• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, April 21, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Gubernur NTT Mengaku Tidak Tahu ASN Dinas Pendidikan Masuk Kerja Subuh

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ASN Dinas pendidikan dan Kebudayaan NTT mendapatkan arahan saat berkumpul di depan kantor. (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

ASN Dinas pendidikan dan Kebudayaan NTT mendapatkan arahan saat berkumpul di depan kantor. (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

0
SHARES
30
VIEWS

Kupang – Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat tidak tahu mengenai pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT  masuk kerja mulai jam 05.30 WITA.

Menurut Pelaksana tugas (Plt) Sekda NTT, Yohanna Lisapally, Gubernur NTT yang telah berangkat ke Sumba Barat tidak mengetahui jam kerja baru di dinas tersebut. Gubernur NTT tidak mengeluarkan kebijakan seperti itu.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

“Pak Gubernur tidak mengeluarkan kebijakan berkaitan dengan ASN berkantor jam 5 pagi. Itu mungkin ya, saya belum berkoordinasi dengan dinas, kebijakan berkaitan dengan evaluasi,” kata Yohanna Selasa 7 Maret 2023.

Baca juga: Gubernur NTT Ngotot Sekolah Subuh, Praktisi Pendidikan: Siswa Jadi Kelinci Percobaan

Yohanna Lisapally menyampaikan ini dalam konferensi pers di Kantor Gubernur NTT. Ia menegaskan agar dinas lainnya tidak perlu mengikuti penerapan seperti itu.

“Tidak diperlukan untuk semua. Hanya yang ditugaskan saja,” tukasnya.

Yohanna menduga dinas pendidikan sedang menyesuaikan dengan penerapan jam sekolah 05.30 WITA yang berjalan beberapa waktu belakangan ini. Masuknya pegawai Dinas Pendidikan  lebih awal ini telah berlangsung sejak 6 Maret 2023.

Ia juga menyinggung soal evaluasi yang nantinya dilakukan dinas tersebut terhadap penerapan sekolah 05.30 WITA ini.

Menurut Yohanna, Dinas Pendidikan NTT sebagai pelaksana dan pengevaluasi sekolah 05.30 WITA perlu menerapkan aturan.

Baca juga: Linus Lusi Sebut Firman Tuhan Soal Keamanan Siswa Masuk Sekolah Subuh

Perihal ada tidaknya tunjangan atas kelebihan jam kerja lebih dari 8 jam ini pun tampaknya tidak ditanggapi serius oleh Pemerintah NTT.

“Kami mengabdi sungguh-sungguh untuk bangsa dan negara. Dibayar puji Tuhan, tidak dibayar pun tidak apa-apa. Untuk kemajuan NTT,” ujar Yohanna.

Sikap yang sama ditunjukkan Kepala Dinas Pendidikan NTT, Linus Lusi saat ditanya mengenai keamanan, kajian saintifik dan restu orang tua karena penerapan sekolah jam 05.30 WITA yang tiba-tiba itu.

Sikap serupa ditujukannya saat menerapkan jam masuk kerja di dinas lebih dini. Di saat yang sama ia mengakui tidak berwenang dengan kompensasi atas kerja lebih dari 10 jam.

Menurutnya, ASN di Dinas Pendidikan NTT  sudah bekerja sesuai tugas dan pelayanannya.

“Tidak perlu. Uang tambahan itu bukan wewenang saya. Tapi kerja menghasilkan duit,” pungkas Linus. (Putra Bali Mula)

Tags: ##ASN#GubernurNTT#Jammasukkerja
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati