• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, April 15, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Ratusan Lelaki Seks Lelaki di Lembata Termasuk Usia Anak-anak 

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Perempuan dan Anak
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ratusan Lelaki Seks Lelaki di Lembata Termasuk Usia Anak-anak 
0
SHARES
133
VIEWS

Kupang – Perilaku menyimpang Lelaki Seks Lelaki (LSL) di Lembata mencapai 321 orang termasuk dilakukan anak-anak. Mereka berbuat demikian karena terpengaruh faktor pergaulan.

Nefri Eken Pemerhati HIV/AIDS di Kabupaten Lembata menyebut perilaku LSL di Lembata ini tergolong tinggi.

BacaJuga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

10 Maret 2026

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

19 Februari 2026

“Ada anak yang orientasinya itu heteroseksual tetapi karena dibentuk oleh biseksual ini dia bisa putus dengan ceweknya itu dengan alasan pacaran dengan cewek itu rugi,” ungkap Nefri saat dihubungi Kamis 7 Desember 2023.

Baca juga : Muncul Ratusan Pekerja Seks Anak di Lembata, Keluarga Jadi Faktor Penyebab

321 LSL ini, kata dia, terdiri dari kalangan anak-anak sekolah maupun gay dan biseksual. Biseksual sendiri secara massif memiliki pelanggan anak-anak lelaki.

Sedangkan ada anak-anak lelaki di Lembata yang bersedia dipelihara oleh oknum gay dan biseksual karena lebih menguntungkan secara ekonomi. Mereka sampai diberikan motor gratis.

“Jadi LSL di Lembata termasuk tinggi,” kata dia.

Baca juga : 218 Pekerja Seks Anak di Lembata, Punya Grup Online Sampai Dijual Pacar Sendiri

Memang setiap orang mempunyai orientasi seksualnya masing-masing, sebut Nefri, akan tetapi tidaklah perlu mengorbankan anak-anak dengan cara demikian.

“Karena diiming-imingi uang, janji ada sesuatu yang dikasih, akhirnya tidak tahu mereka bisa mengidap HIV,” tukasnya.

Ia menceritakan ada anak yang tamat SMP dengan positif HIV stadium 4. Kondisinya itu mengakibatkan anak itu sempat pingsan di saat menerima pengumuman kelulusan.

Baca juga : Ratusan Anak NTT Alami Kekerasan Seksual, UU TPKS Dinilai Tak Efektif

“Dia dipelihara oleh gay. Satunya sudah meninggal karena HIV dan sekarang dia dengan biseksual yang mana juga positif HIV,” tambah dia.

Menurut dia, beberapa anak-anak dan remaja kadang dibayar dengan rokok atau uang Rp 20 ribu, kadang pula ia diberi minuman keras.

Faktor lingkungan atau pergaulan dan keuntungan secara ekonomi ini akhirnya membuat anak-anak ini terbiasa dan tidak lagi tertarik dengan lawan jenis.

Baca juga : Indeks Ketimpangan Gender di NTT Turun

“Dia heteroseksual yang sudah tidak tertarik lagi sama cewek dan berubah perilaku karena lingkungannya itu,” lanjutnya.

Ia juga sebagai psikolog seksual memberi konseling terhadap anak tersebut karena mempunyai pengalaman seperti itu.

Selain LSL, kata Nefri, di kabupaten Lembata juga diketahui ada 9 orang yang berperilaku Perempuan Seks Perempuan atau (PSP). ***

Tags: #Biseksual#gay#HIVAIDS#LelakiSeksLelaki#Lembata#LSL#LSLAnak#LSLdiLembata
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

by KatongNTT
10 Maret 2026
0

Siapa yang tidak kenal sepak bola, jenis olahraga paling populer seantero Indonesia bahkan dunia. Untuk merayakan Hari Perempuan Internasional pada...

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

by Yanti Mesak
19 Februari 2026
0

Komunitas Lakoat Kujawas adalah salah satu komunitas yang berada di Desa Taiftop, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati