Cerita Haru Dibalik Hadirnya Ikan Asap Supel Milik Chrisna Jacob

Chrisna Jacob bersama tiga produk olahan berbahan dasar Ikan Asap, di kediamannya di Noelbaki, NTT (Ruth-KatongNTT)

Chrisna Jacob bersama tiga produk olahan berbahan dasar Ikan Asap, di kediamannya di Noelbaki, NTT (Ruth-KatongNTT)

Noelbaki – Berawal dari kerinduannya pada mendiang Opa (kakek) yang sering membawa oleh-oleh ikan asap ketika mengunjunginya, Chrisna Jacob memutuskan belajar membuat ikan asap.

Awalnya coba-coba, namun ternyata ikan asap atau yang lebih dikenal masyarakat NTT dengan sebutan ikan se’i ini banyak peminatnya. Chrisna pun menjadikannya sebaga usaha meraih cuan (uang).

Perempuan 30 tahun ini memulai berbisnis pada 2018. Ia yang saat itu bekerja di salah satu ritel di Kupang, juga membuka warung makan dengan menu utama ikan asap ini.

“Opa dulu dari Rote datang ke Kupang oleh-olehnya itu pasti kalau bukan ikan asap, ikan kering. Semenjak opa meninggal beberapa tahun lalu, ada kerinduan toh. Trus kita coba bikin dan kita pasarkan,“ kata Chrisna saat ditemui di rumahnya di desa Noelbaki, kabupaten Kupang, NTT.

Baca Juga: Tinggalkan Konsultan Teknik, Icha Djawas Fokus Berbisnis Aneka Sambal

Pendapatan per bulan mencapai Rp 5 juta waktu itu. Namun, ketika pandemi virus Corona muncul, pendapatan kian berkurang.

“Jadi waktu itu grafiknya (pendapatan) terus menurun saat pandemi. Awal 2020 akhirnya kami tutup. Lalu kami berhenti hampir setahun. Tapi kami mulai lagi di 2020 akhir dengan jualan online, ” cerita Chrisna.

Produknya ia beri nama Ikan Asap Supel. Menggunakan kata Supel dengan maksud makanan ini dapat diterima oleh semua kalangan.

Jenis ikan yang dipakai pun ialah ikan tuna. Chrisna mengatakan, selain banyak manfat bagi tubuh manusia, ikan tuna juga memiliki struktur daging seperti daging sapi yang biasa dijadikan daging asap/se’i.

“Jadi bagi opa, oma, anak-anak, atau siapa pun yang punya larangan untuk makan daging se’i, alternatifnya bisa ke se’i ikan ini,” jelas perempuan bernama lengkap Chrisna Anzella Jacob itu.

Dengan menggunakan daging ikan tuna premium, tanpa tulang, kulit, dan daging cokelatnya, Chrisna mengolah ikan dari perairan NTT itu menjadi ikan asap.

Produk Olahan Chrisna dari Ikan Asap Supel yang dibuatnya (Ruth-KatongNTT)
Produk Olahan Chrisna dari Ikan Asap Supel yang dibuatnya (Ruth-KatongNTT)

Awalnya, ikan dicuci dan dipotong-potong memanjang seperti potongan se’i pada umumnya. Lalu dimarinasi semalaman agar bumbunya meresap sempurna.

Ikan kemudian diasapi dengan serabut kelapa selama kurang lebih satu jam. Didinginkan, kemudian ikan asap siap dikemas untuk selanjutnya dijual.

Setiap bulannya, Chrisna memproduksi 22-24 Kg ikan tuna segar. Namun karena hanya menggunakan daging dari ikan tuna tersebut, tanpa tulang dan kulit. Total yang didapat hanya sekitar 12 kg.

Trus ikan menyusut saat diasapi itu. Jadi dari satu kilo itu hanya bisa dapat 700-800 gr. Tulang dan bagian kepala kan tidak pakai,” kata Chrisna.

Baca Juga: Memotret Ketekunan Ina Koro dari Kampung Tenun di Manutapen

Untuk saat ini, Chrisna mengkreasikan lagi menjadi abon ikan dan sambal sebagai produk turunan dari Ikan Asap Supel miliknya. Bekerja sama dengan saudara-saudaranya, mereka mengerjakan produk makanan dengan resep keluarganya.

Produk Ikan Asap Supel telah lolos uji BPOM dan telah memiliki sertifikat NIB. Saat ini dalam proses mendapatkan sertifikat halal.

Menjadi tantangannya ialah ketika cuaca yang tak menentu membuat pasokan ikan tuna pun tak pasti. Juga membuat harga ikan lebih tinggi.

Meski demikian, perempuan yang sedang mengandung tujuh bulan anak pertamanya itu masih semangat menjalankan usahanya. Baginya, dengan demikian kerinduan pada opanya dapat terbalas.

“Ya walaupun rasanya agak sedikit berbeda dengan rasa khasnya (ikan olahan) Opa dari Rote. Tapi sedikit mengobati rasa rindu dengan opa,” tutur Chrisna. *****

 

Silakan hubungi nomor +6285337043643 jika berminat untuk membeli produk UMKM ini. Ayo kita dukung kemajuan UMKM NTT!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *