Menurut catatan Bulog, kata dia, total stok beras di Indonesia per 23 Februari 2024 ialah 1.376.106 ton yang terdiri dari CBP sebanyak 1.358.709 ton dan stok komersial 17.398 ton.

Khusus NTT stok berasnya 32.089 ton di Kantor Wilayah Bulog NTT. Ada pula realisasi pengadaan beras luar negeri melalui Pelabuhan Tenau sebanyak 2.740 ton di Januari lalu.

Baca juga: Akses dan Geografis NTT Pengaruhi Penyaluran Beras Bantuan Pangan 

“Sedangkan bantuan pangan beras ini adalah program pemerintah berupa penyaluran beras yang bersumber dari stok CBP yang dikelola Bulog,” kata dia.

Bantuan ini secara nasional ditargetkan untuk 22 juta keluarga tidak mampu. Tiap keluarga penerima manfaat ini masing-masing mendapatkan 10 kilogram beras per bulannya.

Lambatnya penyaluran ini pun akibat kendala verifikasi dan validasi (verval) data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

Baca juga: NTT Keluarkan Rp 2 Miliar Untuk Beras Warga Miskin 

“Kemarin memang ada hambatan terkait verifikasi dan validasi jadi praktis bantuan ini belum disalurkan efektif,” kata Epi.

Kendala verifikasi ini dari dinas dan bapeda, dan perubahan untuk Bulog menyalurkan langsung terhadap data penerima manfaat yang sudah lengkap sesuai juknis dari Badan Pangan Nasional (BAPANAS).

Sebelumnya Bulog menyebut alokasi beras bantuan untuk bulan Februari akan dilanjutkan setelah pemilu karena NTT dan Papua memiliki medan dan cuaca yang mempengaruhi distribusi.

Baca juga : Bulog Pasok 5000 Ton, Beras di NTT Tetap Mahal

BAPANAS mencatat jumlah penyaluran yang sedikit lebih rendah. Menurut BAPANAS penyaluran bantuan pangan di NTT baru 16,39 persen.

Daerah lainnya yang rendah penyaluran yaitu Papua Barat Daya yang baru 16,96 persen; DKI Jakarta baru 12,90 persen; Papua Tengah baru 9,23 persen; Papua Barat baru 6,79 persen; Papua Pegunungan baru 3,72 persen; dan Papua Selatan 0,31 persen. ***

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

by Rita Hasugian
29 Juni 2025
0

Di tengah laut biru dan pantai berpanorama indah, potensi ekonomi dari hasil laut di Nusa Tenggara Timur masih tersembunyi di...

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati