• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Senin, Mei 18, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Semua Puskesmas dan Posyandu di NTT Terima Alat USG dan Antropometri Tahun 2023

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Perempuan dan Anak
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Presiden Jokowi berkunjung ke rumah keluarga yang memiliki anak stunting, di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten TTS (Twitter Jokowi)

Presiden Jokowi berkunjung ke rumah keluarga yang memiliki anak stunting, di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten TTS (Twitter Jokowi)

0
SHARES
213
VIEWS

Jakarta – Pemerintah tengah melakukan pemeringkatan skala prioritas bagi daerah yang membutuhkan bantuan alat kesehatan (alkes). Semua Puskesmas dan Posyandu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ditargetkan sudah menerima alat ultrasonografi (USG) dan antropometri pada tahun 2023.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan itu di laman kemenkopmk.go.id  pada Rabu, 25 Januari 2023 yang dikutip KatongNTT.com.

BacaJuga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

10 Maret 2026

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

19 Februari 2026

“Kita sedang melakukan pemeringkatan skala prioritas bagi daerah yang membutuhkan bantuan,” kata Menko Muhadjir.

Baca juga: Jokowi Sebut Uang Banyak Tidak Mengatasi Stunting

Selain itu, pihaknya juga mendorong program pelatihan yang terus diintensifkan kepada para petugas yang bekerja di lapangan. Sehingga data yang menjadi acuan pelaksanaan kebijakan tidak berbeda jauh. Hal itu seiring dengan banyak inovasi yang telah dilakukan melalui perubahan mindset dari masyarakat terkait pentingnya pola hidup sehat. Sehingga inovasi harus ditingkatkan dengan salah satunya  memanfaatkan sumber makanan lokal.

Menteri Muhadjir menargetkan pada 2023 semua puskesmas dan posyandu di Provinsi NTT sudah menerima alat USG dan antropometri. Penegasan itu ketika Muhadjir  mengadakan Roadshow Dialog Stunting dan Kemiskinan Esktrim Menko PMK untuk Provinsi NTT secara daring pada Selasa, 24 Januari 2023.

Pada Roadshow kali ini hadir Pemkot  Kupang, serta pemda kabupaten Kupang, Belu, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Flores Timur,  Lembata,  Manggarai, Manggarai Barat, dan  Sabu Raijua.

“Target kita tahun ini untuk Provinsi NTT tidak ada lagi puskemas yang kekurangan alat USG serta tidak ada lagi Posyandu yang belum mendapatkan antropometri,” kata Muhadjir.

Berdasarkan data Studi Survei Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi angka stunting NTT pada tahun 2021 sebesar 37,8 persen. Angka tersebut menjadikan Provinsi NTT sebagai penyumbang tertinggi anak stunting di Indonesia.

Baca juga: Mimo, Susu Kelor Produksi Warga Kota Kupang Jadi Asupan Mengatasi Stunting

Sedangkan untuk data kemiskinan ekstrim sendiri, Provinsi NTT memiliki lima kabupaten prioritas dengan total jumlah rumah tangga miskin ekstrim sebesar 89.410 Kepala Keluarga. Jumlah tersebut tersebar di lima kabupaten, yakni Sumba Timur,  Timor Tengah Selatan, Rote Ndao, Sumba Tengah, dan Manggarai Timur.

Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus M Saek menjelaskan, terdapat beberapa masalah yang dihadapi terkait dengan upaya penurunan stunting dan kemiskinan ekstrim.

“Yaitu kurangnya kesadaran dari keluarga stunting serta masyarakat penerima Bantuan Langsung Tunia (BLT). (Bantuan ke) masyarakat cenderung dibelanjakan ke barang yang sifatnya destruktif, seperti membeli rokok,” ujarnya.

Permasalahan lain yang tak kalah penting terkait masih kurang tersebarnya ultrasonografi (USG).  Dengan alat pendeteksi kehamilan ini diharapkan bisa mengetahui lebih dini kondisi janin. Termasuk penanganan bila ada gejala stunting.

Baca juga: Kemenkes Bakal Terapkan di NTT Strategi Sumedang Turunkan Angka Stunting

Kemudian alat antropometri juga masih cukup kurang tersedia di Posyandu wilayah  NTT. Alat ini berfungi sebagai alat ukur dimensi, berat, volume pada tubuh manusia atau pertumbuhan tubuh balita. Hasil pengukuran alat ini sebagai indikasi mengetahui asupan gizi pada anak.

Selain itu, cakupan ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak bagi rumah tangga perlu dioptimalkan lagi. Pemerintah kabupaten/kota di wilayah Provinsi NTT terus melakukan berbagai inovasi dalam pengentasan kemiskinan ekstrim dan penurunan angka stunting.

Demikian juga Bupati Malaka Simon Nahak mengutarakan inovasi berupa pelaksanaan berbagai program seperti Program Keluarga Malaka Mandiri (PK2M) dan Gerakan Elminiasi Masalah Anak Stunting (GEMAS).

Ia juga berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat terkait bantuan akses permodalan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Begitu juga akses terhadap layanan dasar seperti penyediaan air bersih, sanitasi layak, dan penyediaan internet. (K-2)

Tags: #AlatUSG#alkes#Antropometri#MenteriKoordinatorBidangPembangunanManusiadanKebudayaan#MuhadjirEffendy#NTT#PosyanduNTT#PuskesmasNTT#stuntingntt
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

by KatongNTT
10 Maret 2026
0

Siapa yang tidak kenal sepak bola, jenis olahraga paling populer seantero Indonesia bahkan dunia. Untuk merayakan Hari Perempuan Internasional pada...

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

by Yanti Mesak
19 Februari 2026
0

Komunitas Lakoat Kujawas adalah salah satu komunitas yang berada di Desa Taiftop, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati