• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 30, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Praktisi: Orang Tua Bisa Buat Petisi Tolak Sekolah Subuh atau Jalur Hukum

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Linus Lusi berbicara dengan para siswa sekolah subuh di SMAN 6 Kupang, Selasa, 28 Februari 2023. (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Linus Lusi berbicara dengan para siswa sekolah subuh di SMAN 6 Kupang, Selasa, 28 Februari 2023. (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

0
SHARES
105
VIEWS

Kupang – Petisi penolakan sekolah subuh dapat dilayangkan kepada Pemerintah Provinsi NTT oleh para orang tua. Praktisi pendidikan Universitas Nusa Cendana (Undana), Marsel Robot, menyebut orang tua yang keberatan dapat menempuh jalur hukum atau membuat petisi seperti itu.

“Masyarakat mempunyai kebebasan, bisa mengajukan ke DPRD, mengajukan ke pengadilan, tergantung dari masyarakat yang merasa dirugikan dari masalah ini,” kata Marsel, Sabtu 4 Februari 2023.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Marsel yang juga Kepala Pusat Studi Budaya dan Pariwisata Undana mengatakan, petisi ini sebagai upaya protes terhadap aturan jam masuk sekolah yang tanpa kajian itu.

“Bisa buat petisi yang berusaha dapat mencabut kembali sebelum ada aturan soal riset yang berkaitan dengan ini,” ujarnya.

Ia berpandangan negara maju dengan mutu pendidikan yang tinggi seperti Finlandia patut dijadikan contoh. Pemerintah perlu memperhitungkan aspek etika dan budi pekerti para murid, bukannya memacu kompetisi dengan nilai akademik.

“Peradaban akademik tidak ditentukan dari jam berapa mereka masuk. Tetapi bagaimana sekolah meningkatkan kualitas dari 8 standar pendidikan yang ada, meskipun itu belum cukup,” ucap Marsel.

Baca juga: Kepala SMAN 6 Kupang Surati Orang Tua Berdalih Sekolah Subuh untuk Rehab Kelas

Selain itu waktu tidur ideal untuk remaja adalah selama 8 jam. Kebutuhan anak akan terganggu akibat adanya aturan yang tidak mempunyai dasar sama sekali ini.

“Anak bisa depresi dan tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik,”ujarnya.

Komisi X Anggota DPR RI, Anita Gah, juga menyesalkan aturan masuk sekolah jam 5.30 Wita. Pemerintah NTT dimintanya untuk meningkatkan mutu sekolah, bukannya memaksa anak seperti ini.

“Kurang bijaksana dan harusnya melihat kondisi NTT. Katanya juga dua sekolah ini dipilih pun karena unggul. Lho tugasnya Pak Gubernur kan untuk buat semua sekolah di NTT unggul,” jelasnya.

Untuk meningkatkan mutu pendidikan, kata dia, harusnya dimulai dari tenaga pendidik terlebih dahulu. Kompetensi dan kesejahteraan guru yang awalnya perlu diperhatikan oleh Pemerintah NTT.

Baca juga: Cerita Siswa Masuk Sekolah Subuh, dari Jalan Kaki 8 Km Hingga Takut Jalanan Sepi

“Karena mereka yang mencerdaskan orang bodoh di negeri ini,” tukas Anita.

Infrastruktur, maupun sarana dan prasarana pendidikan juga harusnya diperhatikan. Setelahnya baru diikuti dengan peningkatan kualitas belajar anak

“Harus ada jaminan bagi guru mengajar dengan baik, didukung dengan fasilitas yang baik. Kalau itu tercapai maka kualitas pendidikan akan mengikuti,” kata Anita di Kantor Gubernur NTT, Jumat 2 Maret 2023.

Anita juga sempat memarahi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi, dalam rapat yang diikuti Sekda NTT Yohanna Lisapally. Linus saat itu melarang guru-guru honorer melayangkan petisi akibat dirinya tidak membuka formasi bagi guru yang telah lulus passing grade P1 2021. (Putra Bali Mula)

Tags: #GubernurNTT#KepalaDinasPendidikandanKebudayaanNTT#LinusLusi#MarselRobot#PetisiTolakSekolahSubuh#SekolahSubuh#ViktorBungtilluLaiskodat
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati