• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Senin, April 27, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Opini

Belajar dari Elit Politik: Tidak Ada Musuh dan Kawan Abadi, Pendukung Santuy Aja

Oleh: Tonnio Irnawan, Pembaca Buku Sejarah

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Lembata Kurang Kotak Suara, 4 Kabupaten Tunggu Tinta Pemilu

Ilustrasi KPU sedang mempersiapkan logistik untuk Pemilu 2024.

0
SHARES
138
VIEWS

Menjelang Pemilihan presiden 14 Februari 2024 bangsa ini “terpecah” lagi. Ini siklus 5 tahunan.

Tadinya diperkirakan ada dua kelompok yg saling berhadapan Anies vs calon dari PDIP dan Jokowi. Ternyata Ganjar yang dicalonkan PDIP vs Prabowo yang didukung Presiden Jokowi.

Sedangkan Anies anteng-anteng saja menikmati dan mengambil manfaat dari pertarungan Ganjar – Prabowo yang tadinya diharapkan maju dalam satu kubu melawan Anies.

Kubu-kubuan di kalangan kaum pengikut dan pendukung calon presiden, bertahan lama bahkan sampai bertahun – tahun pasca pilpres. Ingat Kampret vs Cebong.

Sebaliknya di kalangan elite politik dan partai pertarungan Ini ibarat sandiwara. Sehabis pilpres dan ketahuan hasilnya, tidak ada dendam kesumat asalkan yang menang tidak temaha dan mau membagi rezeki.

BacaJuga

Konsep Komunio Leonardo Boff dan Relevansinya bagi Komunitas Religius

13 April 2026
Ilustrasi Perdagangan Orang (Jalastoria)

Paradoks Kemiskinan di NTT

8 April 2026

Ini yang dilakukan Presiden Jokowi dengan memberikan dua kursi menteri kepada Gerindra. Setelah itu sang bos Kampret diam bahkan kini menjadi satu kubu di pilpres 2024. Inilah yang disebut keajaiban kursi. Dari lawan menjadi sahabat.

Baca juga: Buruknya Media Para Politisi di Pemilu 2024

Sebaliknya dari kawan sejalan menjadi musuh. Namun di dunia politik Indonesia tak ada musuh bebuyutan yang ada hanyalah musuh bohong – bohongan yang terjadi setiap lima tahun. Di zaman Orba, Megawati harus berhadapan dengan sang mantu Presiden.

Setelah Presiden Orba tumbang, Megawati dan Prabowo satu perahu di Pilpres 2009. Setelah itu keduanya kembali bermusuhan.

FX Rudy pernah jadi wakil Jokowi pada saat Jokowi jadi Walikota Solo dua periode. Kemudian FX Rudy menggantikan posisi Jokowi.

Keduanya bersahabat karena sama-sama wong Solo dan satu kandang banteng. Rudy banyak memuja muji Jokowi .

Baca Juga: Deret Anak-anak Politisi Besar Rebutan Suara di NTT

Empat bulan lalu segalanya berubah total setelah Jokowi tidak betah lagi berada di kandang banteng dan justru ikut terbang dengan burung garuda.

Sejak saat itu mulailah Rudy memperlihatkan ketidaksukaan kepada sahabatnya yang kini dianggap sebagai pengkhianat partai. Kritik dan opini sah – sah saja.

Namun rupanya Rudy sudah berdiri offside dan patut disemprit wasit. Rupanya ia terlalu keras, sehingga tidak saja kebijakan yang diserang juga hal – hal pribadi.

Ini terjadi bukan hanya pada Rudy juga banyak pendukung Jokowi. Demikian juga para buzzer bayaran kini justru berbalik arah.

Baca juga: Sistem Pemilu Terbuka Lebih Demokratis Tapi Sarat Politik Uang

Rupanya si kumis sudah sangat kesal pada mantan atasannya. Semoga si kumis terus konsisten dengan sikapnya tidak menyerah oleh siklus lima tahunan.

Dalam hal ini rakyat kudu meniru “teladan” para elite partai dan politisi : tidak ada musuh dan kawan abadi yang ada adalah politik kursi. Karena di mana ada kursi, ke situlah cuan mengalir. Ah, politikus itu juga manusia sama dengan rakyat jelata : butuh uang dan terlebih lagi kenikmatan duniawi.

Makanya kita para pendukung nggak perlu sampai ribut bela mati-matian gacoan. Kita mati, emangnya para capres mau melayat.

Mereka sudah pada ngopi bareng dan ha ha hu hi. Sedangkan rakyat masih pada musuhan. Santuy aja sambil joget. *****

 

Tags: #FX Rudy#GanjarPranowo#Jokowi#KampretvsCebong#Partaipolitik#pemilu2024#Politikkursi
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Konsep Komunio Leonardo Boff dan Relevansinya bagi Komunitas Religius

by Gerardus Taena
13 April 2026
0

Konsep komunio merupakan salah satu pilar teologis yang mendasar dalam diskursus kekristenan, terutama dalam konteks Gereja dan kehidupan religius. Dalam...

Ilustrasi Perdagangan Orang (Jalastoria)

Paradoks Kemiskinan di NTT

by Frumentiana Leto
8 April 2026
0

Pernahkah kita membayangkan seorang bapak yang berangkat sebelum fajar menyingsing, mendayung perahu ke tengah laut, dan pulang siang hari dengan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati