• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, Desember 5, 2025
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

Nelayan Temukan Limbah Aspal di Laut hingga Pantai Tablolong

Johnny menduga ada kapal yang melintas lalu membuang limbah aspal di perairan laut NTT. Kemungkinan kapal membawa minyak mentah.

Rita Hasugian by Rita Hasugian
11 bulan ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Nelayan menunjukkan lempengan kecil berwarna hitam pekat di dalam kemasan air mineral yang ditemukan di pantai Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT pada Sabtu, 28 Desember 2024. (Rita Hasugian/KatongNTT.com)

Nelayan menunjukkan lempengan kecil berwarna hitam pekat di dalam kemasan air mineral yang ditemukan di pantai Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT pada Sabtu, 28 Desember 2024. (Rita Hasugian/KatongNTT.com)

0
SHARES
1.4k
VIEWS

Tablolong –  Para nelayan rumput laut di Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang menemukan lempengan kecil  berwarna hitam pekat di sepanjang pantai di penghujung tahun 2024.

Di permukaan air laut, benda itu tidak terlihat namun badan kapal, rambut dan kulit para nelayan berubah jadi hitam. Telapak kaki mereka juga hitam setelah berjalan di pantai dan memijak lempengan hitam di pasir atau sampah.

BacaJuga

Erasmus Frans Mandato dijerat pasal 28 ayat 3 UU ITE tentang berita bohong atas kritikannya yang diposting di akun FB miliknya tentang penutupan akses jalan desa menuju pantai Bo'a di Rote Barat oleh PT Bo'a Development yang menidirikan hotel Nihi Rote. Pemda Rote tidak mempersoalkan penutupa jalan yang dibangun menggunakan APBD. (Goodkind.id)

Erasmus Dijerat UU ITE Lantaran Kritik Jalan ke Pantai Bo’a Rote Ditutup

12 September 2025
Rudolfus Oktavianus Ruma atau disapa Vian Ruma, pengurus Koalisi Kopi wilayah Nagekeo, NTT.

Upaya Mengungkap Sebab Kematian Vian Ruma, Guru juga Aktivis Lingkungan

11 September 2025

Dinas Lingkungan Hidup NTT  memastikan limbah berwarna hitam itu  adalah aspal setelah KatongNTT, 30 Desember 2024 membawakan limbah itu untuk dites dengan dibakar.

Baca Juga: Perubahan Iklim, Limbah Makanan dan Pangan Berkelanjutan di Flores Barat

Daniel Ho’an, 47 tahun, nelayan budidaya rumput laut di Desa Tablolong yang pertama kali menemukan limbah aspal di tepi pantai Tablolong pada Kamis, 25 Desember 2024.

Saat ini, menurut Daniel,  NTT memasuki musim Barat, sehingga limbah tersebut terbawa arus ke arah pantai. Daniel heran menyaksikan botol-botol tempat budidaya rumput laut berubah warna menjadi hitam.

 

Botol plastik dan tali untuk budidaya rumput laut di pantai Tablo;long berubah jadi warna hitam pada Kamis, 26 Desember 2024 diduga berasal dari llimbah aspal. (Dok.Daniel Ho;an)
Botol plastik dan tali untuk budidaya rumput laut di pantai Tablo;long berubah jadi warna hitam pada Kamis, 26 Desember 2024 diduga berasal dari llimbah aspal. (Dok.Daniel Ho;an)

 

“Saya tidak tahu apa ini, warnanya hitam, tidak berbau, menempel di botol-botol tempat budidaya rumput laut. Tali rumput laut juga hitam,” kata Daniel saat ditemui KatongNTT di rumahnya, Sabtu sore, 28 Desember 2024.

Limbah itu juga ditemukan dalam bentuk lempengan kecil  di pasir pantai. Aspal  juga menempel di badan kapal nelayan dan tumpukan sampah di pinggir pantai sepanjang lebih dari 3 kilometer.

Baca juga: Ganti Rugi Pencemaran Laut Timor, Rp 2 Triliun untuk Nelayan dan Petani Rumput Laut

Tubuh nelayan yang keluar dari dalam air laut pun dipenuhi aspal. Rambut mereka yang terkena limbah tak bisa dibersihkan dengan sabun mandi. Aspal terlepas dari rambut dan tubuh mereka setelah dibaluri minyak tanah.

Daniel juga membersihkan benda berwarna hitam yang menempel di tangan dan kakinya yang terkena aspal dengan cara menggosoknya dengan minyak tanah.

Untuk memastikan limbah  ini tidak merusak biota laut khususnya rumput laut milik nelayan Desa Tablolong, Daniel merekam  lempengan hitam yang dipungutnya dari pantai maupun yang menempel di botol-botol kemasan budidaya rumput lalu.

Daniel kemudian mengirimkan rekaman video ke sesama nelayan termasuk Zakarias Doroh, mantan Kepala Desa Tablolong.  Zakarias meneruskannya ke beberapa lembaga yang dinilai perlu mengetahuinya seperti camat Kupang Barat, Badan Keamanan Laut (Bakamla) Kupang, dan Polisi Perairan.

Ada yang merespons namun ada yang memilih diam atas rekaman limbah aspal.

“Tadi pagi dari Polair datang ke sini, mereka tanya tentang limbah hitam itu untuk diperiksa,” kata Daniel.

Daniel menjelaskan, dirinya dan nelayan budidaya rumput laut serta nelayan ikan tangkap khawatir dampak dari limbah berwarna hitam itu. Apalagi dia menemukan botol-botol tempat budidaya rumput laut berubah menjadi hitam karena dipenuhi limbah aspal.

“Tolong bantu kami supaya dapat segera diketahui apakah limbah ini berbahaya atau tidak,” kata Zakaria Doroh.

Baca juga: Kota Kupang di Kepung Sampah, Perda Tak Bernyali

KatongNTT menyusuri pantai nelayan Tablolong pada Sabtu sore, 28 Desember 2024.  Hujan deras sore itu sehingga air laut keruh dan berminyak. Limbah aspal berbentuk lempengan kecil menempel di tumpukan sampah plastik, badan kapal nelayan, hingga tali pengikat botol-botol budidaya rumput laut nelayan.  Bagaimana nasib biota laut dan sekitarnya dengan pembuangan aspal ini dan seberapa luas perairan yang terkena dampak dari limbah aspal ini?

 

Limbah aspal berbentuk lempengan kecil menempel di sampah yang menumpuk di sepanjang pantai Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT. (RitaHasugian/KatongNTT,com)
Limbah aspal berbentuk lempengan kecil menempel di sampah yang menumpuk di sepanjang pantai Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT. (RitaHasugian/KatongNTT,com)

Ada kapal Membuang Limbah Aspal di Laut NTT?

Johnny Anabuni, Pengendali dampak lingkungan Dinas lingkungan hidup NTT menjelaskan, limbah ini dipastikan aspal setelah dia membakarnya dan mencium baunya. Hal ini diperkuat dengan pengalaman nelayan yang membersihkan limbah hitam ini dari tubuhnya dengan menggunakan minyak tanah.

“Ini aspal, sudah pasti aspal,”kata Johnny.

Baca juga: 10 Brand Penyumbang Sampah Plastik di Perairan Kupang

Johnny menduga ada kapal yang melintas lalu membuang limbah aspal di perairan laut NTT. Kemungkinan kapal yang membawa minyak mentah. Membuang limbah ke laut untuk menekan biaya pengolahan limbah yang mahal.

Kasus limbah aspal ini belum pernah ada yang laporkan sebelumnya. Sehingga pihaknya segera menindaklanjuti temuan aspal ini ke Desa Tablolong. Meski menurutnya, sulit untuk mendeteksi pelaku pembuangan aspal di perairan NTT mengingat luasnya perairan laut dan lalu lintas kapal yang sulit dideteksi aktivitasnya di laut.

Begitupun pihaknya segera berkoordinasi dengan Bakamla Kupang, Kepolisian Daerah NTT, serta Dinas Kelautan dan Perikanan NTT  untuk menangani masalah limbah aspal ini. [*]

Tags: #Aspal#BakamlaKupang#DesaTablolong#DinasLingkunganhidupNTT#KabupatenKupang#Limbahaspal#Nelayanrumputlaut#rumputlautNTTpantaitablolong
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Erasmus Frans Mandato dijerat pasal 28 ayat 3 UU ITE tentang berita bohong atas kritikannya yang diposting di akun FB miliknya tentang penutupan akses jalan desa menuju pantai Bo'a di Rote Barat oleh PT Bo'a Development yang menidirikan hotel Nihi Rote. Pemda Rote tidak mempersoalkan penutupa jalan yang dibangun menggunakan APBD. (Goodkind.id)

Erasmus Dijerat UU ITE Lantaran Kritik Jalan ke Pantai Bo’a Rote Ditutup

by Rita Hasugian
12 September 2025
0

 Kupang –  Erasmus Frans Mandato menuangkan kritikan terhadap Pemerintah Daerah Rote Ndao dan PT Bo’a Development terhadap penutupan akses jalan...

Rudolfus Oktavianus Ruma atau disapa Vian Ruma, pengurus Koalisi Kopi wilayah Nagekeo, NTT.

Upaya Mengungkap Sebab Kematian Vian Ruma, Guru juga Aktivis Lingkungan

by Rita Hasugian
11 September 2025
0

Kupang –  Penyebab kematian Rudolfus Oktavianus Ruma atau disapa Vian Ruma, seorang guru dan pengurus Koalisi Kelompok Orang Muda untuk...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati