• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Kolaborasi Dekranasda Provinsi NTT

Rombongan Lemhanas Borong Produk di Dekranasda NTT

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Dekranasda Provinsi NTT
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Rombongan Lemhanas RI menyaksikan proses pembuatan kain tenun NTT di Dekranasda NTT (Joe-KatongNTT)

Rombongan Lemhanas RI menyaksikan proses pembuatan kain tenun NTT di Dekranasda NTT (Joe-KatongNTT)

0
SHARES
143
VIEWS

Kupang – Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Maria Fransiska Djogo menyambut kunjungan rombongan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI, Senin (22/8/2022) siang. Rombongan tiba sekitar pukul 11.34 siang.

Satu per satu rombongan dikalungi selendang khas NTT. Decak kagum rombongan Lemhanas tatkala menyaksikan pajangan kain bermotif khas NTT.

BacaJuga

Produk 'Dosa', yang adalah cuka tradisional dari Rote, NTT (Ruth-KatongNTT)

Mengenal ‘Dosa’, Cuka Tradisional dari Rote, NTT

27 Mei 2023
Proses produksi garam di CV. Raja Baru milik Ferdinand Latuharu (Dok. CV. Raja Baru)

Pabrik Garam Ferdinand Latuheru Kesulitan Bahan Baku

21 Mei 2023

Pada sisi kiri pintu masuk menuju tangga yang terhubung ke lantai dua, sebuah sasando – alat musik khas dari Rote – terpajang di sana. Rombongan langsung berhamburan dan menyasar para pegawai Dekranasda NTT dengan berbagai pertanyaan terkait harga produk di sana.

Rombongan yang terdiri dari peserta Program Pendidikan Reguler LXIV dan para mentor diarahkan ke lantai 2 kantor Dekranasda NTT. Di sana, ada miniatur NTT yang menampilkan pakaian adat, rumah adat dan objek wisata dari masing-masing Kabupaten.

Maria memimpin rombong dan menjelaskan secara detail setiap Kabupaten. Rombongan juga melihat proses menenun kain adat yang dikerjakan oleh para pengrajin.

Kain adat dengan berbagai motif itu banyak menyita perhatian. Banyak pertanyaan dilontarkan terkait proses menghasilkan sebuah tenun.

Salah satu dari rombongan Lemhanas RI mencoba tenun adat di Dekranasda NTT (Joe-KatongNTT)

Usai berkeliling dan melihat miniatur NTT, rombongan kembali ke lantai 1. Sekitar 7 orang dari rombongan tersebut melihat proses menyeduh dan meracik kopi.

Karyawan Dekranasda NTT tampak sibuk melayani rombongan yang terpesona dengan motif kain tenun dan kuliner produksi warga NTT.

Dalam kunjungan itu, rombongan Lemhanas RI memborong tenun dan kuliner sebanyak Rp. 21.867.000.

Dadang Solihin, Professional Expert Lemhanas RI memuji Dekranasda NTT. Menurutnya, Dekranasda NTT merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia.

“Ini salah satu yang terbaik di Indonesia ya. Karena saya lihat di DKI juga tidak seperti ini,” ujar Dadang.

Ia mengatakan, melalui miniatur NTT, Dekranasda berupaya melestarikan budaya di daerah tersebut. Dadang salut dengan inovasi yang dilakukan oleh Dekranasda NTT.

Menurutnya, NTT akan maju dan sejajar dengan Provinsi lainnya. Hal tersebut karena NTT punya potensi yang besar.

“Yang penting harus ada optimismenya. Pemuda-pemudanya harus semangat. Yang penting itukan peningkatan kualitas sumber daya manusia, setelah itu sektor lain akan ikut maju,” kata Dadang.

Wakil Ketua Dekranasda NTT, Maria Fransiska Djogo berterikma kasih atas kunjungan dari Lemhanas RI. Maria berharap dengan kunjungan tersebut, NTT semakin dikenal.

“Karena kita punya mini NTT di lantai 2 dan semua produk tenun dari 22 Kabupaten/Kota ada di sini. (Serta) produk-produk UMKM lainnya,” ujar Maria.***

Baca juga: Marak Pencurian, Dekranasda Daftarkan 773 Motif Tenun NTT di Indikasi Geografis

Tags: #DekranasdaNTT#kulinerntt#lemhanasri#miniaturntt#TenunNTT
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk 'Dosa', yang adalah cuka tradisional dari Rote, NTT (Ruth-KatongNTT)

Mengenal ‘Dosa’, Cuka Tradisional dari Rote, NTT

by Tim Redaksi
27 Mei 2023
0

Produknya ia beri nama Dosa, yang berasal dari bahasa Rote, yang artinya Cuka. “Tujuannya hanya untuk memperkenalkan saja kalau kami...

Proses produksi garam di CV. Raja Baru milik Ferdinand Latuharu (Dok. CV. Raja Baru)

Pabrik Garam Ferdinand Latuheru Kesulitan Bahan Baku

by Tim Redaksi
21 Mei 2023
0

“Sebelumnya itu bahan baku dari tahun lalu bisa bertahan sampai sekarang,” ujar laki-laki yang pernah mengikuti pendidikan di PT. Garam...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati