Kupang – Warga Kelurahan Fatufeto adalah para pemuda, jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Kota Kupang.
Juga keluarga muslim di wilayah tersebut, baik kaum tua dan muda bersama-sama membuat replika salib dan bedug Ramadan.
Replika salib yang menggambarkan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus juga bedug Ramadan menyambut Idul Fitri itu berada di satu lokasi.
Baca Juga: Toleransi di NTT, Pemuda Gereja Jaga Keamanan Saat Umat Muslim Salat Tarawih di Kota Kupang
Dua replika ini ditempatkan di Monumen Fatu Fetto (Uis Fetto) yang menjadi ikon dari kelurahan tersebut.
Ferry La’a perwakilan Pemuda Rayon 2 Jemaat GMIT Kota Kupang menjelaskan ide ini muncul dari kebersamaan masyarakat di sana.
Momentum keagamaan yaitu Paskah maupun bulan suci Ramadan dipakai untuk menampilkan ikatan dan toleransi antar umat beragama lewat replika yang juga dibuat bersama-sama ini.
“Ini sebagai bentuk toleransi hari raya Paskah dan juga bedug sebagai penghargaan kepada saudara-saudara kita umat muslim untuk merayakan Idul Fitri,” jelas Ferry, Rabu 5 April 2023.
Munawar Kiah, perwakilan keluarga muslim di Fatufeto juga menyampaikan pendapat serupa.
Momentum ini mengajarkan para generasi saat ini soal toleransi yang harus terjaga seterusnya.
“Agar generasi atau pemuda di Fatufeto yang beragama Kristen Protestan, yang dari muslim, terus mewujudkan toleransi beragama bersamaan dengan momen Paskah dan Idul Fitri ini,” tambah Munawar.
Inisiatif langsung dari para pemuda ini sangat didukungnya. Menurutnya hal ini sudah mewujudkan kerukunan yang selama ini dijaga di Kota Kupang. Terkhususnya di wilayah tersebut.
Andi Brand selaku Ketua RT 08 Kelurahan Fatufeto juga sangat berbangga dengan inisiatif para pemuda dari berbagai agama ini.
“Ini momentum yang dirayakan bersama baik itu bagi umat nasrani maupun umat muslim. Dan ini disatukan yang mana mewakili toleransi bagi kita semua, tidak saja di sini, tapi untuk Indonesia kita,” tanggapnya.
Kegiatan ini akan terus berlanjut seterusnya lagi ke depannya pada hari raya lainnya ke depannya.
Ia berharap para generasi muda terus menjaga toleransi tidak hanya dalam wilayah ini tetapi juga di tempat lainnya.
Dua replika ini berbahan dasar barang bekas seperti terpal, karung beras, sak semen. Material yang tidak terpakai juga bambu bekas pagar yang dirakit saat itu.
Baca Juga: Awal Ramadan 23 Maret 2023, Ini Pesan Presiden, Wapres, dan Menag untuk Umat Islam
Replika salib dan bedug ini akan tetap dijaga hingga dengan lebaran nantinya berakhir atau setelah bulan suci Ramadan.
Pantauan di lokasi para pemuda lintas agama ini sedang membersihkan area sekitar dua replika tersebut.
Dua replika ini diterangi dengan berbagai warna lampu yang menarik perhatian para pelintas di Jalan Sasando itu. (Putra Bali Mula)




