Larantuka – Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyiapkan rumah-rumah warga sebagai penginapan bagi peziarah yang mengikuti Prosesi Semana Santa. Setelah tiga tahun ditutup karena Covid-19, ritual keagamaan menyambut Hari Raya Paskah ini kembali dibuka untuk umum.
“Untuk mengantisipasi lonjakan peziarah, kami bekerja sama dengan semua lurah se-Kecamatan Kota Larantuka untuk menyiapkan rumah-rumah warga dijadikan sebagai homestay,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur Rin Riberu, Selasa (4/4/2023).
Pemerintah daerah juga menggandeng komunitas homestay yang sudah siap menerima tamu peziarah dari sanak keluarga atau warga diaspora Flores Timur maupun yang bukan sanak keluarga.
Peziarah dari kalangan mancanegara, kata dia, juga bisa menginap di hotel-hotel maupun homestay dan asrama di Kota Larantuka.
Baca : Peziarah Ikut Prosesi Semana Santa Wajib Vaksin Booster
Rin Riberu kepada Antara mengatakan perayaan Prosesi Semana Santa pada 2023 diperkirakan dihadiri banyak orang karena sudah tiga tahun ritual keagamaan tersebut tidak dibuka untuk umum akibat pandemi Covid-19.
Saat ini, kata dia, jumlah peziarah masih terus didata melalui informasi penumpang yang masuk Larantuka melalui jalur laut dan udara.
“Kami sudah bersurat ke pihak pengelola layanan penyeberangan kapal feri maupun bandara untuk update jumlah penumpang yang masuk ke Larantuka mulai tanggal 1 April,” katanya.
Prosesi Semana Santa merupakan kegiatan perayaan keagamaan bagi umat Katolik dalam menyambut Hari Raya Paskah di Larantuka, Ibu Kota Kabupaten Flores Timur.
Pelaksanaan kegiatan rohani yang menjadi salah satu kegiatan pariwisata nasional itu kerap dihadiri banyak orang dari berbagai daerah di Tanah Air maupun warga dari berbagai negara.
Yohanes Vianey Feoh, salah satu peziarah dari Jakarta secara khusus hadir dalam Semana Santa 2023 ini. Pria kelahiran Maumere, Sikka, ini telah beberapa kali mengikuti prosesi tersebut, kali ini hadir bersama sejumlah peziarah ke Kota Larantuka.
“Yang hadir dari luar Flores Timur, termasuk Jakarta, cukup banyak. Kami baru tiba kemarin dan akan ikut prosesi secara lengkap mulai Rabu ini (5/4/2023),” ujar Vian, demikian panggilannya, kepada KatongNTT.com.

Selain penerbangan, gelombang peziarah juga terus berdatangan dengan menggunakan penyeberangan (kapal) laut. Informasi dari Pelabuhan Bolok Kupang pada Selasa (4/4/2023) tercatat sekitar 500 peziarah berangkat menggunakan kapal menuju Pelabuhan Larantuka. [Anto]




