Kupang – Nama Franciscus Xaverius Seda atau Frans Seda belum resmi terdaftar sebagai pahlawan nasional yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo tahun 2023 ini.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yosef Rasi, membenarkan ini saat dihubungi Kamis 9 November 2023.
Dengan begitu nama tokoh yang terlibat dalam kepemerintahan 5 presiden Indonesia ini akan menjadi agenda usulan Gubernur NTT di tahun berikutnya.
Baca juga : Usulan Frans Seda Jadi Pahlawan Nasional Masih Dikaji
“Belum ditetapkan. Kita tetap memperjuangkan dalam usulan kita ke depannya di tahun 2024 dan seterusnya karena Pak Frans ini secara administrasi, dokumentasi, juga karyanya itu sudah dipandang layak dan memenuhi syarat,” jelas Yos.
Pada prinsipnya, lanjut dia, dokumen milik tokoh nasional kelahiran 4 Oktober 1926 di Maumere ini sudah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
“Hanya harus terus diusulkan terus supaya itu bisa menjadi agenda nasional bahwa ini benar-benar diperjuangkan oleh masyarakatnya untuk menjadi pahlawan nasional karena kontribusinya baik kepada daerah maupun nasional,” tukas Yos.
Baca juga : Dokumen Usulan Frans Seda Sebagai Pahlawan Nasional Diterima Kemensos
Nama Frans Seda sendiri pernah gemilang saat menjabat Menteri Keuangan Indonesia periode 1966-1968. Ia saat itu mampu menekan hiperinflasi yang terjadi pada masa orde lama dan berdampak ke orde baru.
Sebelumnya Frans Seda juga sudah diusulkan untuk menjadi pahlawan nasional pada 2012. Saat itu perihal naskah akademik yang menjadi kendala. Kemudian 11 tahun setelahnya diusulkan lagi yaitu 2023 ini.
“Sebagai warga NTT kita tidak boleh merasa kecewa, tidak perlu merasa kehilangan tapi berharap dan berjuang untuk mengusul kembali almarhum agar diproses menjadi pahlawan nasional,” harapnya.
Baca juga : Sri Mulyani Kagumi Frans Seda, Konseptor Anggaran Berimbang APBN
Nama-nama yang akhirnya dikukuhkan Presiden Jokowi sebagai pahlawan nasional, sebut Yos, adalah para tokoh yang sejak lama direkomendasikan dan terus diusulkan daerahnya masing-masing hingga terakomodir tahun ini.
Pahlawan nasional yang ditetapkan tahun ini ialah Ida Dewa Agung Jambe dari Bali, Bataha Santiago dari Sulawesi Utara, Mohammad Tabrani dari Jawa Timur, Ratu Kalinyamat dari Jawa Tengah, Kiai Haji Abdul Chalim dari Jawa Barat, dan Kiai Haji Ahmad Hanafiah dari Lampung.
Sebagai informasi, Dewan Gelar dan Tanda Kehormatan yang diketuai Prof Mahfud MD telah mengusulkan sejumlah nama calon pahlawan nasional termasuk Frans Seda, Mochtar Kusumaatmadja, Inggit Ganarsih dan tokoh-tokoh lainnya.
Baca juga : Dua Kali Frans Seda Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Suara Masyarakat Menentukan
Presiden Joko Widodo pun akhirnya memutuskan untuk menetapkan 6 orang pahlawan nasional yang sebagian berasal dari zaman pra kemerdekaan bahkan dari masa VOC.
“Tapi semua dokumen dan persyaratan yang diperlukan sudah terpenuhi,” kata Philips Gobang selaku Ketua Panitia Pengusul Penganugrahan Gelar Pahlawan Nasional Fransiskus Xaverius Seda. ***




