Kupang – Sebanyak 36 penumpang memanfaatkan layanan jasa transportasi bus antarnegara Kupang (Indonesia) – Dili (Republik Demokratik Timor Leste) yang telah secara perdana diluncurkan. Peluncuran rute ini dilakukan Direktur Jenderal Perhubungan Darat RDTL Constantino Soares, Dirjen Perhubungan Darat RI Hendro Sugiatno, dan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.
Jalur yang resmi diberlakukan pada Kamis (30/3/2023), menggratiskan biaya perjalanan ke para penumpang yang mendaftarkan diri secara online.
Adapun jadwal pengoperasian bus akan disebarkan juga melalui media sosial.
Menurut Kepala Terminal Bimoku, Hanoki, 36 orang ini menumpangi armada antar lintas batas negara (ALBN) yang tersedia dari Perusahaan Umum (Perum) Damri dan Perusahaan Otomobil (PO) Bagong.
Kristo Moniz, seorang warga Timor Leste turut mencoba jasa transportasi lintas negara ini setelah menyelesaikan pekerjaan di Kupang. Dia merupakan seorang pekerja di satu LSM.
Ia mengatakan rute ini akan sangat memudahkan perjalanannya terutama bila mendapat tugas ke Kupang lagi. Dia mendapatkan informasi pengoperasian bus gratis pada peluncuran perdana ini melalui media sosial yang dibagikan kerabatnya.
Baca : Hari Ini Mulai Beroperasi, Bus Timor Leste Banyak Fasilitas dan Ramah Disabilitas
Penumpang diarahkan untuk mengisi dokumen, foto, paspor maupun KTP pada link pendaftaran secara online khusus untuk keberangkatan gratis tersebut.
“Ada saudara yang bagi informasi katanya ada bus gratis launching tanggal 30 Maret ini. Kita pastinya senang karena kalau dengan bus pasti lebih nyaman,” ceritanya antusias.
Kristo juga meninjau harga dan spesifikasi bus yang ditawarkan untuk rute ini. Setiap spesifikasi dan fasilitas bus terbagi dalam beberapa kelas. Terdapat bus dengan fasilitas lengkap menawarkan harga sekitar US$ 40.
“Its okay, dengan harga seperti itu tentunya lebih nyaman kalau pakai mobil travel berbeda ya karena duduknya lebih dekat-dekat,” ujarnya saat diwawancarai di Terminal Bimoku.
Rute keberangkatan dari Kupang dimulai dari Terminal Tipe A Bimoku pukul 06.00 WITA lalu singgah di Terminal Haumeni Kota Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Kemudian Terminal ALBN Kefamenanu Kabupaten di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain lalu ke Dili.
Bus Bagong sendiri menyediakan tiga armada untuk melayani rute ini. Untuk bus nontoilet dan kapasitasnya 29 kursi dengan harga Rp 350 ribu dan 26 kursi untuk bus yang memiliki toilet dengan harga Rp 375 ribu.
Baca juga: NTT Rancang Kereta Api Cepat Kupang – Dili, Timor Leste Siap Buka Jalur Penyeberangan Laut
Fasilitasnya ada audio televisi, tempat pengisian daya untuk barang elektronik, tempat duduk dan bagasi yang lebih leluasa.
“Kalau untuk yang dari Timor Leste bayarnya dengan dollar, kalau dari kita pakainya rupiah,” jawab Direktur Utama PO Bagong, Budi Susilo, saat diwawancarai di lokasi.
Setiba di perbatasan negara, pemeriksaan seluruh barang bawaan penumpang akan dilakukan.
Sementara kapasitas untuk barang penumpang diharapkan dibawa sewajarnya atau satu orang satu tas tangan atau untuk kabin. Ia menyebut seluruh ketentuan tersebut atau standar operasionalnya ditentukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Barang bawaan sendiri tidak dikenai biaya tambahan berbeda dengan untuk kebutuhan barang ekspedisi.
“Kalau barang bawaan melebihi kapasitas ya tentunya kita akan menetapkan aturan untuk dilarang,” ungkap dia.
Menurutnya bila progres dan animo pasar untuk rute ini sangat menarik, maka armada akan ditambah. (Putra Bali Mula)




