• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, April 15, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis Industri Pariwisata

Bau Monopoli Maskapai di NTT, Ini Respons ASITA

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Industri Pariwisata
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Keterangan untuk boarding di Bandara El Tari di Kota Kupang Provinsi NTT (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

Keterangan untuk boarding di Bandara El Tari di Kota Kupang Provinsi NTT (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

0
SHARES
81
VIEWS

Kupang – Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) menyebut ada berbagai perhitungan yang dilakukan pihak maskapai sebelum beroperasi di NTT.

Begitu pula dengan maskapai yang sudah beroperasi di NTT. Maskapai tersebut akan membuat berbagai pertimbangan untung dan rugi bila menambah rute penerbangan di wilayah intra NTT.

BacaJuga

Komodo adalah salah satu ikon dalam logo Provinsi NTT yang terbentuk tahun 1958. DPR baru saja mensahkan UU Provinsi NTT bersama empat Provinsi lain (KSDAE-Kementerian Lingkungan Hidup)

J Trust Bank, TATA dan IHG Bangun Crowne Plaza Labuan Bajo

17 Oktober 2023
Suasana di satu sudut kawasan wisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat awal Maret 2023. (Rita Hasugian-KatongNTT.com)

Ironi di Labuan Bajo: Investor Luar Menikmati, Masyarakat NTT Nyaris Tak Punya Peran

24 Maret 2023

Ketua ASITA NTT, Abed Frans, menyampaikan hal ini saat dihubungi, Kamis 2 Februari 2023 untuk dimintai tanggapan tentang peluang menambah maskapai beroperasi di NTT.

Tentunya lebih baik ada beberapa maskapai agar jalur penerbangan di NTT tidak didominasi maskapai tertentu. Namun begitu, menurut Abed, secara bisnis hal ini memerlukan perhitungan besar.

Baca juga: Monopoli Maskapai Diduga Penyebab Tiket Pesawat ke NTT Mahal  

“Tergantung rute tentunya. Maskapai juga tentunya terus memantau pergerakan orang pada tiap-tiap daerah. Mereka akan dengan sendirinya membuka atau menambah rute apabila dianggap sudah cukup mendapat keuntungan tentunya,” kata Abed.

Begitu juga sebaliknya, lanjut Abed, maskapai akan menutup atau mengurangi rute apabila dianggap tidak cukup memberi pemasukan apalagi jika malah menimbulkan kerugian.

Sebelumnya, Abed mengharapkan harga tiket pesawat dapat kembali terjangkau seiring dengan turunnya harga avtur dan kasus Covid-19.

Ia meminta agar hal ini diperhatikan kendati maskapai yang beroperasi di wilayah Provinsi NTT tidak banyak. Ditambah lagi intensitas operasinya juga sudah berkurang akibat pandemi.

“Maskapai yang beroperasi di NTT memang saat ini tidak sebanyak dulu. Entahlah, mungkin imbas Covid-19 kemarin yang memaksa mereka juga untuk merampingkan rute yang ada. Belum lagi ditambah alasan kenaikan harga avtur,” sebutnya,

Tentunya kondisi ini pun berimbas pada harga tiket, kata dia, hingga ujung-ujungnya tidak dapat dijangkau oleh banyak masyarakat.

“Apalagi kita semua juga saat ini baru kembali menata usaha masing-masing yang tentunya mengharapkan harga tiket bisa dijangkau,” tambahnya lagi.

Baca juga: KADIN NTT ke Dili Bahas Bebas Visa dan Buka Jalur Pelayaran Baru

Dampaknya adalah bagi perjalanan wisata, terlebih lagi bagi masyarakat yang ekonominya belum begitu pulih. Sementara untuk perjalanan bisnis dinilainya tidak begitu terpengaruh.

“Karena yang namanya bisnis ya tetap harus terbang berapapun harga tiket itu,” kata dia.

Berbagai maskapai belakangan ini memang diakuinya menurunkan harga tiket pesawat dari NTT ke daerah di luar NTT.

Untuk penerbangan intra NTT sendiri terpantau masih tinggi terpaut di atas Rp 1 juta. Misalnya pada penerbangan kelas ekonomi Kupang – Maumere pada 4 Februari 2023.

“Mungkin ini strategi bisnis maskapai atau apa lah, intinya kita saat ini juga perlu pintar memantau harga tiket,” ujar Abed.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT Isyak Nuka menyebut tidak banyak maskapai penerbangan yang beroperasi di wilayah Provinsi NTT selain milik Lion Air Group.

Hal ini yang kemudian mempengaruhi harga tiket pesawat apalagi setelah harga avtur melambung tinggi. Saat harga tiket rute penerbangan lain turun pun untuk penerbangan dalam NTT diduga akan sukar mengikuti harga avtur.

“Saya menduga mahalnya harga tiket pesawat intra NTT dibandingkan di luar NTT dikarenakan tidak adanya pesaing dari operator penerbangan yang lain,” sebut Isyak saat dihubungi Kamis 26 Januari 2023.

Baca juga: Kisah Elisabet Ninef Lepas dari Jeratan Jejaring Perdagangan Orang NTT ke Malaysia

Untuk intra NTT memang hanya dikuasai Wings Air yang menerbangi 13 bandara dari total 15 bandara yang ada di NTT.

“Sedangkan Citilink tidak menerbangi ke semua bandara,” lanjutnya.

Kondisi ini memang berbeda dengan lalu lintas udara di luar Provinsi NTT yang mana terdapat banyak sekali operator penerbangan.

“Sehingga ada banyak pilihan bagi konsumen,” ujar Isyak.

Di samping itu persaingan ini membuat operator penerbangan harus kompetitif merebut penumpang. Dengan demikian harga tiket bisa menjadi murah.

“Kalau di suatu wilayah hanya dikuasai satu maskapai, maka ada kecenderungan tiket pesawat menjadi mahal karena dimonopoli satu maskapai saja,” ungkapnya.

Sementara Humas Bandara El Tari Kupang, Devi Budihandayani, menginformasikan adanya 8 Maskapai penerbangan yang saat ini beroperasi di Bandara El Tari Kupang.

Tags: #ASITA#BandaraElTari#Citilink#DinasPerhubunganNTT#Hargatiketpesawat#LionAirGroup#monopoli#NTT
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Komodo adalah salah satu ikon dalam logo Provinsi NTT yang terbentuk tahun 1958. DPR baru saja mensahkan UU Provinsi NTT bersama empat Provinsi lain (KSDAE-Kementerian Lingkungan Hidup)

J Trust Bank, TATA dan IHG Bangun Crowne Plaza Labuan Bajo

by Tim Redaksi
17 Oktober 2023
0

Jakarta - MMS Land anak usaha MMS Group Indonesia mengadakan Partnership Agreement Signing proyek Crowne Plaza di Labuan Bajo, Nusa...

Suasana di satu sudut kawasan wisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat awal Maret 2023. (Rita Hasugian-KatongNTT.com)

Ironi di Labuan Bajo: Investor Luar Menikmati, Masyarakat NTT Nyaris Tak Punya Peran

by Rita Hasugian
24 Maret 2023
0

Peran pengusaha dan pemasok lokal di Labuan Bajo tidak berkembang besar kendati banyak investor masuk ke daerah itu.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati