• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Kasus Petani Bunuh dan Mutilasi Istri di Malaka Nyaris Tak Terdengar, Apa Kabarnya?

Perilaku biadab Gabriel dipicu kemarahan pada istrinya yang terlambat menyediakan makan siang untuk dirinya.

Rita Hasugian by Rita Hasugian
2 tahun ago
in Perempuan dan Anak
Reading Time: 2 mins read
A A
0

Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Pixabay)

0
SHARES
108
VIEWS

Kupang – Masih ingat kasus pembunuhan sadis dilakukan seorang petani terhadap istrinya di satu dusun di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada akhir Juni 2024? Kasus KDRT ini nyaris tak terdengar kabarnya.

Gabriel Manek, 60 tahun  dengan sebilah parang membunuh dan memutilasi bagian tubuh istrinya, Lusiana Bubu, 57 tahun. Peristiwa keji itu dia lakukan  di halaman rumah mereka di Dusun Baik Beis RT 002 RW 001 Desa Tunmat, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka pada 30 Juni 2024 sekitar jam 15.30 WITA.

BacaJuga

Para perempuan kampung Ansok, dusun Balai Temenggung, Desa Benua Kencana, Sintang, Kalimantan Barat mengolah makanan hasil dari kebun mereka. (Dok. Magdalene.co)

Belajar Mandiri Pangan dan Merawat Hutan dari Perempuan Ansok

15 Agustus 2026
Tanda bahaya gas hidrogen sulfida (H2S) di sekitar kawah. (Dok.Magdalene.co)

Laporan Khusus Magdalene dari 3 Proyek Geotermal: Perempuan Menanggung Dampak Terbesar

8 Juli 2026

Baca juga: Mama Medi, Pejuang Lingkungan di TTU Ketakutan atas Ancaman akan Dibunuh Suami

Perilaku biadab Gabriel dipicu kemarahan pada istrinya yang terlambat menyediakan makan siang untuk dirinya. Sejak pagi mereka berdua bekerja di kebun. Kemudian, tersangka meminta istrinya untuk memasak sehingga saat selesai membersihkan kebun, dia dapat menyantap makan siang.

Namun, istrinya tidak memasak. Amarah tersangka memuncak ketika Lusiana berlari setelah menjelaskan dirinya tidak memasak. Gabriel mengejar istrinya sambil membawa sebilah parang. Setelah jarak mereka dekat, Gabriel menikam dan kemudian memutilasi bagian tubuh istrinya. Lusiana tewas.

Menurut informasi dari Kepolisian Resor Malaka, kasus pembunuhan sadis ini dalam tahap penyidikan. Polisi tidak bersedia menjawab pertanyaan KatongNTT tentang pasal yang dijeratkan kepada tersangka Gabriel Manek.

“Sekarang sudah tahap penyidikan, menunggu P21 (berkas dinyatakan lengkap untuk ditingkatkan ke tahap penuntutan di Kejaksaan-Red),” ujar Henry, Humas Polres Malaka melalui pesan Whatsapp pada Rabu, 2 Oktober 2024.

Baca juga: UU KDRT Hampir 2 Dekade, Tapi Kekerasan Terus Menjerat Perempuan dan Anak

Sebelumnya, Kapolres Malaka, AKBP Rudy J Ledoh mengatakan kasus tersangka Gabriel telah dikirimkan ke kejaksaan.

Kantor Kejaksaan belum didirikan di Kabupaten Malaka. Sehingga semua berkas kasus pidana dikirimkan ke Kejaksaan di Atambua, Kabupaten Belu.

“Kejaksaan tidak ada di Malaka. Hanya ada di Atambua,” kata Henry.

Gabriel Manek, tersangka pembunuh istrinya lalu memutilasi tubuh korban ditahan di Mapolres Malaka untuk selanjutkan akan dilimpahkan ke tahanan Kejaksaan Atambua. [*]

 

Tags: #KabupatenMalaka#kdrtdintt#Kekerasanterhadapperempuan#Mutilasi#NTT#PetanidiMalaka#PolresMalaka
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Para perempuan kampung Ansok, dusun Balai Temenggung, Desa Benua Kencana, Sintang, Kalimantan Barat mengolah makanan hasil dari kebun mereka. (Dok. Magdalene.co)

Belajar Mandiri Pangan dan Merawat Hutan dari Perempuan Ansok

by Rita Hasugian
15 Agustus 2026
0

“Kami ndak beli bahan makanan. Hasil ladang ini cukup untuk setahun,” kata Suwandang (51). Akhir Juni lalu, rumahnya ramai. Warga...

Tanda bahaya gas hidrogen sulfida (H2S) di sekitar kawah. (Dok.Magdalene.co)

Laporan Khusus Magdalene dari 3 Proyek Geotermal: Perempuan Menanggung Dampak Terbesar

by KatongNTT
8 Juli 2026
0

 KatongNTT – Aktivitas proyek panas bumi di Bondowoso (Jawa Timur), Mandailing Natal (Sumatera Utara), dan Ngada (Nusa Tenggara Timur)  telah...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati