• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Sumba Dirundung Kasus Bunuh Diri

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Sumba Dirundung Kasus Bunuh Diri
0
SHARES
737
VIEWS

Kupang – Rentetan kasus bunuh diri terjadi di Pulau Sumba dari tanggal 1 hingga 18 Januari 2024. Ada 4 orang dengan usia dan latar belakang berbeda yang melakukan aksi nekat ini.

Berdasarkan catatan kepolisian dan berbagai pemberitaan, kasus kematian akibat bunuh diri di Pulau Sumba selama Januari ini bermula dari seorang remaja.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Pada 1 Januari 2024, ANT ditemukan telah mengakhiri hidupnya di sebuah gudang di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kamalaputi, Kabupaten Sumba Timur.

Baca juga : Uskup Penentang Eksekusi Mati Tibo Cs Telah Berpulang

Malam sebelum ditemukan tewas, remaja 19 tahun ini sempat mengeluhkan perseteruannya dengan pihak keluarga. Ia kepada teman-temannya mengaku disalahkan atas suatu masalah oleh keluarganya.

Berbeda dengan ANT, seorang warga Desa Tanarara sempat makan pagi bersama dengan keluarganya sebelum ditemukan tak bernyawa. Ia adalah AP, pria 31 tahun yang bunuh diri di siang hari 11 Januari 2024. Ia nekat melakukan itu saat anggota keluarganya bekerja di sawah.

Warga Kecamatan Lewa, Sumba Timur ini sebelumnya berkutat dengan masalah mental. Ia disebut mengalami gangguan jiwa pada 2017 hingga dipasung selama sebulan pada 2020 lalu oleh keluarganya sendiri.

Baca juga : Masyarakat NTT Punya Andil Besar Dalam Kasus Bunuh Diri

Kemudian pada 16 Januari 2024 seorang manula 61 tahun berinisial MR mengambil nyawanya sendiri. Ia yang paling berumur dalam rentetan kasus bunuh diri di Sumba sepanjang Januari ini.

Warga Kambaniru Kabupaten Sumba Timur ini ditemukan meninggal dunia oleh sang istri di rumahnya sendiri di Kecamatan Lewa.

ASN berusia 51 tahun itu tidak dapat menerka alasan jelas hingga pilihan nekat itu diambil sang suami. MR tak memiliki utang atau hal berat lainnya. Pria itu juga tampak beraktivitas seperti biasa di sekitar rumahnya pukul 06.00 WITA hingga ditemukan tak bernyawa dua jam berselang.

Baca juga : Komentar di Media Sosial Picu Anak Bunuh Diri

Dua hari kemudian, ARKT yang adalah seorang gadis 17 tahun asal Desa Wailawa, Kabupaten Sumba Tengah, ditemukan bunuh diri di dalam toilet sebuah toko di Sumba Timur.

Kejadian 18 Januari 2024 ini membuat geger warga di sekitar Jalan S. Parman, Kelurahan Prailiu, Kabupaten Sumba Timur.

Ia diketahui memang bekerja di Sumba Timur namun kepolisian belum bisa menyimpulkan motif dari tindakan yang dilakukan gadis ini.

Baca juga : Pelajar dan Anak DPRD Tewaskan Transpuan, Rapuhnya Kontrol dari Keluarga

Menurut Dosen Psikolog Universitas Nusa Cendana (Undana), Indra Yohanes Kiling, budaya masyarakat yang terlalu cepat menghakimi ketimbang mendengar bisa menjadi dorongan bunuh diri bagi orang-orang yang depresi atau terhimpit tekanan ekonomi.

“Kita kurang budaya ‘kasih telinga’ untuk orang lain dan masyarakat kita umumnya lebih cepat menggurui orang yang mempunyai pengeluhan padahal kadang mereka hanya butuh seseorang untuk mendengar saja,” jelas Indra.

Baca juga : NTT Kekurangan Psikolog Dampingi Anak Korban Pelecehan

Hal ini membuat kebanyakan orang yang rentan secara mental enggan mengeluarkan emosi dan memendamnya sendiri.

Selain kurang mendengar, masyarakat pun acap kali membanding-bandingkan kehidupan orang lain dan menilai semua orang punya ketahanan mental yang sama. Kejadian ini bisa dijumpai dalam lingkungan sosial maupun dunia maya.

Saat ini terdapat berbagai layanan psikolog secara online namun tingkat kesadaran masyarakat akan kesehatan mental masih sangat kurang. Masyarakat NTT umumnya memandang orang yang berkonsultasi dengan psikiater adalah orang dengan gangguan jiwa.

Baca juga : Mahasiswa Coba Bunuh Diri, Rektor Undana Soroti Dosen dan Layanan Psikolog

Sebenarnya, kata dia, fenomena bunuh diri di NTT harus ditanggapi oleh pemerintah dengan menempatkan psikolog di tiap-tiap puskesmas yang bisa dijangkau masyarakat.

Upaya untuk meredam tingkat stres atau depresi akibat permasalahan rumah tangga, ekonomi, maupun berbagai hal lainnya, hingga menekan keinginan untuk bunuh diri dapat dilakukan.

“Sehingga kasus-kasus yang ada tendensinya ke bunuh diri itu sebenarnya bisa dicegah tapi kalau di kita bila tendensi itu muncul justru berhadapan lagi dengan stigma yang hidup di masyarakat kalau ke psikolog itu berarti gila, sebenarnya tidak,” jelasnya. ***

 

Anda bisa mencari bantuan jika mengetahui ada sahabat atau kerabat, termasuk diri anda sendiri, yang memiliki kecenderungan bunuh diri. Informasi terkait depresi dan isu kesehatan mental bisa diperoleh dengan menghubungi psikolog, dokter kesehatan jiwa di rumah sakit terdekat atau mengontak sejumlah komunitas untuk mendapat pendampingan seperti LSM Jangan Bunuh Diri via email janganbunuhdiri@yahoo.com dan saluran telepon (021) 9696 9293, dan Yayasan Pulih di (021) 78842580.

Tags: #Bunuhdiri#BunuhdiridiPulauSumba#KabupatenSumbaTengah#KabupatenSumbaTimur#PulauSumba
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati