• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, April 29, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis

Kemendagri Blak-blakan 14 Daerah di NTT Tak Lapor Harga Pangan

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Bisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pemda Sikka dan Sumba Timur Bakal Menghadap Kemendagri Usai Pemilu

Inspektur Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir. (Tangkapan layar YouTube Kemendagri)

0
SHARES
86
VIEWS

Kupang – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan mengevaluasi pemerintah kabupaten yang tak melaporkan indeks perkembangan harga pangan harian.

Ada 97 pemerintah kabupaten dan kota yang tak melaporkan harga pangan harian termasuk 14 daerah berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

BacaJuga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

29 Juni 2025
Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024

Baca juga: Pemda Sikka dan Sumba Timur Bakal Menghadap Kemendagri Usai Pemilu

Inspektur Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, pun membuka daftar nama-nama daerah tersebut dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah. Rapat ini disiarkan melalui YouTube Kemendagri, Senin 19 Februari 2024.

“Saya ingin mengingatkan bagi kabupaten/kota yang tidak mengirimkan laporan dalam minggu ketiga, apakah sibuk nyoblos atau bagaimana, ini ada 97 daerah yang setiap hari tidak mengirimkan laporannya. Nanti kita evaluasi di minggu depan setelah diumumkan daftar kabupaten ini,” tukasnya.

Baca juga: Klaim Keliru Viktor Soal Bonus Rp 1 Triliun dari Kemenkeu

Untuk pemerintah daerah di NTT yang tak melapor adalah Alor, Belu, Flores Timur, Kabupaten Kupang, Malaka, Manggarai Timur, Ngada, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Barat, Sumba Tengah, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, dan Timor Tengah Utara.

“Kalau (datanya) tetap berarti kepala daerahnya tidak melakukan perubahan,” tandasnya lagi.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) RI menyebut NTT mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebesar -0,48.

Untuk Belu sendiri termasuk dalam 10 kota dengan IPH tertinggi di Indonesia pada pekan ketiga di bulan Februari ini. Belu berada di urutan dua terbawah dengan besaran IPH 3,39. Komoditas andilnya yaitu daging ayam ras, beras dan cabai merah.

Baca juga: NTT Bebas Antraks, Masyarakat Tak Boleh Lengah

IPH paling tinggi yakni di Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, dengan kenaikan 5,13 persen yaitu karena komoditas beras, cabai merah dan cabai rawit.

Daftar kota dengan IPH tertinggi adalah Tasikmalaya, Bolaang Mongondow Selatan, Pekalongan, Ogan Komering Ulu Selatan, Puncak Jaya, Tanjung Balai, Bantul Payakumbuh Belu dan Lanny Jaya.

Sedangkan Alor masuk dalam 10 kota dengan penurunan IPH tertinggi di Indonesia pada pekan ketiga di bulan Februari ini. Alor berada di urutan ketujuh dengan penurunan -5,71 karena komoditas daging ayam ras, cabai rawit dan telur ayam ras. ***

Tags: #BPS#hargapangan#Kemendagri#NTT#NTTtaklaporhargapangan
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

by Rita Hasugian
29 Juni 2025
0

Di tengah laut biru dan pantai berpanorama indah, potensi ekonomi dari hasil laut di Nusa Tenggara Timur masih tersembunyi di...

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati