• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Sabtu, April 18, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Dinkes Ungkap Usia Termuda Pengidap HIV di Lembata

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Dinkes Ungkap Usia Termuda Pengidap HIV di Lembata
0
SHARES
56
VIEWS

Kupang – Dinas Kesehatan Lembata mengungkap usia termuda orang dengan HIV (ODHIV) di wilayah tersebut. Pengidap HIV termuda ini di luar dari anak yang mewarisi virus tersebut dari orangtuanya yang juga ODHIV.

Data itu disampaikan Antonius Ola dari Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Bidang Penanganan dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Lembata, Senin 11 Desember 2023.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Baca juga : Muncul Ratusan Pekerja Seks Anak di Lembata, Keluarga Jadi Faktor Penyebab

Penularan HIV di Lembata, kata dia, memang tidak menunjukkan tren peningkatan akan tetapi rata-rata pengidapnya di usia yang makin produktif. Usia paling muda saat ini adalah 21 tahun.

“Usia sekolah itu ada juga. Itu yang dapatnya dari lahir, itu ada, dari orangtuanya yang ODHIV. Untuk kasus di luar bawaan dari orangtuanya, kita dapat yang paling muda itu umur 21 tahun,” tukas Anton.

Sedangkan pada tahun sebelumnya usia termuda pengidap HIV adalah 23 tahun. Bisa dilihat penularan HIV di Lembata tiap tahunnya muncul dari orang yang lebih muda lagi.

Baca juga : 218 Pekerja Seks Anak di Lembata, Punya Grup Online Sampai Dijual Pacar Sendiri

Pihaknya kini, kata dia, bekerja untuk mendeteksi lebih dini dan menyebarluaskan informasi ke seluruh masyarakat dengan menganjurkan pengobatan yang positif.

“Kalau virusnya tertekan atau tersuspresi maka potensi penularan akan menjadi lebih kecil,” tambahnya.

Saat ini yang diperlukan, kata Anton, ialah respon dan komitmen baik dari sisi pencegahan, penanganan kasus secara terpadu, komprehensif dan berkesinambungan dari pemerintah, berbagai sektor hingga masyarakat.

Baca juga : Ratusan Anak NTT Alami Kekerasan Seksual, UU TPKS Dinilai Tak Efektif

Data HIV Kabupaten Lembata ini, kata dia, mencakup kasus dari tahun 2008 hingga dengan Juni 2023 atau kurang lebih dalam kurun waktu 15 tahun terakhir.

Total 546 ODHIV ini sebarannya di 9 kecamatan dengan yang tertinggi di Kecamatan Nubatukan, menyusul Ile Ape Timur, Omesuri dan Ile Ape.

Rincian kasusnya saat ini yakni 140 orang yang sedang berobat, 39 kasus lost to follow up, 4 orang belum mau minum obat, 12 kasus rujuk keluar daerah, 34 kasus lost contact dan 174 orang meninggal dunia. Ada pula 143 kasus yang tidak diketahui atau tidak jelas statusnya. ***

Tags: #DinkesLembata#HIV#HIVLembata#Lembata#ODHIV
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati