Kupang – Beredar satu video di media sosial yang menunjukkan seorang anak perempuan dalam keadaan menyedihkan. Ke dua kaki anak itu tampak bengkak. Punggung kakinya ditutupi luka yang mulai mengering. Ia diduga jadi korban perdagangan orang.
Dalam keterangan yang diberikan dalam video tersebut, lokasi diambilnya video itu di wilayah Pasir Putih, Batam, Kepulauan Riau.
Anak itu disebut berasal dari Batu Putih, Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Mereka mengalami penyiksaan, gaji tidak bayar, bahkan ditelanjangi, divideoin, mau diperkosa. Sampai ada kawan dia yang satu lagi diperkosa,” kata pemberi informasi dalam video tersebut.
Baca Juga: Pemain Lama Jejaring TPPO di NTT Ditangkap Polisi
Menanggapi ini, Siwa, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT menyatakan informasi ini telah sampai ke pihak BP3MI.
Dia kemudian menghubungi Kepolisian dan Dinas Tenaga Kerja di Batam karena kasus ini dalam koridor Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) antar kota – provinsi.
“Anaknya sudah ditangani kepolisian. Korban asal Rote,” kata Siwa saat dihubungi KatongNTT pada Selasa, 2 Agustus 2023.
Ini jadi fakta miris di mana kasus TPPO masih merajalela di Indonesia. Terkhususnya di NTT.
Baca Juga: Kapolri Bentuk Satgas TPPO, Pokja MPM Minta Jaringan Mafia Dibongkar
Marcena Hunter, senior analis di Global Initiative Against Transnational Organized Crime memaparkan, dalam kasus TPPO, perempuan dan anak sering menjadi korban eksploitasi seksual.
Perempuan sering menjadi korban kerja paksa, mobilitasnya dibatasi, mengalami kekerasan fisik, bekerja dengan upah di bawah standar, bahkan tidak dibayar sama sekali.
“Meskipun Indonesia sudah mengambil sikap tegas dan merehabilitasi para korban perdagangan manusia, tapi masih diperlukan upaya lebih lanjut secara kolaboratif dan mekanisme pertahanan negara harus ditingkatkan untuk menangani kasus TPPO,” pungkasnya. ****




