• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, Januari 14, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Pekerja Migran dan Perdagangan Orang

299 Warga NTT Jadi Korban Penjualan Orang

Tim Redaksi by Tim Redaksi
1 tahun ago
in Pekerja Migran dan Perdagangan Orang
Reading Time: 1 min read
A A
0
Perekrut Pekerja Ilegal di NTT Bongkar Keterlibatan Perusahaan Sawit Kalteng

Kapolres Kupang Kota, Rishian Krisna Budhiaswanto, menanyai korban TPPO yang hendak dikirim ke Kalimantan. (Putra Bali Mula - KatongNTT)

0
SHARES
88
VIEWS

Kupang – Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih masif. Korban penjualan orang di NTT hingga kini 299 orang dengan 45 tersangka.

Wakapolda NTT, Brigjen Pol. Awi Setiyono, menyampaikan data tersebut, Kamis 1 Agustus 2024, ketika menerima kunjungan DPD RI di Polda NTT.

BacaJuga

Tiga istri nelayan Papela, Rote bersama-sama anaknya menjenguk suami mereka di LP Baa, Rote Juli 2024. Suami mereka yang sehari-hari sebagai nelayan tergiur iming-iming uang puluhan juta oleh sindikat penyelundupan manusia untuk mengantar imigran ke Australia tahun 2022. (Dok. KatongNTT.com)

Memberangus Penyelundupan Manusia: Kisah Nelayan Rote Bertahan dari Jerat Sindikat

6 September 2025
Anggota Keluarga bersama masyarakat menggotong jenazah melintasi area longsor di Takari pada Minggu 19 Februari 2023 (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

Tak Relevan, NTT Harus Ganti Perda TPPO

4 Agustus 2024

“Ada 299 korban TPPO terdata dari tahun 2023 dan 2024 ini,” paparnya.

Pada 2023 lalu ada 257 orang korban TPPO dari total 44 laporan polisi. Jumlah tersangkanya 37 orang.

Baca juga: Status Saksi TPPO, Caleg di Sikka Akui Beli Tiket dan Kontak Perusahaan di Kaltim

Korban perempuan yang berusia anak ada 12 orang dan dewasa ada 67 orang. Sementara korban pria yang berusia anak ada 7 orang dan dewasa 177 orang.

Sepanjang 2023 itu ada 10 kasus dengan status lidik, 11 kasus dengan status sidik, sementara yang P19 (berkas perkara masih kurang lengkap) ada 2 kasus dan P21 (berkas perkara sudah lengkap) ada 23 kasus.

Sedangkan di 2024 ini ada 36 orang jadi korban dari 10 laporan polisi dengan 8 orang tersangka. Sementara 6 kasus tahap lidik dan 4 kasus sidik.

Korban perempuan yang berusia anak ada 3 orang dan dewasa 9 orang. Korban pria yang berusia dewasa ada 24 orang dan tak ada korban anak.

Baca juga: Ayodhia Respon Amerika Soal Pejabat NTT Terlibat TPPO

Sebelumnya data Polri menunjukkan korban perdagangan orang di NTT per 2023 lalu adalah yang terbanyak keenam di Indonesia. Totalnya ada 3.363 korban TPPO di Indonesia.

Korban TPPO tertinggi yaitu di Provinsi Sumatera Utara (379 orang), Kepulauan Riau (366 orang), Riau (334 orang), Jawa Tengah (273 orang), dan Kalimantan Barat (272 orang), kemudian NTT (255 orang).

Sementara rilis Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) NTT, dalam 6 bulan pada 2023, ada 185 orang pekerja migran asal NTT menjadi korban TPPO yang direkrut secara tidak prosedural. ***

Tags: #kasuspenjualanorang#NTTbanyakkorbanTPPO#NTTrawanTPO#poldantt#TPPOdiNTT
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Tiga istri nelayan Papela, Rote bersama-sama anaknya menjenguk suami mereka di LP Baa, Rote Juli 2024. Suami mereka yang sehari-hari sebagai nelayan tergiur iming-iming uang puluhan juta oleh sindikat penyelundupan manusia untuk mengantar imigran ke Australia tahun 2022. (Dok. KatongNTT.com)

Memberangus Penyelundupan Manusia: Kisah Nelayan Rote Bertahan dari Jerat Sindikat

by Rita Hasugian
6 September 2025
0

Pengantar: Kejahatan penyelundupan manusia (people smuggling) di Provinsi Nusa Tenggara Timur teridentifikasi marak sejak tahun 2000-an. Kejahatan ini telah melibatkan...

Anggota Keluarga bersama masyarakat menggotong jenazah melintasi area longsor di Takari pada Minggu 19 Februari 2023 (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

Tak Relevan, NTT Harus Ganti Perda TPPO

by Tim Redaksi
4 Agustus 2024
0

Rekomendasi ini keluar setelah Kemenkumham NTT mengkaji ulang Perda Provinsi NTT Nomor 14 tahun 2008 tentang pencegahan dan penanganan korban...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati