• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, Desember 5, 2025
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis Agribisnis

18 Ribu Ton Beras Bulog Untuk NTT Dalam Perjalanan dari Jawa Timur

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Agribisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Beras SPHP yang disediakan Bulog NTT untuk dibeli warga Kota Kupang. (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

Beras SPHP yang disediakan Bulog NTT untuk dibeli warga Kota Kupang. (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

0
SHARES
68
VIEWS

Kupang – Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil NTT Eko Yoga Cahyo Utomo mengatakan stok beras secara keseluruhan sebanyak 20 ribu ton. Beras ini aman hingga 4 bulan mendatang. Hanya saja, yang tersedia di gudang Bulog NTT  saat ini hanya 2 ribu ton. Sisanya, 18 ribu ton masih dalam pengiriman dari Jawa Timur.

Faktor cuaca menjadi penyebab 18 ribu ton beras belum tiba di gudang Bulog NTT.  Beras tersebut dijadwalkan tiba paling lambat April 2023.

BacaJuga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024
Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

30 Mei 2024

“Cuma yang 18 ribu ton itu stoknya masih dalam perjalanan dari Jawa Timur. Harapannya periode Maret-April ini mulai masuk,” kata Eko dalam keterangannya kepada media, Senin 13 Maret 2023.

Baca juga: Stok Beras Bulog Kosong Dua Pekan, Pembeli Beralih ke Premium

Eko menyampaikan ini usai launching Gerakan Operasi Pasar Murah Bersubsidi Kota Kupang di Kantor Bulog Kanwil NTT.

Menurutnya,  2 ribu ton beras yang ada tidak akan langsung disalurkan. Beras tersebut disiagakan untuk situasi bencana alam dan termasuk golongan anggaran. Sehingga tidak digunakan dalam Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Bulog sendiri telah menyalurkan ke Satgas untuk beras SPHP sekitar sebanyak 4 ton. Beras SPHP lini didistribusikan bersama-sama dengan 7 komoditi yang mendapat subsidi dari Bank Indonesia.

Tujuh komoditi yang disediakan ini antara lain minyak goreng, gula, telur, cabai rawit, cabai merah, bawang putih dan bawang merah.

Ia menyebut pasar murah ini direncanakan akan dioperasikan hingga Juni 2023 dengan lokasi yang telah disepakati oleh tim TPID Kota Kupang.

Sedangkan selama periode Januari hingga saat ini, sambung Eko, telah tersalur sebanyak sekitar 10.700 ton di seluruh wilayah NTT.

Bulog juga pada Senin 13 Maret 2023 menyiapkan 100 ton yang dikirimkan ke pengecer. Setiap pengecer mendapatkan masing-masing 1 ton.

Mama-mama berdesakan di Kelurahan Kayu Putih di Kota Kupang untuk membeli sembako murah yang digelar Bulog NTT dan Bank Indonesia NTT pada Selasa 14 Maret 2023 (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)
Mama-mama berdesakan di Kelurahan Kayu Putih di Kota Kupang untuk membeli sembako murah yang digelar Bulog NTT dan Bank Indonesia NTT pada Selasa 14 Maret 2023 (Putra Bali Mula – KatongNTT.com)

Baca juga: Ratusan Mama-mama Berdesakan Berburu Sembako Murah di Kota Kupang

Ia menegaskan para pengecer menjual sesuai dengan ketentuan SPHP agar beras ini dapat sampai ke masyarakat.

“Jangan sampai dijual borongan yang tentunya oleh spekulan dijual dengan harga yang lebih tinggi dari HET. Itu istilahnya sasarannya tidak tepat,” ujarnya.

Bulog telah mencoret pengecer dari daftar penerima beras karena pengecer tersebut menjual beras di atas HET. Langkah ini akan diambil bila pengecer tidak mematuhi ketentuan penjualan beras SPHP.

Para pengecer telah membuat surat pernyataan pada awalnya, kata dia, sehingga tidak diperbolehkan untuk melanggar hal tersebut.

Sistem penjualan hingga dengan dua karung untuk setiap pembeli pun dinilai tidak tepat karena harusnya dijual secara eceran.

“Kalau dijualnya per karung tentunya akan mengurangi hak-hak masyarakat atau konsumen yang lain,” pungkas Eko. (Putra Bali Mula)

Tags: #berasbulog#bulogntt#JawaTimur#OperasiPasarMurahBersubsid
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

by Tim Redaksi
30 Mei 2024
0

Ekspor rumput laut NTT ini memang minim sejak ekspor perdana pada 2019 lalu sebesar 25 ton Alkali Treated Cottonii (ATC)...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati