• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Menteri PPPA: Perempuan dan Anak Target Utama Sindikat Perdagangan Orang

Tim Redaksi by Tim Redaksi
1 tahun ago
in Perempuan dan Anak
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Menteri PPPA: Perempuan dan Anak Target Utama Sindikat Perdagangan Orang

Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi (nomor 4 dari kiri) usai berdiskusi tentang Gerakan Advokasi Pencegahan dan Penanganan TPPO di Provinsi NTT pada Kamis, 22 November 2024 di Aula kantor Gubernur NTT, Kupang. (Dok.BP3MINTT)

0
SHARES
154
VIEWS

 Kupang – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi mengatakan, perempuan dan anak menjadi target utama sindikat tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) menyebutkan, sebanyak 2.265 orang menjadi korban perdagangan manusia dalam lima tahun terakhir.

BacaJuga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

10 Maret 2026

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

19 Februari 2026

Baca juga: Tak Relevan, NTT Harus Ganti Perda TPPO

“Dari jumlah itu, sebanyak 51 persen korban adalah anak-anak (1.156 orang) dan 47 persen adalah perempuan dewasa,” kata Menteri Arifatul di acara bertajuk Gerakan Advokasi Pencegahan TPPO di aula Fernandes, Kantor Gubernur NTT pada Kamis, 22 November 2024.

Menteri kemudian menjelaskan tentang modus yang sering digunakan oleh para sindikat adalah merekrut pekerja migran Indonesia secara nonprosedur. Mereka dieksploitasi untuk dipekerjakan sebagai asisten pekerja rumah dan judi online.

Penjabat.Gubernur NTT Andriko Susanto mengatakan, perempuan dan anak rentan jadi korban TPPO karena angka kemiskinan yang ekstrim dan angka stunting yang tinggi. Selain itu, tindak kekerasan dalam rumah tangga masih tinggi. Begitu juga usia pernikahan dini yang meningkat, dan tingkat pendidikan yang masih rendah.

Baca juga: Kades Maubesi Vinsentius Berkeliling Dusun Demi Warganya Tak Terkena Jaring Perdagangan Orang

Sekretaris Daerah NTT Kosmas Damianus Lana mengatakan, regulasi untuk mencegah TPPO  sudah ada, dari tingkat pusat sampai daerah. Semua elemen dan sektor ikut berperan dan berkolaborasi baik unsur pemerintah, lembaga swadaya masyarakat maupun masyarakat yang memiliki akses informasi tentang TPPO.

Menurut Kosmas, dalam 5 tahun terakhir  (2018-2024} ada 1.757 calon imigran non prosedural asal NTT telah dicegah berangkat ke luar negeri.

Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida  mempertanyakan keberadaan laki-laki yang berperan sebagai kepala keluarga. Sebab, sebagian besar perempuan yang bekerja di luar rumah dan mereka menjadi target sindikat TPPO. Mereka terpaksa meninggalkan anak dan suami untuk bekerja sebagai PMI.

‘‘Laki-laki itu dimana? Karena kasus TPPO selalu saja perempuan. Perempuan bukan hanya tulang rusuk tetapi juga tulang punggung, ini keadaan yang miris,” tegas Suratmi. (Jeffry)

Tags: #Angkakemiskinan#MenteriPPPA#Perdaganganorang#SindikatTPPO#stuntingntt#TPPONTT
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

by KatongNTT
10 Maret 2026
0

Siapa yang tidak kenal sepak bola, jenis olahraga paling populer seantero Indonesia bahkan dunia. Untuk merayakan Hari Perempuan Internasional pada...

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

by Yanti Mesak
19 Februari 2026
0

Komunitas Lakoat Kujawas adalah salah satu komunitas yang berada di Desa Taiftop, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati