• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, Juli 2, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis Agribisnis

BPS: Produksi Beras NTT 180,75 Ribu Ton di Caturwulan I Tahun 2023

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Agribisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Proses panen padi di Kecamatan Katikutana Selatan Sumba Tengah oleh Dinas Pertanian Provinsi NTT. (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

Proses panen padi di Kecamatan Katikutana Selatan Sumba Tengah oleh Dinas Pertanian Provinsi NTT. (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

0
SHARES
236
VIEWS

Kupang – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diperkirakan memproduksi 180,75 ribu ton beras pada caturwulan I tahun 2023,  Januari hingga April. Jumlah ini didapatkan pada produksi padi selama caturwulan pertama tahun ini setelah dikonversikan menjadi beras.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memaparkan data ini dalam laporan yang diterima Rabu 15 Maret 2023.

BacaJuga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024
Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

30 Mei 2024

Data ini meliputi luas lahan, produksi dan produktivitas padi di NTT yang diteliti dengan metode Kerangka Sampel Area (KSA). Pada semua kategori ini mengalami peningkatan.

Baca juga: 18 Ribu Ton Beras Bulog Untuk NTT Dalam Perjalanan dari Jawa Timur

Kepala BPS NTT Matamira B Kale menyampaikan prakiraan produksi sebesar 180,75 ribu ton beras ini naik dari tahun sebelumnya pada periode yang sama.

“Mengalami kenaikan sebesar 43,77 ribu ton atau 31,96 persen dibandingkan dengan produksi beras pada Januari hingga April 2022 yang sebesar 136,98 ribu ton beras,” kata Matamira.

Pada Januari ini saja produksi beras NTT sebanyak 14,73 ribu ton. Untuk potensi produksi beras sepanjang Februari hingga April 2023 diperkirakan sebesar 166,03 ribu ton.

Perbedaannya dengan 2022, kata dia, produksi beras terendah terjadi pada Januari sebesar 10,21 ribu ton beras. Di tahun yang sama produksi beras tertinggi hanyalah di Mei yang mencapai 137,66 ribu ton.

Dalam data BPS,  NTT diperkirakan memproduksi padi hingga 308,60 ton gabah kering giling (GKG) pada 2023.

Produksi Beras Provinsi NTT Januari - April 2023 di seluruh Kabupaten/Kota (Dok. Dinas Pertanian NTT)
Baca juga: 5 Ribu Ton Beras Vietnam Masuk NTT, Bulog Belum Tahu Pendistribusiannya

Untuk Januari 2023, jelas Matamira, produksi padi NTT sebesar 25,14 ribu ton GKG. Sementara total potensi produksi padi pada caturwulan pertama tahun ini atau dari Januari hingga April 2023 yang diperkirakan mencapai 308,60 ton GKG.

“Produksi padi ini mengalami kenaikan hampir 74 ribu ton GKG atau 31,96 persen dibandingkan 2022 yang sebesar 233,86 ribu ton GKG,” ujarnya.

Wilayah NTT dengan produksi padi tertinggi pada Januari hingga April 2023 adalah Manggarai Barat, Manggarai dan Sumba Barat Daya.

Matamira juga membandingkan luas panen padi sesuai puncak panen padi pada Mei di dua tahun ini. Pada 2021 luasnya 46,86 ribu hektare sedangkan di 2022 luasnya mencapai 59,44 ribu hektare.

Data ini diolah dengan metode KSA yang memanfaatkan teknologi citra satelit yang berasal dari LAPAN. Dan digunakan BIG untuk mendelineasi peta lahan baku sawah yang divalidasi dan ditetapkan oleh Kementerian ATR/BPN untuk mengestimasi luas panen padi.  (Putra Bali Mula)

Tags: #BPSNTT#Gabahkeringgiling#Kabupatenmanggarai#KabupatenManggaraiBarat#KabupatenSumbaBaratDaya#ProduksiBerasNTT
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

by Tim Redaksi
30 Mei 2024
0

Ekspor rumput laut NTT ini memang minim sejak ekspor perdana pada 2019 lalu sebesar 25 ton Alkali Treated Cottonii (ATC)...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati