Kupang – Momentum Idul Fitri di Kota Kupang disambut dengan malam takbiran yang berlangsung di darat dan laut. Setelahnya ribuan umat muslim melaksanakan Salat Ied di berbagai masjid dan lokasi yang luas seperti lapangan terbuka di Kota Kupang.
Takbiran laut sendiri digelar oleh Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) dengan puluhan kapal nelayan.
Baca juga : Mirip Ketupat Lebaran, Kaleso atau Lepa Jadi Tradisi Masyarakat NTT
Takbiran laut ini diikuti oleh puluhan kapal yang bertolak dari Pelabuhan Nunbaun Sabu menuju Pusat Kuliner Pantai Kelapa Lima pada Jumat malam, 21 April 2023.
Takbiran laut ini yang menyambut 1 Syawal 1444H di 22 April 2023 rencananya berlangsung setelah selesai Isya atau sekitar pukul 19.00 WITA. Namun sempat ditunda lebih dari setengah jam menunggu air laut pasang.Lebih dari 10 kapal berpartisipasi dalam takbiran laut dari yang direncanakan sekitar 100 kapal nelayan yang terlibat.
Baca juga : Libur Lebaran, Pemudik Perlu Tahu Produk Yang Tidak Boleh Masuk NTT
Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh, berpartisipasi langsung dalam takbiran laut ini hingga berlabuh di Pusat Kuliner Pantai Kelapa Lima, pukul 22.22 WITA.
Ribuan umat muslim lainnya pun sudah berkumpul di lokasi yang diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 24 Maret 2022 itu dan menyambut peserta takbiran laut.

Sebelumnya, pawai takbiran darat pun telah tiba di Pantai Kelapa Lima. Takbiran yang dibuka oleh Kapolda NTT Johni Asadoma ini memulai perjalanan awal dari depan GMIT Jemaat Anugerah, Jalan El Tari Kupang.
Takbiran mengelilingi Kota Kupang ini diikuti oleh ribuan umat Islam yang menggunakan sepeda motor dan mobil.
Ketua Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) NTT, Angki La Ane, pada saat itu mengaku takbiran laut ini ingin diwujudkan sebagai wisata religi.
“Karena sudah dua tahun berjalan dan animo masyarakat dan penyambutannya sangat baik sekali,” ujar dia. ****




