• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, April 15, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Pidato HUT RI, Viktor Hanya Sekali Sebut Kata Miskin 

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pidato HUT RI, Viktor Hanya Sekali Sebut Kata Miskin 

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan bendera merah putih kepada petugas pengibar bendera upacara HUT RI ke-78. (Dok. Biro Administrasi Pimpinan NTT)

0
SHARES
85
VIEWS

Kupang – Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat hanya sekali menyebut soal kemiskinan dalam pidatonya memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia.

Viktor dalam pidatonya itu memang menyampaikan sejumlah pencapaian semasa kepemimpinannya sejak 2018 sebelum berakhir pada September 2023 mendatang.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Pidato memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-78 itu disampaikan Viktor di Aula El Tari Kupang, Rabu 16 Agustus 2023.

Baca juga : Jumlah Penduduk Miskin NTT Naik Jadi 1,14 Juta Orang

Soal kemiskinan ini hanya disebut Viktor Laiskodat sekali dalam memaparkan presentase kemiskinan NTT yang menurutnya turun selama ia menjabat gubernur sejak 2018 lalu.

Awalnya ia mengatakan pertumbuhan ekonomi NTT berlangsung dalam inflasi yang dapat dikendalikan. Kemudian ia menyebut kemiskinan sudah berhasil ia turunkan.

“Persentase kemiskinan yang menurun dari 21,35 persen tahun 2018 menjadi 19,96 persen pada Maret 2023 atau menurun 1,39 persen,” kata Viktor.

Baca juga : NTT Provinsi Termiskin Ketiga di Indonesia

Selanjutnya ia berbicara mengenai pemerataan pembangunan. Kemudian ia berbicara soal Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mengalami peningkatan sebesar 1,51 poin yakni 64,39 pada tahun 2018 menjadi 65,90 di tahun 2022.

Viktor juga menyampaikan usia harapan hidup warga NTT yang naik dari 66,38 tahun 2018 menjadi 67,47 tahun 2022.

Kemudian ia menyampaikan soal harapan lama sekolah di NTT yang juga meningkat lebih baik pada tahun 2022 yakni 7,70 dibanding 7,30 di tahun 2018.

Baca juga : Penduduk Miskin NTT Bertambah Jadi 1,15 Juta Orang, Dipicu Harga BBM Naik

Demikian pula soal angka pengeluaran per kapita, kata Viktor, naik menjadi Rp 7,87 juta pada tahun 2022 dibanding tahun 2018 sebesar Rp 7,56 juta.

Setelah itu ia menyinggung pencapaiannya yang terbagi dalam berbagai poin. Awalnya ia mengemukakan pencapaian dari bidang kesehatan.

Dalam pidato berjumlah 32 halaman itu Viktor juga memaparkan pencapaian dari bidang lainnya seperti pendidikan dan olahraga, pariwisata, pertanian, kelautan dan perikanan, infrastruktur, investasi hingga energi, maupun ketenagakerjaan dan kawasan perbatasan. ****

Tags: #Angkakemiskinan#HUTRIke78#kemiskinanntt#upacarakemerdekaanRI#VBL#ViktorBungtiluLaiskodat
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati