• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis

Kebijakan Garam Industri NTT Perlu Diperjelas, Kemenperin Optimalkan Penyerapan

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Bisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kebijakan Garam Industri NTT Perlu Diperjelas, Kemenperin Optimalkan Penyerapan

Ilustrasi tambak produksi garam (Ist).

0
SHARES
77
VIEWS

Jakarta – Kebutuhan garam industri di Indonesia sangat besar sehingga masih perlu diimpor dalam jutaan ton. Nusa Tenggara Timur (NTT) sebenarnya mempunyai potensi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Untuk itu, kebijakan dan strategi pengembangan garam industri tersebut harus lebih dimatangkan dan terus mendorong investasi.

Robert Lamanepa selaku praktisi industri kimia mengatakan garam industri dibutuhkan sebagai bahan baku atau bahan penolong bagi sejumlah industri lain. Mulai dari industri kaca, kebutuhan farmasi, kosmetik, tekstil, dan sebagainya dengan kadar NaCl minimal 97%.

BacaJuga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

29 Juni 2025
Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024

“Kebutuhannya sangat banyak. Garam rakyat saat ini masih perlu diolah agar sesuai spesifikasi industri. Tentu ada teknologi dan perlu investasi, tetapi kebijakan dan strateginya harus jelas,” ujar alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus pendiri Robertus Independent Consulting, Kamis (6/7/2023).

Baca : Impor Meningkat, 13 Menteri Hingga Presiden Pernah Berkunjung dan Bahas Garam NTT

Dikatakan, garam membutuhkan komitmen kuat dan kebijakan yang jelas dari pemerintah pusat. Hal itu menjadi acuan agar NTT bisa didorong sebagai produsen garam industri.

Informasi yang diperoleh KatongNTT.com menyebutkan lahan dan tata ruang menjadi persoalan utama yang menghambat produksi garam di NTT. Anehnya, ada pihak yang mempunyai hak guna usaha (HGU) sangat luas tetapi tidak dimanfaatkan untuk produksi garam. Tidak heran jika industri menengah yang mengolah garam di NTT pun kesulitan bahan baku garam.

Baca : Pabrik Garam Ferdinand Latuheru Kesulitan Bahan Baku

Seperti diketahui, impor garam khususnya garam industri terus meningkat. Data yang ada menunjukkan volume impor garam meningkat dari 2,6 juta ton pada 2019 dan 2020, menjadi 2,8  juta ton pada 2021. Volume impor garam diperkirakan mencapai 3 juta ton pada 2022 dan pada 2023 ini jumlah impor bakal meningkat.

Pemerintah pun sudah berupaya untuk menekan impor garam. NTT merupakan salah satu kawasan yang dibidik untuk memproduksi garam industri tersebut. Namun sejauh ini belum ada perkembangan berarti terkait garam industri tersebut.

Sementara itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya mengoptimalkan produksi dan penyerapan garam dalam negeri karena produksi saat ini belum memenuhi seluruh kebutuhan industri.

Baca : Potret Industri Garam NTT, Investor Jual Bahan Baku Hingga Pabrik Tak Berproduksi

Plt. Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (Dirjen IKFT) Kemenperin Ignatius Warsito di Surabaya, Selasa (4/7/2023), mengatakan produksi garam lokal saat ini belum memenuhi seluruh kebutuhan industri sehingga diimpor dari negara lain.

“Pada tahun 2023, kebutuhan garam nasional mencapai sekitar 4,9 juta ton dengan komposisi mayoritas berada di sektor industri manufaktur sebesar 90,9 persen,” katanya seperti ditulis Antara.

Baca : Impor Capai 2,8 Juta Ton, Bagaimana Kabar Garam NTT?

Hal tersebut, kata dia, membuat pemerintah perlu melakukan penerapan kebijakan secara cermat untuk menjamin pengelolaan komoditas garam dengan tepat.

Apalagi menurutnya, banyak sektor industri yang kegiatan komersialnya sangat bergantung pada garam, seperti industri khlor alkali, industri aneka pangan, industri farmasi dan kosmetik, industri water treatment, industri penyamakan kulit, industri pakan ternak, industri sabun dan deterjen, pertambangan, industri pengasinan ikan, hingga peternakan dan perkebunan. [Anto]

Tags: #Garam#garamntt#impor#Industri#Kebijakan
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

by Rita Hasugian
29 Juni 2025
0

Di tengah laut biru dan pantai berpanorama indah, potensi ekonomi dari hasil laut di Nusa Tenggara Timur masih tersembunyi di...

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati