• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, September 30, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

NTT Dalam Masa Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
NTT Dalam Masa Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan

Seorang warga Kelapa Lima memadamkan api di lahan yang terbakar. (Putra Bali Mula - KatongNTT)

0
SHARES
47
VIEWS

Kupang – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) rawan menghadapi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau saat ini.

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi, menegaskan ini Selasa, 20 Juni 2023, untuk diwaspadai masyarakat maupun pemerintah.

BacaJuga

Gereja Santo Thomas Moruf di Maumere, kabupaten Sikka, rusak diterjang gempa pada 15 Agustus 2026. (Dok. Benadikta da Silva)

Gempa Susulan Terus Terjang Flores, BMKG: Total 1576 !

17 Agustus 2026
Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

11 Februari 2026

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan ini sebagai peringatan dini terhitung 20 Juni ini hingga sepekan nanti.

Baca juga : Semua Daerah di NTT Sangat Mudah Terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan

Agung menjelaskan wilayah Pulau Timor, Flores, Sumba, Sabu, Rote, Adonara, Solor, dan Pulau Lembata umumnya cerah berawan maupun berawan periode tersebut.

“Waspada potensi angin kencang yang dapat menyebabkan meluasnya kebakaran hutan dan lahan,” tegas Agung.

Namun Pulau Alor dan Pulau Pantar umumnya akan berawan hingga hujan ringan periode 24 hingga 26 Juni 2023.

Baca juga : Puncak Musim Kemarau di NTT, Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan

Selain itu, kata Agung, tidak ada potensi pembentukan awan lagi di wilayah NTT karena MJO Madden Julian Oscillation (MJO) disebut berada pada kuadran 4 (Maritime Continent – Netral).

Kondisi ini ditambah dengan arah angin dari Timur Laut ke Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 20 hingga 40 km/jam pada suhu udara berkisar dari 20 hingga 33 °C dan kelembaban udara berkisar antara 50 sampai 90 persen.

BMKG juga merilis sejumlah wilayah di NTT yang masuk dalam zona merah penyebaran api atau rawan kebakaran. Zona merah ini membutuhkan air intensitas besar karena kebakaran yang menyebar dengan cepat.

Baca juga : Kronologi Rusuh di Kupang Hingga Kondusif Hari Ini

Kabupaten Sabu Raijua, Rote Ndao, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Sikka, Ende, Nagekeo, Manggarai, Sumba Timur, Sumba Tengah dan sebagian Sumba Barat Daya.

Lahan runway di sekitar lapangan udara Bandara El Tari Kupang juga terbakar belum lama ini, 13 Juni 2023.

Kebakaran ini terjadi pukul 12.30 WITA dan asap dari lahan yang terbakar itu bertiup ke landasan pacu. Kebakaran itu menyebabkan pesawat Garuda tujuan Surabaya dan Lion Air tujuan Denpasar sekitar 45 menit.

Baca juga : Pemilik Ponsel Terbakar dalam Kabin Lion Air Diizinkan Lanjutkan Perjalanan

Pesawat Garuda sebenarnya dijadwalkan berangkat pukul 13.45 WITA dan Lion Air pada pukul 13.30 WITA.

“Pada saat musim panas seperti saat ini memang adanya potensi kebakaran di sekitar rumput pada bahu,” kata Devi Budihandayani Humas Bandara El Tari Kupang.

Sebagai pengelola, kata Devi, pihaknya telah memitigasi dengan pemotongan rumput di semua sisi landasan pacu dan meningkatkan kesiagaan petugas pemadam kebakaran.****

Tags: #BMKGNTT#kebakaran#KebakarandiNTT#kebakaranhutandanlahandintt#kebakaranlahan#peringatandini
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Gereja Santo Thomas Moruf di Maumere, kabupaten Sikka, rusak diterjang gempa pada 15 Agustus 2026. (Dok. Benadikta da Silva)

Gempa Susulan Terus Terjang Flores, BMKG: Total 1576 !

by Rita Hasugian
17 Agustus 2026
0

KatongNTT- Gempa susulan masih mengguncang Pulau Flores hingga hari ini. Fransiska Heldiana Juita, warga Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat pada...

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

by Rita Hasugian
11 Februari 2026
0

Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, Indrawati Doroh duduk berselonjor di teras rumahnya di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT bersama...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati