• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Sabtu, April 25, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

TTU Laporkan 88 Kasus Gigitan Anjing, Vaksin Anti Rabies Terbatas

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pemda TTS Belum Tahu Asal Virus Rabies di Desa Fenun

Ilustrasi korban gigitan anjing di TTS meningkat. (Pixabay)

0
SHARES
20
VIEWS

Kupang – Dinas Kesehatan Timor Tengah Utara (TTU) mencatat jumlah korban kasus gigitan anjing di wilayah itu sudah mencapai 88 orang.

Data ini baru merupakan rekapitulasi kasus gigitan anjing hingga 7 Oktober 2023 dan sebagian besar korban disebut telah mendapatkan penanganan dengan vaksin anti rabies (VAR).

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

“Semua pasien sudah ditangani sesuai SOP dan sudah divaksin sebagian besar sudah sembuh,” jawab Kepala Dinas Kesehatan TTU, Robertus Tjeunfin, Selasa 31 Oktober 2023.

Baca juga : Jejak Rabies Selama 4 Bulan Meneror TTS

Terbaru, adanya kasus gigitan anjing di Desa Tubu dengan 3 orang korban yakni 2 orang di antaranya sudah dirujuk RSUD Kefamenanu dan mendapatkan vaksin anti rabies.

“Yang terakhir kemarin dari Desa Tubu ada 3 orang sudah ditangani juga, 2 orang dirujuk ke RSUD Kefamenanu dirawat luka sesuai SOP dan sudah divaksin,” jawabnya lagi.

Ketiga korban adalah EA berusia 10 tahun yang adalah pelajar sekolah dasar, Nikodemus Fallo berumur 28 tahun dan Hironimus Binsasi yang berusia 26 tahun.

Para korban gigitan anjing ini merupakan warga RT 006/RW 002, Desa Tubu, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten TTU. Ketiganya mendapat serangan pada Minggu 29 Oktober 2023.

Baca juga : TTS Pilih Cara Persuasi Daripada Pidanakan Pemilik Anjing Rabies

Ketiga korban digigit oleh anjing yang sama. Awalnya anjing tersebut menerkam AE yang tengah berada di belakang rumahnya. AE mendapat luka serius di bagian kepala.

Kemudian anjing yang dikejar warga itu lari menggigit Nikodemus. Kejadian berulang menimpa Hironimus. Ia digigit anjing yang sama.

Akhirnya warga berhasil menangkap anjing tersebut dan membunuhnya. Anjing itu kemudian digantung di atas pohon oleh warga yang geram. Kondisi ini membuat petugas sulit mengidentifikasi virus pada anjing tersebut.

Baca juga : 5 Anak Korban Rabies Tutup Usia, Andai Segera Dicegah

Sementara korban AE dan korban Nikodemus Fallo langsung diantar ke RSUD Kefamenanu pada pukul 16.00 WITA menggunakan mobil ambulans Puskesmas Inbate. Sementara Hironimus tak mendapat luka serius sehingga tidak dirawat intensif.

Robertus mengatakan VAR sangat terbatas tetapi ia tidak merinci jumlahnya. Sementara serum anti rabies belum ada di TTU.

“Serum kita belum ada. VAR ada tapi terbatas besok baru liat datanya,” tukasnya. ***

Tags: #AnjingrabiesTTU#DinasKesehatanTTU#KasusgigitananjingTTU#Korbangigitananjing
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati