Bekuk Sebut Kapolres Lembata Lindungi Pelaku Penganiayaan ODGJ

Yoseph Ledjar menyatakan langkah lamban polres Lembata dalam menangani kasus ini patut diduga adanya upaya melindungi anggota polisi yang terlibat.

Aksi Bekuk di Polres Lembata, NTT atas kasus penganiayaan ODGJ yang diduga dilakukan oleh polisi (Dok. Bentaranet)

Aksi Bekuk di Polres Lembata, NTT atas kasus penganiayaan ODGJ yang diduga dilakukan oleh polisi (Dok. Bentaranet)

Lembata – Bentara Kemanusiaan Untuk Keadilan (Bekuk) Lembata, hari ini melakukan aksi di depan Polres Lembata atas kasus yang menimpa Yosef Lejap, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang diduga dianiaya segerombolan polisi.

Setelah dianiaya pada Selasa, 27/12/2022, kasus Yosef hingga kini masih dalam penyelidikan.

Baca Juga: Aparat Polisi Diduga Aniaya ODGJ di Lembata

Kepala koordinator Bekuk, Yoseph Ledjar menyatakan langkah lamban polres Lembata dalam menangani kasus ini patut diduga adanya upaya melindungi anggota polisi yang terlibat.

“Kami turun untuk menuntut polres Lembata segera memproses kasus pengeroyokan terhadap ODGJ Bala (Yosef) Ledjap. Sudah dua minggu tapi kasus ini tidak bergerak. Meski dari pihak korban sudah mengajukan 11 orang saksi,” jelas Yoseph saat dihubungi pada Senin, 9/1/2023.

11 saksi yang telah diajukan, menurut Yosef telah menyebutkan nama para polisi yang terlibat. Pun telah diketahui oleh beberapa polisi senior.

Namun para polisi yang diduga terlibat penganiayaan ODGJ masih bebas. Ini menunjukkan arogansi aparat penegak hukum.

Bekuk menduga, satu pelaku ialah ajudan kapolres sehingga kasus ini seolah-olah diperlambat.

Menanggapi ini, Kapolresta Lembata, Dwi Handoko Prasanto mengatakan, lambannya proses penyelidikan oleh karena minimnya pekerja yang tersedia.

“Reskrim kita anggotanya sedikit sekali. Perkara juga masih banyak. Saksi juga banyak sekali. Kalian tidak usah khawatir, semua akan kami proses sesuai aturan,” jelas Dwi pada awak media.

Baca Juga: Penganiayaan ODGJ, Satu Polisi Disebut Minta Maaf atas Ulah Rekannya

Kepada KatongNTT Dwi mengatakan saat ini belum terbukti jika ajudannya menjadi salah satu pelaku.

ia mengatakan belum ditetapkan tersangka oleh karena belum cukup bukti

“Kalau itu (dugaan ajudannya adalah pelaku) kayaknya salah deh. Karena saksi baru menunjuk orang lain. Dan itu pun masih harus dibuktikan lagi.” Ujar Dwi. *****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *