• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Sabtu, April 18, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Korban Bertambah, 7 Kecamatan di TTS Terpapar Rabies

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 1 min read
A A
0
Korban Bertambah, 7 Kecamatan di TTS Terpapar Rabies
0
SHARES
37
VIEWS

Kupang – Balai Karantina Pertanian Kupang mengidentifikasi 7 kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sebagai wilayah terpapar virus rabies.

Kepala Balai Karantina Kelas I Kupang, Yulius Umbu Hunggar dalam keterangannya menyatakan 7 kecamatan ini antara lain Kecamatan Amanatun Selatan, Kuatnana, Kolbano, Amanuban Tengah, Nunkolo, Kie dan Kualin.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

“7 kecamatan ini yang diduga telah terinfeksi,” ujar Yulius, Selasa 30 Mei 2023.

Baca juga : 10 Orang di TTS Jadi Korban Rabies, Desa Fenun Ditutup

Pihaknya telah tiba di TTS dan membawa 100 dosis Vaksin Anti Rabies (VAR) untuk manusia bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTT. VAR tersebut juga diprioritaskan bagi petugas vaksinator.

Untuk penanganan pertama masih diprioritaskan pada korban yang tergigit anjing positif rabies di Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan. Lokasi ini menjadi tempat pertama ditemukannya kasus rabies di Kabupaten TTS.

Sementara menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten TTS diketahui korban yang diduga tertular rabies juga bertambah. Kini tercatat 22 orang dengan 1 korban meninggal dunia.

Baca juga : Pengadaan Vaksin Rabies di NTT Masih Bukan Prioritas

“Berdasarkan laporan sudah 22 kasus terkonsentrasi di Desa fenun dan Fatulunu Kecamatan Amanatun Selatan, dari 22 kasus 1 meninggal yang lain rawat jalan,” jawab Asisten I Pemda TTS, Deny Nubatonis.

Pada hari yang sama diketahui Pemda TTS juga telah rapat bersama dengan pihak Pemerintah Provinsi NTT untuk langkah penanganan kasus ini.

Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun, sebelumnya membenarkan laporan laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar Kementerian Pertanian. Laporan itu menyatakan anjing yang menginfeksi warga Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, positif rabies. ****

Tags: #anjingrabies#AnjingrabiesTTS#korbangigitananjingrabiesmeninggal#korbanrabiesmeninggaldunia#Rabies#VaksinRabies
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati