Kupang – Perusahaan dari Skotlandia, Nova Innovation Ltd sedang melakukan studi potensi energi listrik dari arus laut Selat Gonzalu. Arus yang berada di antara Pulau Adonara dan Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur diuji oleh perusahaan itu.
Nova Innovation adalah perusahaan energi pasang surut terkemuka dunia yang merancang, membangun, dan mengoperasikan turbin penghasil listrik.
“Nova Innovation dari Skotlandia dan mungkin tahun ini ada rencana pembangkit arus laut yang tidak terlalu besar, mungkin 100 atau 200 kilowatt, untuk uji coba,” kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTT, Jusuf Adoe.
Baca juga: Investasi Kabel Laut Australia-Singapura, Bisakah NTT Mengambil Peluang?
Jusuf saat ditemui di kantornya Jumat 17 Februari 2023 menjelaskan uji coba Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PTAL) guna mengetahui daya yang bisa dihasilkan dari arus ini. Nantinya daya yang dihasilkan akan dikomersilkan dengan besaran tarif tertentu.
“Kita uji coba dulu untuk tahu hambatan dan keunggulannya seperti apa dulu. Lalu bisa ditentukan skema tarif untuk dapat dijual per kWh berapa,” papar dia.
Daya yang dihasilkannya sambung Jusuf, dapat dijual ke PLN sebagai distributor karena perusahaan negara ini mempunyai sarana distribusi yang lebih masif.
Konstruksi yang dibangun Nova Innovation adalah dengan menempatkan turbin ke arus laut dalam titik tertentu. Konstruksinya dilakukan lewat kajian kawasan agar keberadaan turbin ini tidak mengganggu rute pelayaran. Selain itu agar tidak berdampak buruk.
Jusuf mengatakan konstruksi ini berbeda dengan proyek Jembatan Palmerah sebagai penghubung dua pulau tersebut yang dilengkapi turbin penghasil listrik.
Baca juga: Jokowi Tegaskan Komitmen Soal Industri Kendaraan Listrik, PLN Jadi Pemain Utama
“Beda yang melakukan kajian. Kalau yang kemarin itu kan Tidal Bridge dari Belanda dan sekarang Nova Innovation dari Skotlandia,” sebutnya.
Jembatan yang direncanakan sepanjang 800 meter ini digagas oleh konsorsium Belanda lengkap dengan turbin pembangkit listrik yang memanfaatkan energi arus laut.
Namun begitu Jusuf Adoe yang ditanyai perihal rencana itu mengaku tidak mengetahui seperti apa kelanjutan dari rencana Belanda dan pemerintah Indonesia itu.
“Saya tidak tahu karena ini berbeda. Nanti kalau bilang tidak pakai lagi salah nanti. Tapi yang dari Skotlandia ini tidak pakai jembatan,” jawab dia.

Nova Innovation melaksanakan studi tersebut bekerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.
“Nanti hasil studi mereka ini ditawarkan, bisa saja dikerjakan bersama pemerintah Indonesia atau dibangun mereka sendiri,” tambah dia.
Pemprov NTT mendukung adanya pengelolaan Energi Baru Terbarukan ini. Sehingga arus laut ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat juga nantinya.
“Kita tidak bisa sendiri kembangkan potensi itu menjadi sesuatu nilai karena itu tentu membutuhkan pembiayaan.Dan kalau ada pihak yang mau maka tentu kami support,” ujar Jusuf.
Baca juga: Kinerja BRIN Disorot, Hasil Riset Green Economy and Population di NTT Belum Dipublikasikan
Latif Gau sebagai pihak penanggungjawab dan perwakilan Tidal Bridge pernah menyampaikan perihal kelanjutan proyek Jembatan Palmerah Flores. Ia menyampaikan ini dalam pertemuan daring tentang proyek PLTAL Jembatan Pancasila Palmerah, 13 Juni 2022.
Dia menjelaskan,Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan telah memastikan kelanjutan proyek PLTAL.
Pihak Belanda sendiri juga pernah menjanjikan proyek tersebut tidak akan membebankan APBN. mereka sendiri akan melakukan pengadaan hingga pengerjaan proyek ini.
Belanda saat itu membutuhkan dukungan kebijakan dan politis, kata Latif, karena terkendala dengan persetujuan atau rekomendasi PLN ke Kementerian ESDM terkait kelanjutan proyek ini.
Perkiraan beban puncak listrik yang dapat dihasilkan Jembatan Palmerah sendiri sebesar 92 MW bila dimulai 2021. Dan akan meningkat menjadi 117 MW pada tahun 2027.
Rencana Tidal Bridge ini juga telah ditinjau 2018 lalu oleh Ignasius Jonan sewaktu menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (Putra Bali Mula)



