Kupang – Jenazah Agnes Peni Muda, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural tiba di Bandara El Tari Kupang, Sabtu 10 Juni 2023.
Jenazah wanita asal Kecamatan Solor Kabupaten Flores Timur ini tiba di Kupang pukul 12.45 WITA dihantarkan pesawat Garuda Indonesia.
Malamnya, jenazah wanita berumur 22 tahun ini dibawa menggunakan KM Bukit Siguntang ke Lembata. Setelahnya akan diseberangkan dengan perahu lagi ke Pulau Solor.
Baca juga : Pemain Lama Jejaring TPPO di NTT Ditangkap Polisi
Statusnya sebagai PMI non prosedural membuat Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT masih menelusuri apa, dimana dan berapa lama Agnes bekerja di Malaysia.
“Memang setelah saya dapatkan berita itu saya koordinasikan ke sana dan sampai pemulangan itu kita sepakati dari Kuala Lumpur ke sini. Sampai sini kita antar ke tempat asalnya,” ungkap Kepala BP3MI NTT, Siwa.
Wanita asal Desa Tanah Lein ini dinyatakan meninggal oleh rumah sakit di Kuala Lumpur pada 3 Juni 2023. Penyebabnya lung infection atau infeksi saluran pernapasan.
Baca juga : NTT Terima 55 Jenazah, Mahfud MD : Pemda Terlibat Perdagangan Orang
Agnes diduga menjadi korban perdagangan orang. Menurut kerabat mulanya ia tinggal dengan keluarganya di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, sejak Januari 2021 lalu.
Kemudian di Oktober 2021 ia berangkat ke PT. Lokon Internasional Manado, Provinsi Sulawesi Utara, untuk bekerja sebagai penjaga jompo. Namun 3 bulan setelahnya Agnes pergi ke Malaysia melalui Batam bersama temannya.
Baca juga : Komnas HAM Beberkan Keburukan Pemda NTT Cegah Perdagangan Orang
Agnes pada April lalu sempat mengabarkan ia sakit lambung dan telah diantarkan majikannya ke rumah sakit. Akhir Mei Agnes mengabari soal dirinya yang tidak tahan lagi dengan penyakitnya. Lalu pada 3 Juni 2023 ia pergi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia pagi-pagi sekali untuk menyampaikan kondisinya ini. Namun beberapa jam kemudian Agnez meninggal dunia saat masih berada di KBRI. ****




