• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Puncak Hari Maritim di Kupang, Jangan Lupa Pencemaran Laut Timor

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Puncak Hari Maritim di Kupang, Jangan Lupa Pencemaran Laut Timor

Ilustrasi penyelesaian kasus Montara merupakan bagian dari agenda maritim bangsa. (Ist)

0
SHARES
100
VIEWS

Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Invetasi (Kemenko Marves) akan merayakan Hari Maritim Nasional (HMN) ke-59 bersamaan dengan Hari Maritim Internasional ke-50 di Kupang, NTT.  HMN ke-59 jatuh pada tanggal 23 September 2023 lalu, sedangkan untuk skala internasional ditetapkan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tanggal 28 September 2023.

Dalam keterangannya, Kemenko Marves menyebutkan puncak HMN direncanakan akan berlangsung pada Sabtu (30/9/2023) dan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo di Kupang, NTT. Kegiatan akan dipusatkan di Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VII, Kupang. Pekan lalu, Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake sudah mengunjungi Mako Lantamal VII tersebut.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Baca : Impor Meningkat, 13 Menteri Hingga Presiden Pernah Berkunjung dan Bahas Garam NTT

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan HMN 2023 menjadi momentum untuk menjaga dan mengelola sumber daya maritim Indonesia demi masa depan yang lebih baik.

Dia memastikan Indonesia, sejak kemerdekaan, telah menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pengembangan kemaritiman. Pemerintah telah berupaya keras untuk meningkatkan potensi maritim melalui berbagai program dan kebijakan yang inovatif.

Baca : 14 Tahun Montara, Penantian Korban dan Dugaan “Mafia” Dana Kompensasi

Luhut juga meminta perayaan HMN ini harus dimanfaatkan semua pihak menjadi sebuah momentum dengan berkomitmen dalam menjaga, melindungi, dan mengelola sumber daya maritim dengan bijak.

Selain itu, memanfaatkan potensi maritim secara optimal sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, meningkatkan konektivitas antarpulau, dan memberikan kesejahteraan.

Sejalan dengan itu, Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) memberi apresiasi atas upaya memperingati hari maritim nasional dan internasional tersebut. Salah satu komitmen YPTB itu ditunjukkan secara konsisten selama hampir 15 tahun dalam memperjuangkan keadilan dan hak-hak bagi para korban pencemaran Laut Timor.

Baca : Pemerintah Siap Gugat Montara atas Kerusakan Lingkungan, Kerugian Ditaksir Rp 23 Triliun

“Kami memberi apresiasi atas dukungan pemerintah, salah satunya pada 2018 secara resmi telah membentuk Gugus Tugas Montara (The Montara Task Force),” ujar Ferdi, Selasa (26/9/2023).

Dikatakan, petaka Montara pada 2009 lalu tidak semata-mata berdampak pada para korban yang meninggal dan kehilangan sumber penghasilan, tetapi juga soal kedaulatan maritim.

Apalagi, kata Ferdi, komitmen YPTB itu sejalan dengan Konvensi Hukum Laut PBB 1982.

“PBB berupaya menjamin pemanfaatan laut dan samudera secara damai, kooperatif, dan ditetapkan secara hukum demi kepentingan individu dan umum umat manusia. Konvensi itu telah menyelesaikan beberapa permasalahan terkait pemanfaatan dan kedaulatan laut,” tegasnya.

Untuk itu, Ferdi dan seluruh jajaran meminta agar perayaan hari maritim nasional dan dunia tersebut menjadi momentum keadilan bagi para korban dan pemulihan kerusakan Laut Timor.

Berdasarkan data pihak Australia, tumpahan minyak dari ladang Montara telah mencemari perairan NTT sekitar 90.000 kilometer persegi. Kemudian lebih dari 100.000 orang kehilangan penghasilan dari nelayan dan budidaya rumput laut sehingga berdampak luas pada ekonomi keluarga. Lalu, lebih dari 60.000 hektare terumpu karang hancur serta kerusakan ekosistem lainnya yang akan ditempuh dalam gugatan perdata internasional. [Anto]

Tags: #Maritim#Menko Marves#MenkoMarinvesMontara
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati