Kupang – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) rawan menghadapi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau saat ini.
Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi, menegaskan ini Selasa, 20 Juni 2023, untuk diwaspadai masyarakat maupun pemerintah.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan ini sebagai peringatan dini terhitung 20 Juni ini hingga sepekan nanti.
Baca juga : Semua Daerah di NTT Sangat Mudah Terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan
Agung menjelaskan wilayah Pulau Timor, Flores, Sumba, Sabu, Rote, Adonara, Solor, dan Pulau Lembata umumnya cerah berawan maupun berawan periode tersebut.
“Waspada potensi angin kencang yang dapat menyebabkan meluasnya kebakaran hutan dan lahan,” tegas Agung.
Namun Pulau Alor dan Pulau Pantar umumnya akan berawan hingga hujan ringan periode 24 hingga 26 Juni 2023.
Baca juga : Puncak Musim Kemarau di NTT, Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan
Selain itu, kata Agung, tidak ada potensi pembentukan awan lagi di wilayah NTT karena MJO Madden Julian Oscillation (MJO) disebut berada pada kuadran 4 (Maritime Continent – Netral).
Kondisi ini ditambah dengan arah angin dari Timur Laut ke Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 20 hingga 40 km/jam pada suhu udara berkisar dari 20 hingga 33 °C dan kelembaban udara berkisar antara 50 sampai 90 persen.
BMKG juga merilis sejumlah wilayah di NTT yang masuk dalam zona merah penyebaran api atau rawan kebakaran. Zona merah ini membutuhkan air intensitas besar karena kebakaran yang menyebar dengan cepat.
Baca juga : Kronologi Rusuh di Kupang Hingga Kondusif Hari Ini
Kabupaten Sabu Raijua, Rote Ndao, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Sikka, Ende, Nagekeo, Manggarai, Sumba Timur, Sumba Tengah dan sebagian Sumba Barat Daya.
Lahan runway di sekitar lapangan udara Bandara El Tari Kupang juga terbakar belum lama ini, 13 Juni 2023.
Kebakaran ini terjadi pukul 12.30 WITA dan asap dari lahan yang terbakar itu bertiup ke landasan pacu. Kebakaran itu menyebabkan pesawat Garuda tujuan Surabaya dan Lion Air tujuan Denpasar sekitar 45 menit.
Baca juga : Pemilik Ponsel Terbakar dalam Kabin Lion Air Diizinkan Lanjutkan Perjalanan
Pesawat Garuda sebenarnya dijadwalkan berangkat pukul 13.45 WITA dan Lion Air pada pukul 13.30 WITA.
“Pada saat musim panas seperti saat ini memang adanya potensi kebakaran di sekitar rumput pada bahu,” kata Devi Budihandayani Humas Bandara El Tari Kupang.
Sebagai pengelola, kata Devi, pihaknya telah memitigasi dengan pemotongan rumput di semua sisi landasan pacu dan meningkatkan kesiagaan petugas pemadam kebakaran.****




