• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis

Ekspansi Garam Terus Dilakukan, Sabu Raijua Gaet Sejumlah Mitra

Pemerintah pusat berencana impor garam 2,4 juta ton selama 2024 untuk memenuhi kebutuhan industri.

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Bisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ekspansi Garam Terus Dilakukan, Sabu Raijua Gaet Sejumlah Mitra

Ilustrasi lahan garam di Sabu Raijua (Ist)

0
SHARES
40
VIEWS

Kupang – Kebutuhan garam industri di Indonesia yang masih tinggi terus mendorong sejumlah sentra di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkatkan produksi. Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi NTT, merupakan salah satu yang terus memperluas kemitraan dan investor dalam menunjang sarana dan prasarana produksi.

Marthen Dira Tome, perintis dan pembina PT Nataga Raihawu Industri (NRI) pihaknya terus mendorong perluasan lahan sehingga meningkatkan produksi garam dengan merek Nataga. Saat ini sudah ada 32 hektare (ha) lahan tambak garam yang digarap pihak swasta dan ditargetkan mencapai 100 ha hingga akhir April 2024.

BacaJuga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

29 Juni 2025
Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024

Baca : Impor Garam Industri 2024 Bisa 2,4 Juta Ton, Optimalkan Potensi NTT

Untuk itu, pihaknya terus menjalin sejumlah mitra pengembangan garam, termasuk investor, agar kapasitas dan kualitas garam dari Sabu Raijua semakin meningkat. Pengembangan tersebut juga termasuk sarana dan prasarana yang menunjang perdagangan garam dari Sabu Raijua.

“Beberapa mitra yang selama ini bergerak dalam produksi garam sudah berkunjung ke Sabu Raijua. Mereka mengakui kualitas garam dari Sabu Raijua berpotensi untuk terus dikembangkan,” ujarnya kepada KatongNTT.com, belum lama ini.

Baca : Plan Latih Perempuan Muda TTS Bertani dan Beternak Gunakan Teknologi Maju

Dikatakan, sejumlah mitra tersebut adalah Cheetam Garam dan Sumatraco, kemudian ada beberapa mitra yang akan fokus dalam pengembangan pasar. Pihaknya berharap kemitraan yang dikembangkan bisa menopang sejumlah kendala di Sabu Raijua, seperti sarana transportasi dan logistik.

“Kalau produksi semakin meningkat maka perlu dukungan sarana dan kemudahan transportasi, kemudian pelabuhan agar kapal besar bisa merapat. Hal ini akan semakin membuat produksi garam semakin efisien,” jelas mantan Bupati Sabu Raijua ini.

Seperti diketahui, heboh pengembangan garam di NTT sudah ramai sejak satu dekade silam, terutama di Kupang dan sejumlah wilayah Timor. Namun, belum ada perkembangan yang berarti sejak panen perdana dan kunjungan Presiden Joko Widodo beberapa tahun silam.

Baca : Impor Meningkat, 13 Menteri Hingga Presiden Pernah Berkunjung dan Bahas Garam NTT

Pada Agustus 2023, tercatat ada perusahaan di Kupang, yakni PT Timor Livestock Lestari di Desa Nunkurus, PT Tjakrawala Timur Sentosa di Kelurahan Babau, dan PT Garam Terang Indonesia di Desa Merdeka, melakukan panen raya.  Adapun produksi garam dari ketiga perusahaan ini sudah mencapai standar yang sangat baik, termasuk kadarnya NaCl.

Kendati produksi dan kualitas garam NTT membaik, Indonesia sepertinya masih saja tetap melakukan impor garam industri yang diklaim belum bisa dipenuhi dari dalam negeri. Tahun 2024 ini, pemerintahan Presiden Joko Widodo sudah mengalokasikan impor garam industri sebesar 2,4 juta ton. [Anto]

Tags: #Garam#imporSabu Raijua
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

by Rita Hasugian
29 Juni 2025
0

Di tengah laut biru dan pantai berpanorama indah, potensi ekonomi dari hasil laut di Nusa Tenggara Timur masih tersembunyi di...

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati