Kupang – Pemerintah Provinsi NTT mengalokasikan Rp 2 miliar untuk bantuan beras kepada warga miskin ekstrem mulai Agustus tahun ini.
Kepala Dinas Sosial NTT, Yos Rasi menyampaikan program pemberian beras ini telah berjalan dengan target 8000 kepala keluarga (KK) sebagai penerima manfaat.
Baca juga : Pidato HUT RI, Viktor Hanya Sekali Sebut Kata Miskin
Seluruh KK sebagai penerima ini tersebar di 22 kabupaten kota di NTT yang mana setiap wilayah rata-rata 360 KK. Masing-masing KK akan menerima 20 kilogram beras.
Bantuan untuk warga miskin ekstrem ini yang diakuinya dapat diberikan saat ini oleh Pemerintah Daerah NTT. Ia berharap akan ada penambahan anggaran tahun depan agar sasarannya bertambah.
Baca juga : Pidato HUT RI, Viktor Hanya Sekali Sebut Kata Miskin
“Kita terus terang ya di kita paling beras. Dalam penganggaran saya bayangkan tahun depan ada peningkatan dari Rp 2 miliar jadi Rp 4 miliar,” ujar Yos saat diwawancarai beberapa waktu lalu.
Bila bertambah Rp 4 miliar maka masyarakat atau keluarga penerima manfaat dapat menjadi 1.600 KK.
“Dengan keterbatasan anggaran daerah maka kita hanya dengan Rp 2 miliar itu hanya untuk beras saja,” tukasnya.
Baca juga : Janji Miskinkan Mafia TPPO, Polda NTT Selidiki Sejumlah Perusahaan
Pihaknya juga akan lebih memperhitungkan program pemberdayaan daripada memberi bantuan yang sifatnya konsumtif. Program pemberdayaan akan mendorong peningkatan ekonomi keluarga.
Saat ini ada tawaran program graduasi untuk pengurangan angka kemiskinan dengan LSM yang sebelumnya bergerak dari India dan juga sudah bergerak ke 17 negara. LSM ini bergerak pada bidang pertanian, peternakan dan berbagai bidang lainnya. ****




