• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Bekuk Sebut Kapolres Lembata Lindungi Pelaku Penganiayaan ODGJ

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Perempuan dan Anak
Reading Time: 1 min read
A A
0
Aksi Bekuk di Polres Lembata, NTT atas kasus penganiayaan ODGJ yang diduga dilakukan oleh polisi (Dok. Bentaranet)

Aksi Bekuk di Polres Lembata, NTT atas kasus penganiayaan ODGJ yang diduga dilakukan oleh polisi (Dok. Bentaranet)

0
SHARES
52
VIEWS

Lembata – Bentara Kemanusiaan Untuk Keadilan (Bekuk) Lembata, hari ini melakukan aksi di depan Polres Lembata atas kasus yang menimpa Yosef Lejap, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang diduga dianiaya segerombolan polisi.

Setelah dianiaya pada Selasa, 27/12/2022, kasus Yosef hingga kini masih dalam penyelidikan.

BacaJuga

Para perempuan kampung Ansok, dusun Balai Temenggung, Desa Benua Kencana, Sintang, Kalimantan Barat mengolah makanan hasil dari kebun mereka. (Dok. Magdalene.co)

Belajar Mandiri Pangan dan Merawat Hutan dari Perempuan Ansok

15 Agustus 2026
Tanda bahaya gas hidrogen sulfida (H2S) di sekitar kawah. (Dok.Magdalene.co)

Laporan Khusus Magdalene dari 3 Proyek Geotermal: Perempuan Menanggung Dampak Terbesar

8 Juli 2026

Baca Juga: Aparat Polisi Diduga Aniaya ODGJ di Lembata

Kepala koordinator Bekuk, Yoseph Ledjar menyatakan langkah lamban polres Lembata dalam menangani kasus ini patut diduga adanya upaya melindungi anggota polisi yang terlibat.

“Kami turun untuk menuntut polres Lembata segera memproses kasus pengeroyokan terhadap ODGJ Bala (Yosef) Ledjap. Sudah dua minggu tapi kasus ini tidak bergerak. Meski dari pihak korban sudah mengajukan 11 orang saksi,” jelas Yoseph saat dihubungi pada Senin, 9/1/2023.

11 saksi yang telah diajukan, menurut Yosef telah menyebutkan nama para polisi yang terlibat. Pun telah diketahui oleh beberapa polisi senior.

Namun para polisi yang diduga terlibat penganiayaan ODGJ masih bebas. Ini menunjukkan arogansi aparat penegak hukum.

Bekuk menduga, satu pelaku ialah ajudan kapolres sehingga kasus ini seolah-olah diperlambat.

Menanggapi ini, Kapolresta Lembata, Dwi Handoko Prasanto mengatakan, lambannya proses penyelidikan oleh karena minimnya pekerja yang tersedia.

“Reskrim kita anggotanya sedikit sekali. Perkara juga masih banyak. Saksi juga banyak sekali. Kalian tidak usah khawatir, semua akan kami proses sesuai aturan,” jelas Dwi pada awak media.

Baca Juga: Penganiayaan ODGJ, Satu Polisi Disebut Minta Maaf atas Ulah Rekannya

Kepada KatongNTT Dwi mengatakan saat ini belum terbukti jika ajudannya menjadi salah satu pelaku.

ia mengatakan belum ditetapkan tersangka oleh karena belum cukup bukti

“Kalau itu (dugaan ajudannya adalah pelaku) kayaknya salah deh. Karena saksi baru menunjuk orang lain. Dan itu pun masih harus dibuktikan lagi.” Ujar Dwi. *****

Tags: #KapolresLembata#KasusPenganiayaan#ODGJ#Polisi#polisianiayaODGJ#PolisiLembata#polresLembata
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Para perempuan kampung Ansok, dusun Balai Temenggung, Desa Benua Kencana, Sintang, Kalimantan Barat mengolah makanan hasil dari kebun mereka. (Dok. Magdalene.co)

Belajar Mandiri Pangan dan Merawat Hutan dari Perempuan Ansok

by Rita Hasugian
15 Agustus 2026
0

“Kami ndak beli bahan makanan. Hasil ladang ini cukup untuk setahun,” kata Suwandang (51). Akhir Juni lalu, rumahnya ramai. Warga...

Tanda bahaya gas hidrogen sulfida (H2S) di sekitar kawah. (Dok.Magdalene.co)

Laporan Khusus Magdalene dari 3 Proyek Geotermal: Perempuan Menanggung Dampak Terbesar

by KatongNTT
8 Juli 2026
0

 KatongNTT – Aktivitas proyek panas bumi di Bondowoso (Jawa Timur), Mandailing Natal (Sumatera Utara), dan Ngada (Nusa Tenggara Timur)  telah...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati