• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis

“Pugar” Tingkatkan Produksi Garam, Perpres 126/2022 Belum Optimal di NTT

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Bisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Impor Capai 2,8 Juta Ton, Bagaimana Kabar Garam NTT?

Ilustrasi tambak garam (https://blulpmukp.id)

0
SHARES
60
VIEWS

Kupang – Pemberdayaan usaha garam rakyat (Pugar) dengan memanfaatkan lahan garam milik rakyat mampu meningkatkan produksi garam hingga mencapai 5.912,11 ton.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor B Laiskodat dalam keterangan di Kupang, Selasa (29/8/2023) mengatakan hal itu terkait upaya pihaknya mengoptimalkan pengolahan garam rakyat. Kondisi cuaca dan kualitas air laut dan lahan di NTT sangat mendukung produksi garam berkualitas tinggi dengan kadar NaCl mencapai 96 persen.

BacaJuga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

29 Juni 2025
Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024

Menurut dia, seperti ditulis Antara, luas lahan garam di provinsi berbasis kepulauan ini mencapai 15.000 hektare (ha) atau sekitar 60 persen.

Baca : Kebijakan Garam Industri NTT Perlu Diperjelas, Kemenperin Optimalkan Penyerapan

Dikatakan, usaha garam rakyat tersebar di seluruh NTT memproduksi hingga 5.912,11 ton, terbanyak di tiga kabupaten yaitu Kupang, Nagekeo, dan Sabu Raijua.

“Kualitas garam di NTT merupakan yang terbaik sehingga pemerintah terus mendorong para investor untuk berinvestasi garam di NTT,” kata Viktor.

Dia yakin pembangunan usaha garam mampu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat NTT khususnya para petani garam.

Sementara itu, upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong peningkatan produktivitas garam di NTT sudah digaungkan sejak akhir tahun 2022 lalu. Hal itu sebagaimana amanat Peraturan Presiden (Perpres) 126 Tahun 2022 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional.

Baca : Potret Industri Garam NTT, Investor Jual Bahan Baku Hingga Pabrik Tak Berproduksi

Pada November 2022 lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bahkan sudah berkunjung ke Teluk Kupang, NTT. Ketika itu, implementasi Perpres 126/2022 diharapkan bisa mendorong NTT berkontribusi besar pada akhir 2023 ini.

“KKP akan berkoordinasi dengan Gubernur NTT, lahannya akan kita bangun, dan harapan saya akhir tahun 2023 NTT sudah memiliki kemampuan untuk berkontribusi besar secara nasional,” kata Sakti Wahyu Trenggono saat mengunjungi kawasan tambak garam di Kupang NTT, Kamis (17/11/2022) lalu.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo menandatangani Perpres 126 Tahun 2022 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional. Kebijakan ini mengamanatkan pemerintah pusat dan daerah melakukan percepatan pembangunan sentra garam untuk memenuhi kebutuhan garam nasional, meliputi garam konsumsi dan garam kebutuhan industri.

Baca : Impor Meningkat, 13 Menteri Hingga Presiden Pernah Berkunjung dan Bahas Garam NTT

Informasi yang dihimpun KatongNTT.com menyebutkan upaya meningkatkan produksi tersebut harus diikuti dengan berbagai daya dukung, seperti kepastian lahan dan tata ruang, dukungan investasi swasta, dan sarana infrastruktur. Hal itu bisa dimulai dengan membuat berbagai program untuk menopang sentra ekonomi garam rakyat sebagaimana diamanatkan dalam Perpres 126 Tahun 2022 tersebut. [Anto]

Tags: #Garam#Gubernur#KKP#Perpres
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

by Rita Hasugian
29 Juni 2025
0

Di tengah laut biru dan pantai berpanorama indah, potensi ekonomi dari hasil laut di Nusa Tenggara Timur masih tersembunyi di...

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati