• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, Mei 13, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

LPSK Belum Tahu Alasan Jumlah Pemohon Perlindungan dari NTT Menurun

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ilustrasi korban TPPO dari NTT yang memohon perlindungan ke LPSK menurun (Kompas.com)

Ilustrasi korban TPPO dari NTT yang memohon perlindungan ke LPSK menurun (Kompas.com)

0
SHARES
83
VIEWS

Kupang – Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Nusa Tenggara Timur (NTT) sampai saat ini masih tinggi. Beberapa kasus yang diberitakan media-media lokal di NTT menunjukkan TPPO di daerah ini belum menurun.

Kendati demikian, jumlah korban dari NTT yang meminta perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menurun beberapa tahun terakhir. Wakil Ketua LPSK, Susilaningtias kepada KatongNTT di Kupang, Kamis (21/7/2022) mengatakan, pihaknya belum mengetahui alasan mengapa ada penurunan permohonan perlindungan.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

“Kasus TPPO itu dulu seringkali pemohonnya dari NTT,” ujar Susilaningtias.

Berdasarkan data LPSK, korban TPPO yang meminta perlindungan paling banyak terjadi pada tahun 2018 sebanyak 35 orang. Jumlah ini meningkat drartis dari tahun sebelumnya yakni 3 pemohon.

Tahun 2019, jumlah pemohon menurun menjadi 6 orang. Tahun 2020 bahkan tidak ada pemohon kasus TPPO yang masuk ke LPSK. Baru ditahun 2021, pemohon kasus TPPO dari NTT sebanyak 4 orang.

“Nah ini (menurunnya pemohon TPPO) yang masih tanda tanya bagi saya,” kata Sulilaningtias.

Saat melihat data tersebut, Susilaningtias menduga kasus TPPO di NTT sudah ditangani dengan baik. Namun ketika bertemu dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan informasi dari aktivis kemanusiaan di NTT, kasus TPPO di NTT masih tinggi.

Saat bertemu Gubernur, Susilaningtias menyampaikan data tersebut. Pertanyaan muncul saat mengetahui kondisi yang sebenarnya terjadi di NTT. Pihaknya pun hanya menduga penyebab menurunnya pemohon kasus TPPO ke LPSK.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat menerima kunjungan LPSK pada Selasa (19/7/2022) membeberkan, faktor tinggi TPPO di daerah tersebut adalah kemiskinan dan tingkat pendidikan yang rendah. Selain itu, faktor pendorong lain misalnya ajakan dari keluarga atau sahabat.

Viktor menjelaskan, Pemerintah terus berupaya menekan angka kemiskinan. Menurutnya, kemiskinan di NTT terus menurun. Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan di NTT pada Maret 2022 sebesar 20,05 persen. Menurutn sebanyak 14,7 ribu orang dari September 2021.

“Pemerintah Provinsi serius untuk mengatasi kemiskinan ini lewat berbagai program di bidang pertanian seperti TJPS, pengembangan peternakan, perikanan dan kelautan, pengembangan pariwisata dan berbagai upaya lainnya,” ujar Viktor.

Gabrial Goa,Ketua Dewan Pembina PADMA Indonesia mengatakan, kasus TPPO di NTT masih tinggi. Sebaliknya, kata Gabrial, korban TPPO dari NTT terus bertambah.

Gabrial menilai, Pemerintah daerah, baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota belum bekerja maksimal. Bahkan Pemerintah daerah terkesan masa bodoh dengan persoalan ini.

Gabrial menyinggung salah satu janji politik Gubernur dan Wakil Gubernur NTT saat ini yakni memberantas perdagangan orang di NTT. Namun buktinya hingga kini TPPO masih terus terjadi di daerah ini.

Gabrial melihat sikap masa bodoh Pemerintah daerah salah satunya adalah belum ada regulasi turunan dari Perpres Nomor 22 tahun 2001 tentang Gugus Tugas Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Dengan adanya Peraturan Gubernur dan Pertaturan Bupati maupun Walikota, akan semakin mendorong upaya pencegahan TPPO dari hulu.

“Di Desa-desa juga perlu ada Perdes perlindungan pekerja migran,” jelas Gabrial.(Joe)

Baca juga : Peluang Menjerat Pembunuh Adelina Sau Masih Terbuka

Tags: #korbantppo#LPSK#PadmaIndonesia#tppo#TPPONTT
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati