• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Sabtu, Agustus 1, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Opini

Jokowi ke NTT : Dengarkan Kegelisahan Rakyat, Jangan Hanya Urus Partai

Jokowi memiliki tanggung jawab moral yang belum selesai di NTT.

Rio Hermanus by Rio Hermanus
15 jam ago
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Saling Cuci Tangan Hadapi Penolakan Bendungan Kolhua

Warga Helong menolak pembangunan bendungan Kolhua di atas lahan mereka. ((Dok. KatongNTT)

0
SHARES
30
VIEWS

Katangan Joko Widodo ke Nusa Tenggara Timur (NTT), yang salah satunya diisi dengan agenda Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), memunculkan sebuah keprihatinan. Sebagai tokoh bangsa yang banyak membangun proyek fisik di NTT, kunjungan beliau seharusnya tidak sebatas urusan panggung politik partai.

Kunjungan ini semestinya menjadi momen bagi beliau untuk turun kembali ke bawah, meninjau keberhasilan proyek yang dulu dibangunnya, serta mendengarkan langsung keluhan rakyat yang terkena dampak pembangunan tersebut, khususnya terkait proyek bendungan.

BacaJuga

Konsep Komunio Leonardo Boff dan Relevansinya bagi Komunitas Religius

13 April 2026
Ilustrasi Perdagangan Orang (Jalastoria)

Paradoks Kemiskinan di NTT

8 April 2026

Baca juga: Saling Cuci Tangan Hadapi Penolakan Bendungan Kolhua

Selama menjabat sebagai presiden (2014-2024) , Jokowi sangat dikenal dengan ambisi pembangunannya. Contohnya pembangunan sejumlah bendungan besar di NTT untuk mengatasi masalah kekurangan air.  Namun, kita tidak boleh hanya bangga pada megahnya bangunan beton tersebut.

Pertanyaan yang paling masuk akal saat ini adalah: apakah bendungan-bendungan itu sudah benar-benar menyejahterakan petani dan masyarakat di NTT?

Jangan sampai bendungan raksasa sudah berdiri, tetapi airnya tidak bisa mengalir ke lahan garapan rakyat karena saluran irigasinya yang buruk atau tidak selesai dibangun. Oleh karena itu, kedatangan Jokowi tidak boleh sekadar seremonial. Beliau harus mengecek langsung ke lapangan, apakah infrastruktur mahal itu benar-benar berguna bagi kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Baca juga: Menakar Potensi Bencana Pembangunan Bendungan Kolhua

Selain mengevaluasi bendungan yang sudah jadi, indikator terpenting dari kunjungan ini adalah keberanian Jokowi untuk mendatangi daerah konflik pembangunan bendungan di Kolhua, Kupang.  Masyarakat adat Suku Helong tegas menolak tentang rencana pembangunan bendungan  yang digagas di era kepemimpinan Jokowi. Penolakan masyarakat ini adalah fakta yang tidak boleh ditutupi. Penolakan ini juga tidak boleh dianggap sebagai sikap membangkang atau “anti-kemajuan”. Bagi masyarakat adat, tanah bukanlah sekadar barang yang bisa ditukar dengan uang ganti rugi. Tanah adalah identitas leluhur, tempat mencari nafkah, dan ruang hidup mereka.

Memaksakan proyek atas nama kepentingan negara, namun mengorbankan ruang hidup masyarakat adat, adalah sebuah bentuk ketidakadilan. Datang langsung ke Kolhua dan mendengarkan alasan Suku Helong menolak bendungan tersebut bukanlah tanda negara kalah. Sebaliknya, itu adalah bukti nyata bahwa seorang pemimpin mau menghargai dan melindungi rakyat kecil.

Baca juga: Warga TTS Tagih Negara Pindahkan Makam di Bendungan Temef

Pemimpin Bangsa atau Sekadar Tokoh Partai?
Kita harus bisa berpikir mandiri dan kritis melihat agenda para tokoh politik. Jika kedatangan Jokowi di Kota Kupang NTT hanya berputar pada urusan partai dan mencari dukungan politik, maka kunjungan ini sangat disayangkan.

Jokowi memiliki tanggung jawab moral yang belum selesai di NTT. Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang tidak menumbalkan ruang hidup rakyatnya sendiri. Mendatangi Kolhua, menatap langsung wajah masyarakat Suku Helong, dan mendengarkan keresahan mereka adalah batu ujian yang sebenarnya. Di situlah kita akan melihat, apakah beliau hadir sebagai seorang bapak bangsa yang peduli pada keadilan rakyat, atau sekadar tokoh politik yang sibuk mengurus kepentingan partainya. *****

 

 

Tags: #bendungankolhua#Jokowi#Masyarakatadathelong#NTT#PartaiSolidaritasIndonesia #
Rio Hermanus

Rio Hermanus

Baca Juga

Konsep Komunio Leonardo Boff dan Relevansinya bagi Komunitas Religius

by Gerardus Taena
13 April 2026
0

Konsep komunio merupakan salah satu pilar teologis yang mendasar dalam diskursus kekristenan, terutama dalam konteks Gereja dan kehidupan religius. Dalam...

Ilustrasi Perdagangan Orang (Jalastoria)

Paradoks Kemiskinan di NTT

by Frumentiana Leto
8 April 2026
0

Pernahkah kita membayangkan seorang bapak yang berangkat sebelum fajar menyingsing, mendayung perahu ke tengah laut, dan pulang siang hari dengan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati