• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Warga TTS Tagih Negara Pindahkan Makam di Bendungan Temef

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Warga TTS Tagih Negara Pindahkan Makam di Bendungan Temef

Warga tiga desa sekitar Bendungan Temef mempertanyakan ganti rugi lahan di Kantor Bupati TTS. (Putra Bali Mula - KatongNTT).

0
SHARES
98
VIEWS

Soe – Warga Desa Oenino, Pene dan Konbaki mendatangi Kantor Bupati Timor Tengah Selatan (TTS). Mereka meminta kejelasan perhitungan ganti rugi lahan atas pembangunan Bendungan Temef. Tak hanya itu, pemindahan makam leluhur mereka pun belum difasilitasi negara sampai saat ini.

Warga tiga desa ini menyampaikan langsung keluhan mereka kepada Penjabat Bupati TTS, Seperius Edison Sipa, Kamis 16 Mei 2024.

BacaJuga

Hotel Sasando International (Dok.KatongNTT)

Setengah Hati Merawat Hotel Sasando

13 Agustus 2026
Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

3 Juli 2026

Awal kesepakatannya ada dua lokasi makam yang akan dipindahkan. Lokasi pertama di bagian atas bendungan yaitu 400 makam. Sementara lokasi kedua sekitar jalur bendungan yaitu 27 makam di wilayah Desa Oenino.

Baca juga :Bendungan Kambaniru Rusak, Keluhan Petani Bagai Angin Lalu

Saat sosialisasi pun disepakati soal pemindahan makam leluhur ini yang akan melalui ritual penghormatan terlebih dahulu. Konsekuensinya ialah biaya Rp 8,5 juta per makam untuk proses pemindahan yang disepakati saat itu.

Masyarakat sebenarnya memaklumi proyek ini dengan meminta agar mereka sendirilah yang memindahkan makam tersebut sesuai adat yang berlaku. Akan tetapi kesepakatan awal itu disebut mereka berubah menjadi Rp 3 juta per makam.

Warga saat itu pun ingin Penjabat Bupati TTS dapat menegaskan protes ini kepada negara melalui otoritas terkait agar kembali mengikuti kesepakatan awal.

Baca juga : Uskup Anton Pain Ratu Sudah Tentukan Makamnya 33 Tahun Lalu

“Mudahan-mudahan hari Selasa, tanggal 21 Mei itu ada kejelasan perhitungan appraisal, kuburan itu berapa, bisa jelas,” tanggap Edison saat itu.

Penjabat Bupati TTS yang baru dilantik Februari ini pun memprioritaskan pemindahan 27 makam terlebih dahulu. Ia menyebutnya sebagai tahap awal dan akan mengikuti relokasi 400 makam lagi.

“Kita sepakat di sini untuk dua tahap. Kuburan itu untuk Selasa itu kita sepakati dulu buat besoknya bisa dipindahkan setelah appraisal hitung. Kita dahulukan 27 kuburan supaya kita pindahkan biar tahap berikut kita proses yang 400 kuburan,” jelasnya.

Prioritas pemindahan 27 makam ini agar saat uji coba Bendungan Temef yang kata dia akan dilakukan langsung oleh presiden bisa lancar tanpa kendala.

Baca juga: Saling Cuci Tangan Hadapi Penolakan Bendungan Kolhua

“Yang penting makam ini pindah dan uji cobanya jalan dan hak masyarakat terkait makam ini harus hati-hati. Hari Selasa kita lihat kuburan yang 27 itu ada di mana, langsung kita proses pindahkan. Kita minta tolong Waskita untuk bersihkan lokasi supaya tidak bermasalah,” tukasnya.

Pengerjaan Bendungan Temef sendiri mulai sejak 2018 oleh PT Waskita Karya pada paket pertama senilai Rp 934 miliar. Waskita melanjutkan pengerjaan di paket empat senilai Rp468 miliar.

Namun pengerjaan sementara terhenti akibat protes masyarakat dengan memblokir jalan masuk ke Bendungan Temef pada 14 Mei 2024. ***

Tags: #BendunganTemef#Bupatitts#MakamdiBendunganTemef#ProtesWargaBendunanTemef#ProyekStrategisNasional#WargaTTSblokirBendunganTemef
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Hotel Sasando International (Dok.KatongNTT)

Setengah Hati Merawat Hotel Sasando

by Rita Hasugian
13 Agustus 2026
0

KatongNTT – Suara Johanes Tenggas, 50 tahun datar menjawab pertanyaan tim transisi dari PT Flobamor, BUMD Provinsi NTT pada Senin,...

Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

by KatongNTT
3 Juli 2026
0

Kupang –Suara tawa lepas lima perempuan lansia memenuhi ruang tamu rumah Pendeta emeritus Aplonia Mariana Mba’u-Lidda pekan terakhir April lalu....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati