• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, Oktober 1, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Rabies Kembali Guncang TTS, Sudah 9 Orang Meninggal

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 1 min read
A A
0
Sudah 10 Warga NTT Tewas Akibat Rabies

Ilustrasi anjing menjadi hewan penular rabies di NTT. (Pixabay)

0
SHARES
71
VIEWS

Soe – Kasus rabies kembali mengguncang Wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Satu pasien dengan gejala rabies meninggal dunia kemarin. YS (43) menjadi korban ke-9 yang meninggal akibat rabies.

Korban meninggal saat menjalani perawatan di Puskesmas Niki-niki, Selasa (7/11/2023) pukul 03.30 WITA setelah menjalani 2 hari perawatan di rumah sakit itu.

BacaJuga

Julia Purmawati, pendiri AR Foundation (berdiri mengenakan kacamata menggendong anak) menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada warga Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur pada Jumat, 29 Agustus 2026. (Dok. KatongNTT)

AR Foundation Bantu Warga Rentan di Pantura Manggarai Timur: Wujud Kepedulian

31 Agustus 2026
Hotel Sasando International (Dok.KatongNTT)

Setengah Hati Merawat Hotel Sasando

13 Agustus 2026

YS digigit anjing rabies pada Juni 2023 saat kembali dari Pasar Niki-niki. Kepala Puskesmas Niki-niki, dr. Cristin Liu kepada KatongNTT menjelaskan, yang bersangkutan tidak mau divaksin pasca digigit anjing rabies.

Baca juga: Mindset “Pemadam Kebakaran” Mengatasi Serangan Rabies di NTT

“Istri korban menyarankan agar suaminya menjalani vaksin namun ditolak oleh korban,” ujar Cristin di Puskesmas Niki-niki, Selasa (7/11).

Menurut Cristin, pihaknya melihat ada gejala terinfeksi rabies saat menjalani perawatan. Korban menolak untuk diberikan oksigen.

“Korban terlihat kejang-kejang saat minum air,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, Ria Tahun menjelaskan korban sempat mengamuk saat menjalani perawatan pada Senin (6/11). Korban berlari dan melompat pagar Puskesmas dan masuk ke pemukiman warga.

Korban kemudian ditangkap dan dilakukan restain atas persetujuan keluarga. Korban meninggal dengan menunjukkan gejala rabies.

“Pada (sekitar) pukul 03 WITA, keluarga melapor ke petugas, yang bersangkutan keluar busa banyak dari mulut. Petugas dan dokter mengecek pasien dan pasien dinyatakan meninggal,” jelas Ria.

Baca juga: Pemda TTS Ancam Pidana Pemilik Hewan Penular Rabies

Dengan gejala-gejala tersebut dalam diri pasien, pihak Dinas Kesehatan dan Puskesmas Niki-niki menyimpulkan korban meninggal mengalami gejala khas rabies.

“Mulai muncul gejala awal di minggu ke 20 hari ke-6 pasca gigitan dan meninggal setelah mengalami gejala Khas rabies,” ujar Ria.

Jenazah korban saat ini disemayamkan di rumah duka. Menurut Cristin, pihaknya menyarankan agar pasien segera dimakamkan secepatnya.

“Kami juga sudah menyampaikan kepada Camat agar jenazah korban dimakamkan paling lambat besok,” kata Cristin. *****

Tags: #anjingrabies#Korbangigitananjing#RabiesTTS
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Julia Purmawati, pendiri AR Foundation (berdiri mengenakan kacamata menggendong anak) menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada warga Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur pada Jumat, 29 Agustus 2026. (Dok. KatongNTT)

AR Foundation Bantu Warga Rentan di Pantura Manggarai Timur: Wujud Kepedulian

by Rita Hasugian
31 Agustus 2026
0

 KatongNTT- Belasan anak-anak tertawa girang sambil berlarian ke arah mobil tim AR Foundation yang membawa bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak...

Hotel Sasando International (Dok.KatongNTT)

Setengah Hati Merawat Hotel Sasando

by Rita Hasugian
13 Agustus 2026
0

KatongNTT – Suara Johanes Tenggas, 50 tahun datar menjawab pertanyaan tim transisi dari PT Flobamor, BUMD Provinsi NTT pada Senin,...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati