• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Aparat Polisi Diduga Aniaya ODGJ di Lembata

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Perempuan dan Anak
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Yosef Lejap, korban dugaan penganiayaan oleh aparat kepolisian di Lembata (Dok. Andreas Lejap)

Yosef Lejap, korban dugaan penganiayaan oleh aparat kepolisian di Lembata (Dok. Andreas Lejap)

0
SHARES
450
VIEWS

Lembata – Satu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur diduga dianiaya oleh beberapa aparat polisi pada Selasa malam, 27/12/2022.

Korban diketahui bernama Yosef Lejap berusia 32 tahun.

BacaJuga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

10 Maret 2026

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

19 Februari 2026

Berdasarkan keterangan yang diberikan kakak korban, Andreas Lejap (38), awalnya ia dan istri sedang duduk di depan rumah.

Baca Juga: Polisi Lepaskan Terduga Jaringan Perdagangan Perempuan Adonara, NTT

Seketika segerombolan polisi datang dan menanyai ciri-ciri seseorang yang dikatakan sempat berkelahi dengan salah satu anggota polisi.

“Saya mengakui ciri-ciri itu benar saya punya adik kandung. Tapi saya belum melihat adik saya lewat sini. Mereka bersikeras kalau kami sembunyikan dia. Sampai ada oknum yang mengatakan bahwa kalau kami dapat dia ini malam, kami pukul kasih mati,” ujar Andreas pada KatongNTT, Rabu, 28/12/2022.

Andreas mengatakan ia sempat bersitegang dengan sekitar enam aparat polisi. Hingga datang seorang polisi lainnya yang diketahui bernama Ano. Kemudian dia melerai mereka.

Selang beberapa waktu kemudian, Andreas mengatakan datang seorang tetangga memberitahukan untuk segera menemui adiknya yang sedang dianiaya oleh beberapa aparat polisi di tempat yang berbeda.

Luka-luka di pelipis dan siku kananyang didapat Yosef atas dugaan aniayaan yang dilakukan aparat kepolisian Lembata (Dok. Andreas)
Luka-luka di pelipis dan siku kanan yang didapat Yosef atas dugaan aniayaan yang dilakukan aparat kepolisian Lembata (Dok. Andreas)

“Sampai di sana, tangan dia terikat, dia sudah berlutut di tanah, badan penuh tanah, luka berdarah di pelipis kanan. Ada luka di siku kanan, dan dia waktu itu hanya terduduk diam,” ucap Andreas.

Satu aparat polisi di situ menyebut, Yosef terjatuh sehingga mengalami luka-luka tersebut. Andreas tak percaya akan alibi yang disampaikannya.

Yosef lalu dibawa ke RSUD Lewoleba untuk divisum.

Baca Juga: Polisi Dalami Jaringan Narkoba di Kota Kupang

Andreas kemudian langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lembata.

Dwi Handono Prasanto, Kapolresta Lembata saat dikonfirmasi KatongNTT membenarkan jika telah menerima laporan dari keluarga korban tentang dugaan penganiayaan oleh aparat polisi.

“Namun sampai saat ini tidak ada saksi yang menyaksikan langsung. Saat ini sedang diselidik oleh reskrim Polres Lembata kepastiannya.” jelas Dwi. *****

Tags: #flores#Lembata#ODGJdianiayaPolisi#OknumPolisi#Polisi#polisianiayaODGJ
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

by KatongNTT
10 Maret 2026
0

Siapa yang tidak kenal sepak bola, jenis olahraga paling populer seantero Indonesia bahkan dunia. Untuk merayakan Hari Perempuan Internasional pada...

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

by Yanti Mesak
19 Februari 2026
0

Komunitas Lakoat Kujawas adalah salah satu komunitas yang berada di Desa Taiftop, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati