Sumba Timur Bakal Miliki Tambak Udang Modern Serap 5.000 Tenaga Kerja

Tambak udang modern direncanakan didirikan di Desa Palakahembi, Kabupaten Sumba Timur dengan menyerap 5.000 tenaga kerja.

Ilustrasi - Aktivitas membuka lahan pesisir untuk budidaya udang di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, belum lama ini. (Agrifood.id)

Ilustrasi - Aktivitas membuka lahan pesisir untuk budidaya udang di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, belum lama ini. (Agrifood.id)

 Sumba Timur – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjajaki pembangunan tambak udang modern di Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Investasi tambak skala besar itu akan menyerap 5.000 tenaga kerja. Penyerapan tenaga kerja untuk mendukung capaian target produksi udang nasional sebanyak 2 juta ton pada 2024.

Dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/1/2023), Menteri Trenggono memastikan jika terealisasi, pembangunan nantinya mengutamakan tenaga kerja lokal.  Tenaga kerja sebanyak ini untuk mengedepankan prinsip keberlanjutan bagi lingkungan dan usaha. Selain dengan pemerintah daerah (pemda), pembangunan akan melibatkan pihak profesional agar prinsip keberlanjutan tercapai dengan baik.

Baca juga: Investor Hong Kong Janji Dirikan Pabrik Rumput Laut di NTT, Jaminkan Rp 14 Miliar

“Kalau kita bangun sesuai potensi rencana, maka tidak kurang dari Rp 3 T yang dapat dihasilkan dalam 1 tahun dan tenaga kerja yang dibutuhkan bisa mencapai 5.000 orang. Untuk tenaga kerja, mutlak dan harus mengutamakan tenaga kerja lokal,” kata Menteri Trenggono usai mengunjungi Desa Palakahembi, Sumba Timur, Minggu (22/1/2023).

Dalam kunjungan itu, Menteri Trenggono didampingi Bupati Sumba Timur Khristopel Praing.

Tambak udang modern direncanakan didirikan di Desa Palakahembi . Adapun rencana pembangunan tambak udang modern di wilayah tersebut untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat dan serta menghadirkan distribusi ekonomi di wilayah timur Indonesia.

Baca juga: Jokowi ke Sumba Timur, Bupati Keluhkan Hama Belalang Puluhan Tahun Tak Teratasi

“Kita (rencana) buat modeling tujuannya untuk meningkatkan produksi udang nasional yang signifikan karena luasan wilayah kita masih banyak. Indonesia timur target kita. Kenapa ? Supaya pertumbuhan ekonomi terdistribusi ke wilayah timur,” ujar Trenggono.

Pengembangan budidaya udang di Sumba Timur juga untuk mendukung capaian target produksi udang nasional sebanyak 2 juta ton pada 2024. Udang memiliki peluang ekspor yang sangat besar dengan nilai pasar dunia sekitar USD28 miliar pada tahun 2021.

Baca juga: Kisah Ana Paji Pakai Bahasa Ibu Didik Siswa di Pedalaman Sumba

“Pengembangan ini tentu kita sesuaikan dengan kemanfaatan dan kemampuan atau kompetensi yang dimiliki daerah itu agar bisa meningkat dengan baik. Ini salah satu yang menjadi pemikiran kita semua di pemerintahan,” tambahnya.

Rencana investasi udang skala besar tersebut mendapat perhatian dari para praktisi udang seperti Anton Chen dan Angelus Nainggalas. Anton yang berbasis  di Jawa Tengah dan Angelus yang pernah bergerak di Lampung menegaskan agar perencanaan udang skala modern itu perlu memperhatikan banyak aspek. Hal itu agar investasti ratusan miliar yang hendak dikucurkan bisa efektif.

Selain itu bisa mengoptimalkan potensi lokal. Untuk itu, survei yang detil dengan melibatkan tenaga profesional sangat diperlukan. [K-02]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *