• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, April 29, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Opini

Tentang Paus Fransiskus (1)

Oleh: Tonnio Irnawan, Pembaca buku sejarah

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Paus Fransiskus, pemimpin umat Katolik sedunia. (Dok. European Leaders)

Paus Fransiskus, pemimpin umat Katolik sedunia. (Dok. European Leaders)

0
SHARES
33
VIEWS

Pengantar: Pemimpin umat Katolik sedunia (Holy See), Paus Fransiskus akan berkunjung ke Indonesia pada tangga 3-6 September 2024. Ini merupakan kunjungan kenegaraan Paus Fransiskus yang pertama ke Indonesia.  Dalam kunjungan Paus Fransiskus ke kawasan Asia Pasifik, Indonesia menjadi negara pertama dikunjungi untuk kemudian Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura.

Paus yang dikenal dekat dengan orang-orang yang disingkirkan atau tidak dianggap keberadaannya akan mengadakan sejumlah pertemuan kenegaraan dan memimpin misa dengan ribuan umat Katolik di Jakarta. Menurut data Kementerian Agama, jumlah umat Katolik hingga akhir 2022 sebanyak 8,5 juta jiwa atau sekitar 3,06 persen dari total populasi warga Indonesia yakni 277,75 juta jiwa.  

BacaJuga

Konsep Komunio Leonardo Boff dan Relevansinya bagi Komunitas Religius

13 April 2026
Ilustrasi Perdagangan Orang (Jalastoria)

Paradoks Kemiskinan di NTT

8 April 2026

 

Paus Fransiskus adalah paus pertama yang dipilih menggantikan paus yang mengundurkan diri karena alasan usia lanjut. Paus tersebut adalah Benediktus XVI, kardinal asal Jerman yang mengundurkan diri mulai Kamis malam,28 Februari 2013. Setelah menjadi paus emeritus, Benediktus tinggal di Kota Roma hingga wafat pada 31 Desember 2022 dalam usia 95 tahun.

Baca juga: Cinta Kasih, Satu-satunya Jalan untuk Memperbarui Dunia

Benediktus XVI menggantikan Paus Yohanes Paulus II, asal Polandia yang wafat pada 2 April 2005 dalam usia 85 tahun.  Maka mulai 19 April 2005 Vatikan sudah mempunyai kepala negara yang baru yaitu Paus Benediktus XVI.

Mundurnya Paus Benediktus XVI menyebabkan kekosongan kepemimpinan Vatikan. Segera diselenggarakan sidang para kardinal untuk memilih paus yang disebut konklaf. Para kardinal dari seluruh dunia datang ke kota suci Vatikan. Dunia menunggu siapa yang akan meneruskan karya pelayanan  Santo Petrus untuk menggembalakan umat Katolik?

Baca juga: Rumah Bapa Suci Resmi Berdiri di Tanah Arab

Siapakah pengganti Paus Benediktus XVI?, tak ada seorang pun yang tahu sampai asap putih ke luar dari cerobong. Bersorak sorailah umat yang menunggu dengan sabar di Lapangan Santo Petrus. (Bersambung)

Tags: #AsiaPasifik#HolySee#PausBenediktus#PausFransiskus#UmatKatolik
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Konsep Komunio Leonardo Boff dan Relevansinya bagi Komunitas Religius

by Gerardus Taena
13 April 2026
0

Konsep komunio merupakan salah satu pilar teologis yang mendasar dalam diskursus kekristenan, terutama dalam konteks Gereja dan kehidupan religius. Dalam...

Ilustrasi Perdagangan Orang (Jalastoria)

Paradoks Kemiskinan di NTT

by Frumentiana Leto
8 April 2026
0

Pernahkah kita membayangkan seorang bapak yang berangkat sebelum fajar menyingsing, mendayung perahu ke tengah laut, dan pulang siang hari dengan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati