• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Dokumen Usulan Frans Seda Sebagai Pahlawan Nasional Diterima Kemensos

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Dokumen Usulan Frans Seda Sebagai Pahlawan Nasional Diterima Kemensos

Tim daerah dan Panitia Pengusul Penganugrahan Gelar Pahlawan Nasional Fransiskus Xaverius Seda saat akan menyerahkan dokumen di Kemensos. (Dok Dinsos NTT)

0
SHARES
54
VIEWS

Kupang – Dokumen usulan nama Frans Seda sebagai pahlawan nasional telah sampai ke Kementerian Sosial (Kemensos). Dokumen ini berupa 5 buku yang dicetak masing-masing 17 eksemplar. Seluruhnya dibawa oleh perwakilan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi NTT dan Dinsos Kabupaten Sikka.

“Hari ini staf saya, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Kepala Seksi termasuk dengan Kepala Dinas Sosial Sikka sudah sampai di Kementerian Sosial. Mereka menyerahkan seluruh dokumen administrasi,” kata Kepala Dinsos Provinsi NTT Yosef Rasi di Kupang, Senin (27/3/2023).

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Dia menjelaskan mengenai lima buku yang juga disebut buku satu hingga buku lima. Buku satu mengenai seluruh proses dan administrasi persyaratan yang diberlakukan. Buku ini mengenai usulan ke kepala dinas, rapat tim, juga seluruh hasil notulen dan lainnya.

Baca : Frans Seda Layak Dianugerahi Pahlawan Nasional

Untuk buku dua mengenai substansi yaitu riwayat hidup dan riwayat perjuangan. Sementara buku tiga mengenai biografi yang dibuat dalam bentuk naskah akademis yang pada 2012 lalu dikembalikan. “Karena saat itu belum memenuhi syarat,” ujarnya.

Buku empat sendiri memuat hasil seminar yang diselenggarakan sebanyak empat kali yang sebelumnya berlangsung di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero, Universitas Nusa Nipa Maumere, Universitas Katolik Widya Mandira dan Universitas Katolik Atma Jaya.

Buku kelima sendiri menjadi pendukung seluruh dokumen yang berisikan piagam penghargaan, jasa, hasil karya tulisan Frans Seda. Terdapat 16 judul buku yang ditulis oleh mendiang Frans Seda.

“Hari ini kita serahkan semua ke sana,” sambung Yos.

Pengusulan ke Kemensos ini dilakukan lebih cepat dari batas waktu yaitu 31 Maret 2023 ini. Yos menerangkan dokumen administrasi yang dibawa sudah sangat komplit. Tanda bukti pendaftaran kembali nama Frans Seda sebagai pahlawan juga sudah diperoleh.

Baca : Frans Seda Pahlawan Nasional Penjembatan Budaya, Politik, dan Agama

Ia menjelaskan ada beberapa kategori dalam pengusulan nama pahlawan yaitu kategori ditolak, ditunda dan juga memenuhi syarat. Untuk usulan nama Frans Seda sebagai pahlawan adalah pada kategori memenuhi syarat.

Setelah pengusulan dari daerah ini sampai ke Kemensos maka pada April nantinya akan diagendakan dirapatkan lagi oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat. Rapat ini membahas semua tokoh yang diusulkan sebagai pahlawan nasional dari daerah lainnya di Indonesia.

“Waktu kita konfirmasi dan koordinasi dengan pusat, di tahun 2023 ada 30 nama yang diusulkan menjadi calon pahlawan nasional. Ada 17 nama yang diusulkan kembali sedangkan sisanya usulan baru,” lanjutnya menjelaskan.

Lalu di Agustus nanti barulah Menteri Sosial mengusulkan nama-nama yang lolos kepada Presiden Joko Widodo. Setelah itu bila disetujui maka pada 10 November 2023 akan ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Baca : Dua Kali Frans Seda Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Suara Masyarakat Menentukan

“Saya harus mengatakan pasti jadi karena hasil koordinasi kita dengan teman-teman Jakarta disampaikan bahwa administrasi ini yang ditunggu,” ungkap dia.

Pemprov NTT, publik dan media juga sangat mendukung ini. Untuk itu Yos berharap publik dalam mendukung nama Frans Seda karena jasanya terhadap negara dan daerah.

Nama Frans Seda sendiri pernah diusulkan pada 2012 lalu namun belum mendapatkan persetujuan karena beberapa kendala. Selain naskah akademis, ada kendala beberapa piagam  penghargaan milik Frans Seda yang belum bisa dipastikan secara hukum.

“Kita sudah siapkan dengan baik kali ini sehingga tim bisa mempertanggungjawabkannya,” lanjut Yos.

Baca : Sri Mulyani Kagumi Frans Seda, Konseptor Anggaran Berimbang APBN

Nama lengkap mantan Menteri Keuangan  (Menkeu) ini adalah Franciscus Xaverius Seda. Ia tercatat sebagai seorang yang mampu menjinakkan hiperinflasi saat dua tahun menjabat yaitu pada 1966-1968 di masa orde baru.

Ia diangkat Presiden Soeharto pada 28 Juli 1966 sebagai Menteri Keuangan pada Kabinet Ampera I.

Semasa jabatannya itu tokoh yang lahir di Maumere pada 4 Oktober 1926 ini menekan gejolak inflasi yang fenomenal itu secara drastis yaitu dari 650 persen menjadi 112 persen. Angka ini yang nantinya turun lagi ke 9 persen.

Frans Seda juga yang mendorong terbentuknya Bank Pembangunan Daerah atau BPD di seluruh provinsi di Indonesia.

Menkeu Sri Mulyani dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo juga dalam beberapa kesempatan mengaku kagum dengan Frans Seda sebagai generasi pertama teknokrat Indonesia.

Yos juga menyebut saat Frans menjabat sebagai Menteri Perhubungan pun memprakarsai adanya jalur perintis atau yang sekarang disebut Tol Laut. Tujuannya untuk membuka daerah yang terisolir dari daerah lainnya.

“Frans Seda itu seorang yang visioner atau orang yang mampu berpikir dampak panjang bukan saja pada generasi ini tapi generasi yang akan datang. Itu luar biasa,” terang Yos. (Putra Bali Mula)

Tags: #FransSeda#Kemensos#Pahlawan
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati