• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, Februari 11, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Remaja Berprestasi Asal Lembata Bunuh Diri, Sebelumnya Posting Status “Masalah”

Rita Hasugian by Rita Hasugian
2 tahun ago
in Perempuan dan Anak
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Guru dan siswa SMAS Katolik Bhaktyarsa, Maumere, Kabupaten Sikka mengucapkan duka di hadapan peti jenazah Vidi Making yang akan dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Lembata, NTT untuk dimakamkan. (Tangkapan layar FB Mechy Chifar)

Guru dan siswa SMAS Katolik Bhaktyarsa, Maumere, Kabupaten Sikka mengucapkan duka di hadapan peti jenazah Vidi Making yang akan dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Lembata, NTT untuk dimakamkan. (Tangkapan layar FB Mechy Chifar)

0
SHARES
1.3k
VIEWS

Kupang– Berselang tiga hari setelah Pjs Bupati Lembata, Mathoes Tan menanggapi fenomena bunuh diri, seorang remaja asal Lembata ditemukan tewas bunuh diri. Remaja kelas 12 di SMAS Katolik Bhaktyarsa, Maumere, Kabupaten Sikka ditemukan tergantung di kantin sekolahnya pada Sabtu pagi, 20 Januari 2024.

Pelajar pria ini diketahui bernama Vidi Making. Kematian Vidi membuat gempar sekolah dan mengejutkan teman-teman sekolahnya.

BacaJuga

Indonesia Punya PP Tunas untuk Lindungi Anak di Internet, Apa itu?

Indonesia Punya PP Tunas untuk Lindungi Anak di Internet, Apa itu?

18 Desember 2025
Talkshow “Bangun Ruang Digital Ramah Anak #TungguAnakSiap” yang diselenggarakan Magdalene dan Kementerian Komunikasi dan Digital di Jakarta, 9 Desember 2025. (Dok. Magdalene)

#TungguAnakSiap: PP Tunas Adalah Awal, Butuh Kolaborasi

17 Desember 2025

Baca juga: Pj Bupati Lembata Komentari Kasus Bunuh Diri Anak ASN

Vidi bukan remaja pendiam atau penyendiri. Dia dikenal sebagai sutradara dan aktor dalam kegiatan teater di sekolahnya. Vidi  juga penyair dan penulis produktif. Di sekolahnya dia meraih juara umum. Penampilannya urakan seolah sebagai simbol perlawanan untuk menolak diam atas situasi sosial masyarakat di sekitarnya.

Nama Vidi terkenal di Lembata setelah nekad mengejar mobil Presiden Joko Widodo (Jokowi)  untuk menyerahkan selembar surat tiga tahun lalu. Presiden Jokowi saat itu melakukan kunjungan kerja ke lokasi banjir bandang dan erupsi Gunung Ile Lewotolok di Kecamatan Ile Ape, Lembata.

Vidi mengenakan baju seragam SMP berlari kencang menerobos Paspampers mengejar mobil Jokowi dan menyerahkan surat itu melalui jendela mobil. Vidi dalam suratnya itu menjelaskan sejumlah masalah di Lembata. Sejak itu dia menjadi sosok remaja yang jadi panutan teman-temannya.

Baca juga: Sumba Dirundung Kasus Bunuh Diri

Dua hari sebelum mengakhiri hidupnya, Vidi yang tinggal di asrama Susteran di Maumere menulis status di akun Instagram Vidimaking17 bertajuk “Masalah”.

Teramat penat untuk mengingat. Mungkin benar. Ada saatnya diri perlu merenung atas perkara luka, ataupun cita yang disengaja atau lahir karena angkuh yang terlalu rusuh. Sudah teramat banyak tuk senang dan mari berbaring berenang dalam pikiran yang remang. Semua orang akan berada pada satu titik di mana banyak orang membaptisnya dengan sebutan “Masalah” entah apapun itu. Banyak orang juga yang dengan mudah tuk menyudahinya. Namun tak sedikit yang terperangkap dan sulit untuk merangkak keluar.

Baca juga: Empat Jenis Bunuh Diri dan Pemicunya

Masalah kadang menjadi sebuah tangga untuk melangkah ke satu masa yang lebih matang. Namun terkadang masalah menjadi racun untuk seseorang terpasung lalu mundur. Banyak orang yang berbagi ke semua orang untuk meringankan beban. Sebagiannya memilih-milih teman tuk melabuhkan masalah tuk diceritakan. Namun tak sedikit juga yang memilih membalut perih dengan rapih agar tak terlihat rapuh. Setiap orang berbeda tuk menyelesaikan masalah. Segala cara dihalalkan tuh menyudahi masalah, ada yang berjuang mati-matian, ada yang jatuh berkali-kali, sakit hati. Bahkan memilih tuk bunuh diri. Dan aku lebih memilih untuk berdiam diri melihat seberapa jauh aku bisa berdiri. Apapun kondisinya tetap menjadi orang baik.

Ucapan duka dan kehilangan memenuhi akun medsos Vidi Making. Banyak yang mengungkapkan rasa kaget dan berduka atas pilihan remaja kritis dan peduli pada tanah kelahirannya itu.  Ada pula yang menyesalkan pilihannya untuk mengakhiri hidup. *****

 

Catatan redaksi:
Atas permintaan narasumber kami menghapus penjelasan narasumber tentang respons adiknya atas keputusan Vidi Making bunuh diri. 

Tags: #Bunuhdiri#Lembata#Maumere#Remajabunuhdiri#SMASKatolikBhaktyarsa#VidiMaking
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Indonesia Punya PP Tunas untuk Lindungi Anak di Internet, Apa itu?

Indonesia Punya PP Tunas untuk Lindungi Anak di Internet, Apa itu?

by Rita Hasugian
18 Desember 2025
0

Apakah anak-anak perlu dibatasi menggunakan media sosial? Pertanyaan ini pernah diajukan perusahaan riset independen IPSOS pada 2025 kepada 23.700 orang...

Talkshow “Bangun Ruang Digital Ramah Anak #TungguAnakSiap” yang diselenggarakan Magdalene dan Kementerian Komunikasi dan Digital di Jakarta, 9 Desember 2025. (Dok. Magdalene)

#TungguAnakSiap: PP Tunas Adalah Awal, Butuh Kolaborasi

by Rita Hasugian
17 Desember 2025
0

Risiko digital pada anak terus meningkat, mulai dari paparan konten seksual, komentar kebencian, manipulasi foto dengan Akal Imitasi (AI), hingga...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati