• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Opini

Langkah Patriotik untuk Calon Tak Jadi di Pilkada 2024

Oleh: Paulus Oktofianus Adu, Mahasiswa Magister Universitas Nasional, Jakarta

KatongNTT by KatongNTT
2 tahun ago
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0

Kotak suara dari KPU yang didistribusikan untuk wilayah Kota Kupang pada pemilu serentak 2019 lalu. (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

0
SHARES
43
VIEWS

Komisi Pemilihan Umum telah menetapkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, walikota dan wakil walikota, dan bupati serta wakilnya pada 22 September 2024.  Lolosnya pasangan calon pemimpin daerah tersebut  merupakan amanat Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang pemilihan kepala daerah tentang perubahan kedua atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan walikota menjadi undang-Undang.

Bagaimana dengan mereka yang tak lolos untuk maju Pilkada pada November 2024? Mereka perlu memilih beberapa langkah berikut untuk tetap berkontribusi bagi masyarakat dan negara.

Baca juga: Pemilu 2024, Politik Uang dan Ancaman Kekerasan Yang Berulang

BacaJuga

Konsep Komunio Leonardo Boff dan Relevansinya bagi Komunitas Religius

13 April 2026
Ilustrasi Perdagangan Orang (Jalastoria)

Paradoks Kemiskinan di NTT

8 April 2026

Pertama, calon tak jadi dapat menghimpun kekuatan simpatisan dan relawan untuk menguatkan hati mereka. Perjuangan belum usai bisa dikuatkan sebagai pemantau pilkada atau dialihkan menjadi team sukses memenangkan “calon jadi” sesuai yang mendaftar di KPU.

Jangan gara-gara tak jadi calon partisipan pilkada, lalu melekatkan pandangan buruk bahwa para simpatisan dan relawan pemenangan hanya diperuntukkan saat kepentingan para bakal calon terpenuhi.

Kedua calon tak jadi harusnya mengenyam prinsip:“berani bertindak berani bertangung jawab”. Semua sampah kampanye berupa baliho dan spanduk yang telah dipasang untuk segera dicopot sendiri. Jangan biarkan kepedihan tidak berpartisipasi sebagai calon di pilkada berubah menjadi kekecewaan yang mendalam. Simpatisan dan relawan pemenangan yang telah dikumpulkan, dapat diberikan pengertian untuk membersihkan sisa-sisa perjuangan. Untuk membersihkan seluruh alat peraga kampanye, pemimpin seharusnya bertangungjawab atas semua tindakannya.

Jangan meninggalkan pekerjaan yang tidak selesai kepada orang lain. Adapun Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) baru dapat bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk membersihkan sampah kampanye sewaktu “masa tenang” paska tahapan kampanye pilkada.

Baca juga: Pemilu 2024, Dewan Pers Mendesak Media Terapkan Pedoman Pemberitaan Isu Keberagaman

Ketiga, para calon tak jadi selayaknya tetap berpartisipasi dalam pilkada dengan cara mengawal jalannya tahapan pilkada. Peran kita bersama adalah mengawal pilkada guna untuk menghasilkan pemimpin daerah yang berintegritas.

Jangan biarkan KPU, Bawaslu,calon kepala daerah, dan mesin politik bekerja sendirian menyukseskan pilkada ini.

Gerakan pengawalan pilkada akan meningkatkan popularitas calon tak jadi sebagai seorang pemimpin yang baik walau tak jadi memimpin daerah.

Calon tak jadi juga harus menjadi pemantau yaitu dapat bekerjasama dengan koalisi masyarakat sipil yang berniat melaksanakan program “kawal pilkada” dengan fokus kepada:

Pertama, kawal penyelenggara, mengawasi dan memberikan masukan terhadap laporan dana kampanye pasangan calon, mengawasi pengunaan APBD untuk pilkada, implementasi logistik terkait percetakan alat peraga kampanye selama pilkada yang ditanggung oleh pemerintah dan dilaksanakan oleh KPU, pengawasan dan perhitungan suara, penanganan kasus pilkada, tindak pidana kode etik penyelenggara pilkada, dan kegiatan lainya.

Baca juga: Pemilu 2024, Politik Uang: Harga Suara Lebih Murah dari Bibit Babi (2)

Kedua, kawal calon dengan program kegiatan pengawasan sumber dan jumlah serta penggunaan dana kampanye yang didaftarkan pasangan calon kepala daerah kepada penyelenggara pilkada, menjamin tidak ada kampanye hitam (black campaign) sebagaimana diatur dalam KPU, pengawasan kemungkinan gratifikasi, politik uang, dan mobilisasi pemilih.

Akhirnya kita semua bisa mengambil hikmah di balik perjuangan para calon tak jadi bahwa dalam berdemokrasi dan memainkan peran politik, baik di pemilu maupun pilkada serentak kita harus memiliki political coast demi menyiapkan sarana dan prasarana politik. Jalinan silahturahmi politik dari daerah hingga ke pusat untuk mengamankan posisi di komunitas (partai). Yang lebih penting lagi, memiliki mental yang kuat bila masuk kategori calon tak jadi atau sudah jadi calon tapi kalah. Jangan sampai kekecewaaan dalam berpolitik menginapkan kita di rumah sakit jiwa. Semoga saja tidak. [*]

KatongNTT

KatongNTT

Baca Juga

Konsep Komunio Leonardo Boff dan Relevansinya bagi Komunitas Religius

by Gerardus Taena
13 April 2026
0

Konsep komunio merupakan salah satu pilar teologis yang mendasar dalam diskursus kekristenan, terutama dalam konteks Gereja dan kehidupan religius. Dalam...

Ilustrasi Perdagangan Orang (Jalastoria)

Paradoks Kemiskinan di NTT

by Frumentiana Leto
8 April 2026
0

Pernahkah kita membayangkan seorang bapak yang berangkat sebelum fajar menyingsing, mendayung perahu ke tengah laut, dan pulang siang hari dengan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati