• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, Juli 2, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

19 Orang Calon Pekerja Ilegal Digagalkan ke Kalimantan Tengah

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 1 min read
A A
0
19 Orang Calon Pekerja Ilegal Digagalkan ke Kalimantan Tengah

Para korban TPPO diamankan di Polres Kupang Kota. (Putra Bali Mula - KatongNTT)

0
SHARES
10
VIEWS

Kupang – Polsek Alak menggagalkan keberangkatan 19 orang pekerja asal Timor Tengah Selatan (TTS) dan Malaka. Mereka direkrut secara ilegal ke perusahaan sawit di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Rencananya mereka akan diseberangkan dari Kota Kupang ke Nunukan menggunakan pelayaran KM Bukit Siguntang, Sabtu 10 Juni 2023.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Baca juga : Penjual Orang di Malaka Punya Bos di Malaysia

Pekerja ilegal ini dijanjikan bekerja dengan gaji per orang Rp 3,5 juta per bulan.  Seluruhnya laki-laki dan seorang perempuan. Mereka dibawa ke Polresta Kupang Kota  Sabtu malam untuk pendalaman lebih jauh. 3 orang yang mengurus keberangkatan mereka juga turut diamankan.

Para korban mengaku diajak bekerja di Kalteng oleh seorang bernama Mesak Hala yang juga berasal dari Kabupaten TTS.

Kapolres Kupang Kota, Kombes. Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto, menyampaikan para korban diyakinkan oleh Mesak melalui telepon untuk bekerja di PT KMJ.

Baca juga : Pemain Lama Jejaring TPPO di NTT Ditangkap Polisi

Kemudian mereka ditampung sementara di salah satu rumah di Kelurahan Alak di Kota Kupang milik seorang bernama Musa.

Krisna juga menanyakan kepada beberapa orang dari mereka mengenai gaji yang dijanjikan hingga spesifik pekerjaan di Kalteng.

Kebanyakan dari korban yang direkrut tidak mengetahui siapa yang merekrutnya, maupun perusahan, prosedur pekerjaan, atau fasilitas apa saja yang akan mereka dapatkan di sana.

Baca juga : Tersangka TPPO 15 Warga NTT ke Pekanbaru Ditahan Polres Ende

“Dari interogasi sementara ini memang ada hal-hal yang perlu didalami lagi. Mereka kita amankan saat akan berangkat menggunakan kapal. Ini perlu kita lakukan mengingat NTT menjadi provinsi yang rawan perdagangan orang,” terang Krisna.

Pihaknya menegaskan akan mengawasi lebih ketat dan meningkatkan penyidikan, pengamatan dan pengawasan terutama di pelabuhan maupun bandara. ****

Tags: #KalimantanTengah#kasuspenjualanorang#Mafiaperdaganganorang#penjualanorang#perusahaansawit#TPPONTT#TPPOTTS
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati