Kupang – Dinas Kesehatan Timor Tengah Utara (TTU) mencatat jumlah korban kasus gigitan anjing di wilayah itu sudah mencapai 88 orang.
Data ini baru merupakan rekapitulasi kasus gigitan anjing hingga 7 Oktober 2023 dan sebagian besar korban disebut telah mendapatkan penanganan dengan vaksin anti rabies (VAR).
“Semua pasien sudah ditangani sesuai SOP dan sudah divaksin sebagian besar sudah sembuh,” jawab Kepala Dinas Kesehatan TTU, Robertus Tjeunfin, Selasa 31 Oktober 2023.
Baca juga : Jejak Rabies Selama 4 Bulan Meneror TTS
Terbaru, adanya kasus gigitan anjing di Desa Tubu dengan 3 orang korban yakni 2 orang di antaranya sudah dirujuk RSUD Kefamenanu dan mendapatkan vaksin anti rabies.
“Yang terakhir kemarin dari Desa Tubu ada 3 orang sudah ditangani juga, 2 orang dirujuk ke RSUD Kefamenanu dirawat luka sesuai SOP dan sudah divaksin,” jawabnya lagi.
Ketiga korban adalah EA berusia 10 tahun yang adalah pelajar sekolah dasar, Nikodemus Fallo berumur 28 tahun dan Hironimus Binsasi yang berusia 26 tahun.
Para korban gigitan anjing ini merupakan warga RT 006/RW 002, Desa Tubu, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten TTU. Ketiganya mendapat serangan pada Minggu 29 Oktober 2023.
Baca juga : TTS Pilih Cara Persuasi Daripada Pidanakan Pemilik Anjing Rabies
Ketiga korban digigit oleh anjing yang sama. Awalnya anjing tersebut menerkam AE yang tengah berada di belakang rumahnya. AE mendapat luka serius di bagian kepala.
Kemudian anjing yang dikejar warga itu lari menggigit Nikodemus. Kejadian berulang menimpa Hironimus. Ia digigit anjing yang sama.
Akhirnya warga berhasil menangkap anjing tersebut dan membunuhnya. Anjing itu kemudian digantung di atas pohon oleh warga yang geram. Kondisi ini membuat petugas sulit mengidentifikasi virus pada anjing tersebut.
Baca juga : 5 Anak Korban Rabies Tutup Usia, Andai Segera Dicegah
Sementara korban AE dan korban Nikodemus Fallo langsung diantar ke RSUD Kefamenanu pada pukul 16.00 WITA menggunakan mobil ambulans Puskesmas Inbate. Sementara Hironimus tak mendapat luka serius sehingga tidak dirawat intensif.
Robertus mengatakan VAR sangat terbatas tetapi ia tidak merinci jumlahnya. Sementara serum anti rabies belum ada di TTU.
“Serum kita belum ada. VAR ada tapi terbatas besok baru liat datanya,” tukasnya. ***




