• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, Desember 5, 2025
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Pekerja Migran & Perdagangan Orang

Warga NTT Diduga Korban TPPO Ditemukan di Batam, Kondisinya Menyedihkan

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Pekerja Migran & Perdagangan Orang, Perempuan dan Anak
Reading Time: 1 min read
A A
0
Tangkapan Layar video warga NTT yang diduga jadi korban TPPO

Tangkapan Layar video warga NTT yang diduga jadi korban TPPO

0
SHARES
211
VIEWS

Kupang – Beredar satu video di media sosial yang menunjukkan seorang anak perempuan dalam keadaan menyedihkan. Ke dua kaki anak itu tampak bengkak. Punggung kakinya ditutupi luka yang mulai mengering. Ia diduga jadi korban perdagangan orang.

Dalam keterangan yang diberikan dalam video tersebut, lokasi diambilnya video itu di wilayah Pasir Putih, Batam, Kepulauan Riau.

BacaJuga

Ilustrasi Anak

Memotret Upaya Sekolah di Kupang Atasi Kekerasan yang Dipicu Media Sosial

5 Desember 2025
Perempuan berdemonstrasi untuk hak perempuan. (Freepik)

Sejarah Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

26 November 2025

Anak itu disebut berasal dari Batu Putih, Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Mereka mengalami penyiksaan, gaji tidak bayar, bahkan ditelanjangi, divideoin, mau diperkosa. Sampai ada kawan dia yang satu lagi diperkosa,” kata pemberi informasi dalam video tersebut.

 

Baca Juga: Pemain Lama Jejaring TPPO di NTT Ditangkap Polisi

Menanggapi ini, Siwa, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT menyatakan informasi ini telah sampai ke pihak BP3MI.

Dia kemudian menghubungi Kepolisian dan Dinas Tenaga Kerja di Batam karena kasus ini dalam koridor Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) antar kota – provinsi.

“Anaknya sudah ditangani kepolisian. Korban asal Rote,” kata Siwa saat dihubungi KatongNTT pada Selasa, 2 Agustus 2023.

Ini jadi fakta miris di mana kasus TPPO masih merajalela di Indonesia. Terkhususnya di NTT.

Baca Juga: Kapolri Bentuk Satgas TPPO, Pokja MPM Minta Jaringan Mafia Dibongkar

Marcena Hunter, senior analis di Global Initiative Against Transnational Organized Crime memaparkan, dalam kasus TPPO, perempuan dan anak sering menjadi korban eksploitasi seksual.

Perempuan sering menjadi korban kerja paksa, mobilitasnya dibatasi, mengalami kekerasan fisik, bekerja dengan upah di bawah standar, bahkan tidak dibayar sama sekali.

“Meskipun Indonesia sudah mengambil sikap tegas dan merehabilitasi para korban perdagangan manusia, tapi masih diperlukan upaya lebih lanjut secara kolaboratif dan mekanisme pertahanan negara harus ditingkatkan untuk menangani kasus TPPO,” pungkasnya. ****

Tags: #korbantppo#Korbantppoanak#korbantppoperempuan#PMI#pmiilegal#tppo#TPPONTT
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Ilustrasi Anak

Memotret Upaya Sekolah di Kupang Atasi Kekerasan yang Dipicu Media Sosial

by Rita Hasugian
5 Desember 2025
0

Kupang – Endah Sulistiowati sudah dua tahun dipercaya menjadi Ketua Tim Pencegah Penanggulangan Kekerasan di SMPN 10 Kupang. Selama itu,...

Perempuan berdemonstrasi untuk hak perempuan. (Freepik)

Sejarah Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

by Rita Hasugian
26 November 2025
0

Setiap tanggal 25 November kita memperingati Hari Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Kampanye selama 16 hari ini berpuncak...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati