Polisi Dalami Jaringan Narkoba di Kota Kupang

Kupang – Kepolisan daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) sedang mendalami jaringan narkoba yang masuk ke Kota Kupang. Penangkapan terhadap 3 orang karyawan menjadi pintu masuk mengungkap jaringan tersebut.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Ariasandy kepada KatongNTT, Rabu (9/11/2022) menjelaskan 3 orang yang ditangkap sedang diperiksa. Dalam pemeriksaan, pihak kepolisian fokus mencari tahu dari mana narkoba didapatkan.

Hasil pendidikan itu, kata Ariasandy, akan mengungkapkan jaringan peredaran narkoba di Kota Kupang. Kemudian siapa saja yang terlibat dalam jaringan tersebut.

“Yang jelas, penyidik pasti mendalami narkoba ini dapat dari mana, disalurkan kepada siapa saja,” ujar Ariasandy.

Baca juga : Kronologi Polda NTT Tangkap 3 Karyawan Diduga Pemakai Narkoba

Ketua DPD Garda Mencegah dan Mengobati (GMDM) NTT, Pendeta Otniel Dhanny Liu prihatin dengan peredaran narkoba di Kota Kupang. Kondisi ini dinilai berpotensi merusak masa depan anak muda NTT jika tidak segera diberantas.

Dhanny mempertanyakan sistem pengawasan di pintu-pintu masuk ke NTT, baik jalur laut, darat maupun udara.

“Kalau melalui bandara atau paket kiriman ekspedisi maka itu adalah titik lemah kita,” jelas Dhanny.

Baca juga: Temuan Narkoba di Alak, 3 Karyawan Belum Berstatus Hukum

Dhanny meminta jaringan peredaran narkoba di NTT ini diberantas. Ia menduga, penyebaran narkoba sudah menjalar hingga ke masyarakat namun tidak terdeteksi.

“Kita harus sepakat bahwa narkoba adalah kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) yang butuh penanganan luar biasa juga,” kata Dhanny.

“Karena itu kami minta aparat penegak hukum untuk menindak dengan tegas semua yang terlibat tanpa pandang bulu,” tegasnya.*****

Baca juga : Cegah Bahaya Narkoba, Pengurus Relawan GMDM NTT Dilantik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *