Kupang – Bhutan menjadi negara pertama di dunia yang telah mensteril dan memvaksin seluruh anjing jalanan di negara itu.
Bhutan secara konsisten selama bertahun-tahun berinvestasi dalam program manajemen anjing yang manusiawi dengan melakukan program sterilisasi dan vaksinasi anjing-anjing jalanan.
Program ini dijalankan pemerintah Bhutan bekerjasama dengan Humane Society International (HSI) organisasi amal hewan global.
Perdana Menteri Bhutan, Lotay Tshering dalam penutupan Program Manajemen Nasional Pengendalian Populasi Anjing dan Rabies mendeklarasikan pencapaian bersejarah itu. Pencapaian yang bersejarah bagi kesejahteraan hewan dan kesehatan manusia.
Baca juga: Rabies Kembali Guncang TTS, Sudah 9 Orang Meninggal
Program ini telah berhasil mensterilkan dan memvaksi lebih dari 150 ribu anjing jalanan dan memasang micro-chipped pada 32 ribu anjing piaraan di Bhutan.
World Animal News dalam rilisnya 30 Oktober 2023 menjelaskan terdapat sekitar 300 juta anjing jalanan di Asia. Anjing-anjing ini berjuang melawan kelaparan, penyakit yang tidak diobati, infeksi parasit, kanker yang dapat menular. Termasuk anjing-anjing yang mengalami luka luka-luka akibat kecelakaan lalu lintas, serta penganiayaan dan pemusnahan yang tidak manusiawi.
Tanpa program sterilisasi dan vaksinasi yang efektif, populasi anjing jalanan dapat meningkat hingga mencapai jumlah yang semakin banyak.Sehingga dapat memperparah risiko gigitan anjing dan penyebaran penyakit rabies.
Baca juga: Kerugian Akibat Rabies dan Virus ASF Mendekati Realisasi PAD NTT 2022
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 59 ribu orang meninggal akibat terjangkit rabies setiap tahun di seluruh dunia. Sebagian besar kasus rabies pada manusia disebabkan oleh gigitan anjing.
Pemerintah Bhutan menyadari adanya masalah sosial dan kesejahteraan hewan di sekitar anjing jalanan pada tahun 2009. Pemerintah Bhutan kemudian mengundang HSI untuk memfasilitasi pendekatan manajemen yang manusiawi untuk populasi anjing yang cukup besar di negara tersebut.
Inisiatif ini kemudian diperluas secara nasional, dan akhirnya menjadi Program Manajemen Nasional Pengendalian Populasi Anjing Nasional dan Rabies.
Perdana Menteri Tshering mengucapkan selamat kepada para perwakilan termasuk masyarakat sukarelawan dari semua distrik di seluruh Bhutan. Ucapan ini disampaikan atas keberhasilan mereka dalam menangkap, mensterilkan, dan memvaksinasi anjing-anjing jalanan.
“Ini mungkin tampak seperti langkah kecil, tetapi ini akan sangat berarti dalam pembangunan bangsa” kata PM Thering.
Baca juga: 5 Anak Korban Rabies Tutup Usia, Andai Segera Dicegah
Direktur senior HSI, Keren Nazareth memuji komitmen pemerintah Bhutan dalam bekerja sama dengan lembaganya sejak 2015.
“Ini adalah pencapaian luar biasa yang kami harap dapat menjadi contoh bagi pemerintah di seluruh Asia yang juga menghadapi tantangan anjing jalanan. Ada banyak hal yang dapat dipelajari dari Bhutan, termasuk tekad dan kasih sayangnya untuk menciptakan kehidupan bersama yang lebih damai bagi manusia dan anjing,” ujar Nazareth.
The Bhutanese, 4 November 2023 melaporkan, berdasarkan data nasional sebanyal 6.873 orang telah menjadi korban gigitan anjing di tahun 2021. Lebih lanjut, antara 2006-2023, sebanyak 19 orang meninggal karena terjangkit rabies. (Ayunda)




